3 Hal yang Membuat Anda Berbohong “Aku Nggak Punya Waktu”, Padahal Punya

“Saya nggak punya waktu..” cukup kerap dikatakan, oleh seseorang yang dia itu malas mengerjakan suatu hal, ketika dimintai tolong. Dan biasanya ngomong “nggak punya waktu” begitu hampir tiap hari. Seringlah, gitu. Padahal, bohong dia. Sebetulnya persoalannya cuman bagaimana mengatur sikapnya terhadap waktu saja.

Nah, berikut ini, 3 sebab yang membuat Anda jadi suka berbohong mengatakan tidak punya waktu, padahal punya. Insya Allah, semoga dengan mengetahui sebabnya ini, Anda bisa semakin lebih baik..

1. Anda Tidak Merekam Durasi Pekerjaan Anda

Merekam waktu itu, maksudnya, Anda hitung, berapa lama durasi yang Anda butuhkan, untuk mengerjakan sesuatu. Misal, Anda mandi jam 4 pas. Kemudian, selesai jam 4 lewat 15 menit. Nah, berarti, waktu yang Anda butuhkan untuk mandi adalah 15 menit.

Cobalah Anda rekam durasi pekerjaan-pekerjaan Anda dalam sehari-hari. Supaya mudah bagi Anda untuk menyesuaikannya dengan 24 jam yang Anda miliki dalam sehari. Kalau nggak, jadinya ngayal, terus tau-tau bilang, “Nggak bisa, nggak ada waktu..” atau mungkin sebaliknya, “Bisa.. bisa..” tau-tau nggak ada waktu.

Oh iya, agar tracking waktu Anda lebih mudah, saya sarankan gunakan aplikasi pembantu, seperti Rescue Time misalnya.

2. Anda Membuang-Buang Waktu untuk Pekerjaan yang Nggak Bermanfaat

Facebook, twitter, Instagram, Path, Anime, Manga, Game, pacaran, nongkrong-nongkrong, dan lain-lainnya, sudah melahap jutaan waktu Anda, setiap harinya. Cobalah Anda ingat-ingat, dulu, sebelum link download anime begitu marak, sebelum social media begitu marak, sebelum pacaran menjadi trend begini, apa yang Anda lakukan? Lebih sibuk dari sekarang, atau lebih longgar?

Dengan menjawab pertanyaan itu saja, Anda bisa jadi sadar, kenapa Anda kerap berbohong, “Nggak punya waktu..”.

Meski memang, tentu saja, social media, TV, dan lain-lainnya itu ada sisi positifnya juga. Tergantung bagaimana Anda menggunakannya. Tapi, kalau Anda mau objektif, jujur, coba lihat ke belakang, kerapnya malah melalaikan. Jarang banget bener-bener membawa manfaat. Iya nggak?

Artikel Lainnya:  10 Cara Menghilangkan Kebiasaan Buruk, Ubahlah Sekarang Juga Atau Tidak Sama Sekali!

Mendingan, Anda gunakan waktunya untuk membaca buku, atau nonton video yang inspiratif. Kalau pun faceook-an dan twitter-an, gunakanlah untuk belajar dari akun-akun inspiratif, atau untuk share hal-hal yang bermanfaat yang Anda punya. Jangan cuman buat bercanda-candaan sama teman doang, sampai berlarut-larut lagi..

Bukankah masih Anda pekerjaan lain yang lebih penting yang harus Anda lakukan? Yang kalau pekerjaan itu tidak kunjung Anda selesaikan, maka akan membahayakan Anda di masa mendatang? Ntah pekerjaan itu berupa kelulusan kuliah, pengumpulan biaya pengobatan, marketing bisnis, penegakan Khilafah, dan lain-lain.

Yah, Anda inget-ingetlah apa tujuan awal Anda melakukan suatu pekerjaan penting tersebut. Ingat awal mula ketika Anda memutuskan dengan keras kepalanya, bahwa pekerjaan itu harus diselesaikan. Dengan begitu, insya Allah, Anda sendiri yang bakal ngeyel, nggak akan mau ngerjain hal-hal yang nggak bermanfaat.

3. Anda Tidak Menata Prioritas

Sir Seth Godin kurang-lebih pernah bilang, bahwa mereka yang hobi banget ngomong, “Aku nggak punya waktu..” sebetulnya dia itu ngomong, “Nggak penting itu..”, atau, “Nggak ada yang penting lagi yang kudu dikerjain..” Ih, sekiranya yang ngomong begitu adalah orang yang punya impian besar, sungguh, dia telah mengkhianati dirinya sendiri.. Hmm.. Nggak kasian apa?

Yah, paling sih, masalahnya ada dua kemungkinan. Pertama, Anda menganggap bahwa memang nggak banyak hal yang perlu diprioritaskan. Atau, kedua, Anda menganggap bahwa banyak banget yang dianggap sebagai prioritas, sampe-sampe bingung jadinya Anda.

Tentukanlah, apa sejatinya yang sangat penting bagi Anda. Pikirkan, hingga nemu jawaban yang jelas logis, dan takkan bisa terbantahkan. Lalu, fokuuss..

Kesimpulannya..

Nah, ketahuan kan, kenapa Anda kemarin hobi banget ngomong nggak ada waktu? Sekarang, haruslah berbeda dengan yang kemarin-kemarin. Sekarang, rekamlah berapa durasi waktu yang Anda butuhkan untuk mengerjakan suatu pekerjaan, optimalkan, kemudian fokuuss, fokuuss, fokuuss..

BAGIKAN
Mufakir adalah seorang otaku tobat yang merasa dirinya masih belum banyak bermanfaat bagi orang lain, dan berusaha selalu ingin bermanfaat bagi orang lain. Baginya sukses itu sederhana, yaitu hari ini lebih baik dari hari kemarin. Passion menulis artikel seputar motivasi dan produktivitas.