7 Jebakan, yang Menyebabkan Hutang Anda Bertumbuh Terus!

Memang faktanya sekarang orang-orang gampang banget terjeak dengan hutang. Malahan sampai nggak lunas-lunas, bahkan ada yang hutangnya makin berkembang! Buktinya, rata-rata setiap Rumah Tangga memiliki hutang dalam persentase PDB, sebanyak 17 per cent  pada Q1 2013. Dan Indonesia menampati posisi ranking ke-13 yang Rumah Tangganya memilki hutang terbanyak di dunia. Di lain info, malah Indonesia di ranking ke-9.

Nah, berikut ini 7 perankap yang biasanya menyebabkan kita jadi ketiban hutang.Dengan mengetahui apa saja sebab-sebabnya, insya Allah Anda bisa berantisipasi untuk menghindarinya.

1. Memilki 2 Kartu Kredit, Bahkan 3 Bahkan 10

Memang semakin orang-orang di perusahaan kartu kredit itu makin licik. Mereka menggoda orang dengan beraneka macam tawaran-tawaran yang menggiurkan, dan kelihatannya enak banget. Mulai dari bunga yang rendahlah, cash backlah, diskonlaH, dan lain-lain. Besoknya, tau-tau ada tagihan aja.. #Astaghfirullah..

Lagipula, menggunakan kartu kredit itu haram hukumnya. Bagaimana mungkin kita menginginkan Rumah Tangga yang berkah, tapi kita tidak mengikuti tuntunan Yang Maha Memberikan rezeki?

2. Tidak Ada Tabungan

Sekiranya Anda menggunakan duit Anda sampai habis total Rp0 saldo Anda setiap bulan, jangan kaget kalau tiba-tiba keluara Anda sakit, barang Anda rusak, dan hal buruk lainnya, namun Anda tidak bisa berikhtiar mengatasinya, karena dana saldo Anda tidak ada. Maka dari itu, milikilah tabungan.

3. Tidak Menentukan Berapa Budget yang Hendak Dikeluarkan

Harusnya Anda men-set, selama bulan depan nanti, mulai dari tanggal 1 sampai 30, uang Anda akan dibelanjakan untuk beli apa saja? Berapa banyak, dan kapan? Tulis di kertas. Sekiranya Anda tidak mengatur seperti itu, berarti Anda tidak tahu dong, sebetulnya keseluruhan uang yang Anda miliki sekarang itu cukup atau tidak yah untuk memenuhi kebutuhan sebulan ini? Agar Anda bisa mengatur, mau taruh uang di dompet berapa banyak?

Artikel Lainnya:  Ada 5 Tipe PNS, Coba Cek Termasuk yang Manakah Anda? Semoga Bukan yang No. 2 dan No. 3 Yaa

4. Tidak Setia dengan Rencana Pengeluaran Budget yang Telah Ditentukan

Katakanlah Anda telah men-set rencana pengeluaran biaya per bulan Anda. Tapi, tahu-tahu belum lagi bulan tersebut berakhir, udah habis aja budgetnya? Meski memang udah mendinganlah Anda mencatatnya, daripada nggak.

Makanya, paling persoalannya cuman Anda mau setia aja atau nggak. Setia dengan rencana pengeluaran budget, makanya yah sama dengan setia atau tidak dengan tujuan-tujuan  yang Anda butuhkan dan inginkan!

5. Ngeluarin Ketika Belum Ada Pemasukan

Ketika Anda udah nerima gaji, apalagi dapat bonus lagi, kadang tergoda untuk membelanjakannya, dengan alaesan, “Bayar hutangnya nanti ajalah.. Mumpung lagi ada duit nih, pakai belanja dululah.. Ntar kalau ada duit baru lagi, baru diganti pakai itu buat bayar hutang..”

Itu namanya mendahulukan keinginan daripada kebutuhan. Harusnya, tunggu dulu sampai ada pemasukan lagi, lalu lakukan budgeting.

6. Berjudi

Yang namanya berjudi itu bukan cuman seperti yang dilakukan para preman dan tukang mabuk terus ngomong kasar doang. Investasi yang nggak jelas banget gitu juga judi namanya. Atau contoh yang cukup kerap, taruhan main pertandingan sepak bola

7. Panjang Angan-Angan

Kerap sekali, kerap sekali kita berkata, “Coba kalau aku punya anu… bisa anu… pasti hidupku enak.. pasti urusan jadi lebih mudah.. Pasti menyenangkan..” dan sebagainya. Hingga akhirnya Anda pun berhutang konsumtif.. Padahal belum tentu urgen..

Diriwayatkan pada suatu hari Rasulullaah Saw. mengambil tiga batang ranting kayu. Beliau meletakkan yang sebatang di hadapannya, yang sebatang lagi di sebelahnya, dan yang sebatang lagi agak jauh darinya. Lalu Beliau bertanya kepada para sahabat, “Kalian tahu, apa artinya ini?” Para sahabat menjawab, ‘Allaah dan RAsul-Nya yang lebih tahu.’ Beliau bersabda, “Yang ini manusia, ini ajalnya, dan yang itu adalah angan-angan yang selalu dikejar-kejar oleh manusia. Akan tetapi ajal keburu menjemputnya sebelum tercapai angan-angannya.” [HR. Ahmad dan Ibnu Abi-d Dunya]

Panjang Angan-Angan
BAGIKAN
Mufakir adalah seorang otaku tobat yang merasa dirinya masih belum banyak bermanfaat bagi orang lain, dan berusaha selalu ingin bermanfaat bagi orang lain. Baginya sukses itu sederhana, yaitu hari ini lebih baik dari hari kemarin. Passion menulis artikel seputar motivasi dan produktivitas.

Bagaimana menurut Anda?

Komentar