13 Sebab Mengerikan, Makanya Anda Tak Pernah Sukses-Sukses


Kok, nampaknya, selalu aja kemungkinan untuk berhasil itu susah banget didapet ya? Makanya kalau mau mengerjakan suatu pekerjaan, nggak pernah optimal. Coba kalau berhasil, wah, bukan main senengnya tuh! Hehehe!

Yah, yang namanya suatu kejadian, pasti terjadi karena sebuah sebab. Kalau mau dapat kejadian yang berbeda, cobalah pakai sebab yang lain. Dengan kata lain, sebab kenapa gagal dan kenapa sukses itu pasti berbeda.

Nah, berikut ini 13 sebab mengerikan, yang menyebabkan Anda, kenapa sulit sekali dan hampir tidak pernah berhasil dalam bisnis, karier, organisasi, cinta, dan sebagainya.

1. Anda Suka Nggak Bertanggungjawab

Hadapilah semua aspek yang udah terjadi di kehidupan Anda. Apalagi kalau emang Anda yang PJ-nya. Apalagi kalau Anda udah mengiyakan amanah tersebut. Sekiranya sudah begitu, tak sepantasnyalah Anda menyalah-nyalahkan orang lain, maupun keadaan. Bisa jadi, masalahnya karena Anda lalai dengan apa yang harusnya Anda kerjakan! Kalau begitu, panteslah Anda tidak sukses-sukses.

2. Anda Hobi Menunda-Nunda

Anda paham nggak, sebetulnya apa itu menunda-nunda? Ketahuilah, sesungguhnya, suka menunda-nunda itu kayak kartu kredit. Anda nggak sadar beli ini, beli itu, kesenengan tanpa sadar, eh, tau-tau dapat tagihan. Melihat nominalnya, langsung istighfar dan tepar. #TepokJidat

Tak ada yang peduli, apapun alesan Anda untuk menunda-nunda. Yang jelas, semakin ditunda-tunda pekerjaan itu, maka akan semakin susah << Catat nih. Dan ujung-ujungnya memang nanti Anda seperti tidak akan bisa melakukannya. Contoh: Anda diminta presentasi Minggu depan, dikasih waktu 10 hari buat persiapan. Eh, nyiapin slidenya aja malah 24 jam sebelum presentasi. #TepokJidat

Sekiranya Anda paham bahwa sekarang ini Anda lagi di “Medan Peperangan”, ntah itu Anda lagi memperjuangkan kebangkitan Umat, penafkaan keluarga, pembiayaan sakitnya orang yang Anda cintai, pasti nggak ada cerita Anda bakal menunda-nunda. Kalau pun masih ada, paling satu sebabnya: Anda kurang mencintai orang lain. Sibuk mencintai diri sendiri aja… Ego…

3. Anda Menolak Kritikan

Yang sering saya katakan: kan sebagai manusia, ketika Anda hendak mengerjakan sesuatu, sebaikya Anda menanyakan, kenapa Anda harus mengerjakan hal itu? Maka, jawabannya itu harus masuk akal dan selaras dengan fitrah manusia.

Kalau tidak seperti itu, berarti itu pekerjaannya dogma. Alias penipuan dan pemaksaan, masak nggak bisa jelasin untuk apa Anda harus melakukan hal itu? Kalau nggak ada sebabnya kenapa, yah ngapain dikerjain?

Nah, sekiranya kritik seseorang terhadap Anda itu benar, ada buktinya, ada dalilnya, dan penjelasannya itu sesuai dengan 3 aspek di atas, maka Anda harus melakukannya!

Sayangnya, kerap Anda itu nggak mau menerima kebenaran. Hanya karena sekarang posisinya Anda sedang salah, Anda nggak mau ngaku salah pulak. Misalnya:

  • Sudah terbukti benar, ternyata berhijan syar’i itu wajib. Tapi Anda masih nggak mau. Anda lebih mimilih “penjelasan dogma” dari hasil khayalan plus ego Anda yang tak pasti itu. Daripada penjelasan teman Anda yang udah pasti.
  • Sudah terbukti benar, ada rekomendasi suatu sistem berjalan optimal untuk Anda. Tapi nggak mau Anda pakai. Anda lebih mimilih “penjelasan dogma” dari hasil khayalan plus ego Anda yang tak pasti itu. Daripada penjelasan teman Anda yang udah pasti.
  • Sudah terbukti kinerja Anda belum sesuai SOP, maka harus ada yang perlu Anda perbaiki. Tapi Anda malah mengingkarinya. Anda lebih mimilih “penjelasan dogma” dari hasil khayalan plus ego Anda yang tak pasti itu. Daripada penjelasan teman Anda yang udah pasti.

Yah, tidak heran, kalau Allah kerap berkata di Al-Qur’an, bahwa banyak orang yang masuk Neraka, karena mereka tak mau menggunakan akalnya.

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) dari jin dan manusia, mereka mempunyai quluubun, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami… (QS. Al-A’raf Ayat : 179)

4. Anda Takut Gagal

Sekiranya Anda siap untuk berhasil, maka Anda juga harus siap untuk gagal. Karena hanya dengan mengetahui cara yang bagaimana yang nggak berhasil, barulah Anda bisa ketemu dengan cara mana yang akan berhasil. Maka dari itu, kenapa harus takut gagal?

Meski memang, wajar sih kalau timbul rasa takut itu. Tapi, jangan salah merespon. Yang tadinya kegagalan malah membuat Anda jadi nggak melangkah, harusnya kegagalan itu membuat Anda jadi makin berantisipasi! Anda mikir, Anda buat, bagaimana meminimalisir atau menghindari kegagalan tersebut?

Artikel Lainnya:  7 Makanan yang Mengandung Banyak Kalori dan Membuat Cepat Kenyang [Infographic]

5. Anda Ngerjainnya Sendirian

Fitrahnya, manusia itu baru bisa berkembang dan bertumbuh, kalau Anda bersama-sama dengan manusia lainnya. Banyak hal yang tak bisa Anda lakukan sendiri, mulai dari hal kecil seperti menggaruk punggung, sampai hal besar seperti membuat event yang kompleks.

Cobalah untuk bekerjasama dengan orang lain. Anda tawarkan hal bermanfaat apa yang bisa Anda tawarkan ke mereka. Kemudian coba minta hal bermanfaat apa yang bisa mereka berikan ke Anda.

Yah, pokoknya, jangan takut deh. Apalagi kalau sama-sama diikat dengan aqidah yang sama, selama tidak ada halangan syar’i, maka Anda pasti akan dibantu, tanpa meminta imbalan apapun.

6. Anda Terlalu Perfeksionis

Yang namanya kesempurnaan itu nggak ada. Itu cuman alesan bagi orang-orang yang nggak mau memulai, maupun yang nggak mau melanjutkan. Buat saja perhitungan sebatas apa yang bisa Anda indra, dan ada faktanya, serta ada potensi logisnya. Jangan seperti orang filsafat yang kadang tidak ada faktanya, tidak bisa diindra, dan akhirnya potensinya ngaco. Belum lagi jadi kesimpulan, masih di hipotesis, malah udah buat kesimpulan aja. Makanya mereka tidak pernah sukses.

Kondisi yang tepat hanya bisa didapat sekiranya Anda buat persiapan, melakukannya, serta meminta bantuan Allah agar pekerjaan Anda sukses. Karena dari mulai jalan situ, Anda bisa banyak belajar apa yang harus diperbaiki lagi. Pun, dengan meminta bantuan Allah Yang Maha Mengendalikan, insya Allah apa hal-hal yang tidak bisa Anda kendalikan, bisa diatur Allah, supaya jadi mendukung pekerjaan Anda.

7. Anda Males Banget

Coba Anda inget-inget, hal apa yang terjadi, karena hal itu lalu dalam beberapa saat kemudian Anda jadi semangat? Kemudian, inget-inget pula, hal apa yang terjadi, karena hal itu lalu dalam beberapa saat kemudian, Anda jadi males? Nah, hal-hal tersebut adalah tombolnya! Misal:

  • Gara-gara baca buku Anu, Anda jadi semangat kemarin. Maka, supaya bisa semangat lagi, baca buku itu!
  • Gara-gara melihat foto keluarga, Anda jadi semangat kemarin. Maka, supaya bisa semangat lagi, lihat foto itu!
  • Gara-gara melihat video orang-orang di Suriah, Anda jadi semangat kemarin. Maka, supaya bisa semangat lagi, lihat video itu!
  • Gara-gara Anda stalking akun mantan pacar, Anda jadi galau kemarin. Maka, supaya jangan galau lagi, jangan sekali-kali melihat akun mantan pacar Anda!
  • Gara-gara bergaul sama si Anu, Anda jadi futur kemarin. Maka, supaya jangan futur lagi, jangan sekali-kali berdekatan dengannya!
  • Dan seterusnya.

Yah, yang namanya kejadian, pasti ada sebabnya. Rajin atau males, itu pun pasti ada sebabnya. Anda hanya tinggal temukan tombol semangat dan tombol galaunya apa, kemudian tekan tombol semangat itu, dan jauhi tombol galau tersebut. Isn’t it easy?

8. Anda Kurang Kreatif

Katakanlah Anda udah hampir nggak pernah males-malesan lagi. Anda udah jadi orang yang rajin banget. Tapi kalau usaha Anda biasa-biasa aja, nggak ada evaluasi, nggak pakai strategi, yah kadang jadinya Anda nggak bisa berhasil-berhasil juga. Gagal mulu. Sedangkan pesaing Anda, musuh Anda, mereka lebih kreatif daripada Anda.

Anda masih think inside the box. Sedangkan orang udah think out of the box. Malah ada yang udah think without the box, nggak pakai box, nggak pakai perbandingan lagi! Hehehe! Misal, tatkala Anda memberi nama brand berupa nama benda dan nama sifat, kemudian disingkat menjadi huruf-huruf, sedangkan orang lain memberi nama brand dengan kalimat kerja. Atau malah ada yang dengan konjungsi. Contoh:

  • Peter Says Denim
  • Kamila Makan Bakso
  • Buka Langsung Laris
  • Roti Kemudian…
  • Laundy Disini… (Bro, Antum Laundry dimana? Di Laundry Disini.. Dimana? Ya Laundry Disini!!) Hehehe!

9. Anda Melakukannya Tidak dengan Senang Hati

Bedanya Anda bekerja dengan senang hati atau dengan suram hati, kalau dengan senang hati, biasanya Anda bisa melihat banyak jalan. Kalau dengan suram hati, nggak. Karena kalau Anda udah suram, pikirannya udah kemana-mana. Nggak fokus ke tugas, bisa jadi fokus ke kerjaan lain. Jadinya males kerja.

Nikmatilah pekerjaan Anda, karena kalau perasaan Anda tengah bahagia karena sangat menanti-nanti keberhasilan Anda, Anda bakal otomatis hobi mikir sebab-akibat keberhasilan tujuan Anda. Bisa jadi, dari situ Anda dapat inspirasi, strategi hebat yang bakal Anda lakukan nantinya.

Artikel Lainnya:  Ini 17 Cara Berpikir Orang Sukses, yang Membuatnya Beda Banget dengan Orang Rata-Rata

10. Anda Nggak Belajar dari Kesalahan

Sepanjang perjalanan Anda, Anda bakal ketemu banyak kesalahan. Jangan langsung down. Justru bersyukurlah Anda jadi tahu cara apa yang nggak berhasil, jadinya besok-besok Anda nggak pakai cara itu lagi. Dan memang itulah cara yang dilakukan orang-orang sukses, makanya mereka pensiun dari kegagalan.

11. Anda Nggak Pede

Kalau Anda bilang nggak bisa, maka otak Anda akan menerimanya, “Oke, nggak bisa..”. Kalau Anda bilang harus bisa, maka otak Anda bekerja untuk Anda, “Oke, cari caranya..” kemudian otak Anda mencari-cari maklumat tsabiqah (informasi terdahulu yang udah tersimpan di otak), lalu mengaitkannya dengan fakta yang terjadi, dan jadilah Anda berfikir, akhirnya menemukan apa solusinya.

Makanya, sungguh, Allah sudah demikian adil, menurunkan hidayah kepada kita, berupa akal, supaya kita bisa memilih. Paling persoalan berikutnya, hanya soal memilih, kemudian pede akan pilihan yang tepat..

…maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan… (QS. As-Syam ayat: 8)

12. Anda Nggak Konsisten

Bisa juga artinya kurang istiqomah. Nah, konsistensi inilah bahan yang wajib ada, supaya Anda bisa berhasil. Ibarat orang lomba manjat, satu per satu jatuh. Sedangkan beberapa yang lainnya, tetep memanjat. Namun bahkan akhirnya tinggal satu orang yang berhasil memanjat. Karena: dia konsisten. Isqitomah dia!

Caranya, pertama, jangan banyak alesan. Alesan yang nggak masuk akal itulah yang kerap menumbangkan Anda. Sebab cuman 1, alesan bisa 1000. Cari sebab, jangan alesan! Sebab, dari sebab itulah, yang bakal jadi bahan bakar konsistensi Anda.

Kedua, pastinya yang cukup krusial, Anda butuh pembiasaan. Misal, saya kenal dengan orang yang rajin tahajjud. Dia ini, mau dia begadang sampai jam berapapun, tiba dia berada pada suatu jam tertentu, terbangun dia. Nggak ada pengaruh kurang tidur atau nggak. Karena emang udah diprogram begitu, yah jadinya begitu.

Saran saya, untuk meraih konsistesi ini, silahkan tonton video ini. Dijamin, kalau Anda udah selesai tonton, Anda praktekin, insya Allah Anda berhasil konsisten!

13. Anda Berhenti Bertumbuh

Banyak orang memiliki defenisi sukses yang berbeda-beda. Ada yang kalau banyak duit, ada yang kalau dapat jodoh, ada yang kalau IPK tinggi, ada yang kalau jadi orang bermanfaat, dan lain-lain. Kalau saya pribadi, sukses itu artinya hari ini jadi lebih baik dari kemarin. Cukup itu.

Soalnya dalam rangka Anda memenuhi kebutuhan dan keinginan Anda, pasti banyak tantangan yang terus-terusan bakal menghadang Anda. Dan sejatinya itu semua bisa teratasi, sekiranya Anda terus tumbuh, hingga Anda jadi melihat, tantangan itu kecil, gampanglah diurusin.

Kalau nggak ada aspek yang lebih baik dari kemarin, wajar Anda kewalahan ngadepin beraneka macam tantangan. Akhirnya gagal lagi, gagal lagi, nggak sukses-sukses juga.

Untuk menunjukkan keseriusan, sekarang, buka Micrsofot Excel (atau ambil kertas, kemudian buat garis-garis seperti di Ms Excel). Anda buat tabel. Di bagian kolom, tulis tanggal. Di bagan baris, tulis nilai aspek yang ingin Anda kembangkan. Misal:

  • Di tanggal 1 Anda tahajjudnya 2 raka’at. Maka, di kolom berikutnya Anda harus tahajjud 4 raka’at.
  • Di tanggal 1 Anda berhasil memenuhi 2 janji teman Anda, dan gagal memenuhi janji 1 teman Anda. Maka, di kolom berikutnya, Anda harus bisa meningkatkan keberhasil, maupun mengurangi kegagalannya.
  • Di tanggal 1 Anda udah hafal 53% dari 564 ayat di Juz 30. Maka, di kolom berikutnya Anda harus meningkatkan persentase hafalan tersebut.
  • Dan lain-lain.

Nah, dengan begitu, kan jelas, ketahuan Anda tumbuh atau nggak. Right?

Ayo!

Tahu nggak Anda? Saya, kerap agak malu untuk membaca tulisan ini. Soalnya, sedih saya membacanya. Pingin nagis malah.. Karena sakit hati ngelihatnya, kayaknya saya ingin mengkhianati diri saya sendiri.. Saya menentukan sautu cita-cita, tapi saya nggak serius melakukannya..

Makanya, sejatinya, saya nulis ini bukan buat menghibur Anda loh.. Serius ini, saya nggak mau banyak orang yang juga akan merasakan kepedihan, karena stres tak  kunjung berhasil mengerjakan apa-apa yang sudah ditargetkan…

So, ayo! Sudah tahu kan Anda apa-apa aja sebab yang membuat Anda gagal? Tinggal dibalik saja, dan sukseslah Anda!

BAGIKAN
Mufakir adalah seorang otaku tobat yang merasa dirinya masih belum banyak bermanfaat bagi orang lain, dan berusaha selalu ingin bermanfaat bagi orang lain. Baginya sukses itu sederhana, yaitu hari ini lebih baik dari hari kemarin. Passion menulis artikel seputar motivasi dan produktivitas.