12 Penyesalan yang Paling Banyak & Sangat Disesali Orang di Masa Depan

Coba Anda renungkan hal-hal ini..

  • Adakah orang yang dulu rutin Anda jumpa setiap hari, sekarang telah tiada?
  • Adakah pekerjaan yang dulu rutin Anda lakukan, sekarang tidak lagi?
  • Adakah benda yang dulu Anda sangat inginkan, sekarang biasa-biasa saja?
  • Dan lain sebagainya..

Salah satu keanehan manusia adalah, mereka sekarang ini banyak maunya, namun di esok hari banyak penyeselannya.

Simak saja tatkala Anda berpapasan dengan orang yang lebih tua dari Anda, kenapa orang yang lebih tua itu lebih suka bercerita dan memberi nasehat, serta lebih peduli pada yang lebih muda, karena mereka tak ingin Anda yang lebih muda, mengalami penyesalan seperti yang mereka alami sebelumnya.

Pun tidak selalu persoalannya antara yang tua dan muda, namun juga antara yang sudah duluan mengalami suatu kejadian, dengan yang belum mengalami kejadian tersebut.

Nah, berikut ini, adalah 12 hal yang biasanya paling banyak disesali seseorang di masa depan nanti.

1. “Coba Dulu Aku Nggak Begitu Haus Akan Pujian Orang Lain..”

Banyak orang sekarang menderita, buang-buang duit, buang-buang tenaga, buang-buang waktu, cuman untuk melakukan apa yang orang lain inginkan. Tujuan hidup mereka ditentukan orang lain, bukan ditentukan diri mereka sendiri.

Misal:

  • Tatkala motor teman-temannya keren-keren semua, sudah dimodifikasi, sedangkan motornya biasa-biasa saja. Maka, dia pun mati-matian berusaha supaya motornya jadi keren juga.
  • Tatkala kerudung teman-temannya trendy semua, gaul-gaul, sedangkan kerudungnya biasa-biasa saja. Maka, dia pun mati-matian berusaha supaya kerudungnya jadi gaul juga.
  • Dan lain-lain..
  • Yang mana padahal itu semua cuman keinginan, bukan kebutuhan. Masih banyak sebetulnya kebutuhan lain yang menuntut ia, tapi belum ia tunaikan. Hingga akhirnya besoknya ia stress, panik, tak mampu memenuhi tuntunan-tuntutan.

2. “Coba Dulu Aku Kasih Tahu…”

Banyak masalah berupa fitnah dan perasangka buruk, karena seseorang itu tidak dapat membedakan antara “hipotesis” dengan “kesimpulan”. Nah, hipotesis itu bisa berubah menjadi kesimpulan, sekiranya dilakukan penelitian. Bisa berupa komunikasi, bertanya, tabayyun.

Nah, salahnya, bagaimana mungkin orang bisa tabayyun kepada Anda, kalau Anda masih main rahasia-rahasiaan, tidak mau mengatakan hal yang sebenarnya? Sekiranya mereka tidak bisa memiliki informasi yang benar, maka alternatifnya (meski tentu ini salah) adalah mereka menggunakan prasangka-prasangka saja.

Jangan sampai Anda menyesal di kemudian hari, lantaran masalahnya semakin besar, karena Anda tidak mau memberitahu hal yang sebenarnya..

3. “Coba Dulu Aku Ngikutin Passion-ku..”

Yaah, tak jarang teman baik sehobi kita, seorganisasi, dan teman lainnya yang se-passion, tiba-tiba ia terpaksa harus pensiun dari aktivitas passion-nya, karena akan berganti menjadi aktivitas rutin yang memberikan penghasilan tetap per bulan, job desc yang rutin dan jelas per hari, dan kehidupan yang bisa dibilang lumayan nyaman. Tapi, akibatnya di masa depan gimana?

4. “Coba Dulu Aku Nggak Begitu Sibuk Kerja-Kerja Terus..”

Banyak yang mengira, dengan lebih mapannya mereka, maka mereka bisa lebih banyak mengkaji Islam, lebih masif berdakwah, lebih dekat dengan keluarga, dan lebih luang untuk main game di esok hari.

Tapi ternyata, malah mereka semakin lama semakin banyak tuntunan di dunia pekerjaan mereka. Hingga tidaklah mudah untuk melepasnya..

Artikel Lainnya:  Saat Kamu Merasa Masalahmu Berat Sekali, Ingatlah 8 Ayat Al-Qur'an Ini

5. “Coba Dulu Aku Nggak Pacaran..”

Orang tua yang baik itu pasti sangat khawatir kalau anaknya salah-salah gaul. Terutama ayah, itu sangat khawatir dengan anak perempuannya. Itu sebabnya, cukup banyak seorang ayah yang melarang anaknya untuk pacaran. Karena memang selain khawatir, yah dalam syariat Islam kan pacaran itu haram.

Tapi risih rasanya melarang anak pacaran, kalau dulunya saja sang orang tuanya pun pacaran. Makanya, ada baiknya seandainya dulu mereka tidak pacaran. Karena yang namanya tindakan lebih deras pengaruhnya daripada kata-kata..

Selain yang menyesal orang tua, seorang gadis tak kalah menyesalnya karena ia telah pacaran. Masa depannya hancur, karena telah “jebol”. Memang tidak semua pacaran berakhir zina, namun hampir setiap zina diawali dari pacaran. Makanya, udah, putusin aja! Eh, tapi sudah telat.. Yang ada tinggal penyesalan..

6. “Coba Dulu Aku Nggak Gampang Marah..”

Hanya dengan marah-marah, tak jarang hubungan kedekatan diantara beberapa orang menjadi kacau. Padahal, sekiranya mereka berpisah, maka mereka akan menjalani kehidupan lebih sulit. Lebih mudah sebetulnya hidup mereka, sekiranya mereka tetap bersahabat.

7. “Coba Dulu Aku Nggak Ngomong Kasar..”

Mirip seperti yang di atas. Dua orang yang hatinya telah bersatu, sekiranya salah satu hati mereka tersakiti, maka hati yang lainnya pun ikut tersakiti. Maka tatkala ia mengatakan kata-kata kasar kepada teman atau pasangannya, yang sakit hati bukan cuman teman atau pasangannya tersebut, tapi dirinya sendiri pun otomatis jadi ikut sakit hati juga..

8. “Coba Dulu Aku Nggak Kenafsuan Makan Sembarangan..”

Mereka yang mengalami penyakit degeneratif seperti diabetes, kolesterol, kanker, asam urat, dan lain-lainnya, tak jarang yang meyesal karena mereka dulu hobi asal-asalan jajan.. Berlebihan makan gula, makan lemak, makan asal-asalan, semata-mata hanya karena enak saja… Tapi setelah itu.. mohon maaf, malah menjadi kotoran..

Manfaat-manfaat bagi tubuh yang diberikan oleh makanan-makanan tersebut sangat minim. Bahkan ada yang minus-manfaat. Yang ada adalah nafsu belaka.. Cuma enak sampai di leher..

9. “Coba Dulu Aku Nggak Sembarangan Ngutang..”

Ini juga salah satu yang membuat banyak orang stress zaman sekarang. Susah melunasi hutang-hutang mereka. Mirip seperti hal-hal di atas, biasanya mereka hutangannya itu dibelanjakan untuk perihal konsumtif sekunder. Bukan perihal konsumtif primer, maupun perihal produktif. Makanya nyesel.

Pun biasanya yang melatarbelakangi juga sama, biasanya nafsu akan duniawi.. Yang meski memang itu merupakan hasil dari gharizah-nya (nalurinya). Namun tentu dia pasti memiliki pilihan-pilihan lain, untuk memenuhi ghariziah tersebut secara lebih baik..

10. “Coba Dulu Aku Lebih Banyak Memberi ke Dia/Mereka..”

Kadang kita baru merasakan seseorang itu sangat berharga, tatkala tengah masa-masa perpisahan, masa-masa ia sedang jauh, dan masa-masa ia telah tiada.

Berapa banyak orang yang baru mau bersalaman dan ciuman, senyuman penuh cinta dan pelukan yang hangat, kalau sedang berada di Bandara, Terminal, Stasiun, dan Pelabuhan? Padahal ketika masih di Rumah, yang ada mereka malah berselisih melulu..

Ketika orangnya lagi jauh, maupun telah tiada, barulah menyesal.. “Coba dulu traktir dia makan.. coba dulu bicara yang ramah.. coba dulu ngajakinnya jalan-jalan.. coba kemarin ini makanan nggak aku makan sendirian, aku bagi-bagiin ke dia.. ke mereka.. coba dulu aku nggak gengsi memeluknya.. coba dulu aku nggak gengsi menciumnya..” nyeselnya belakangan..

Artikel Lainnya:  12 Cara Menjadi Sahabat yang Baik, Jangan Sampai Justru Kamu Jadi Sahabat yang Ngeselin

Pertanyaan besarnya, dulu Anda kemana aja?

11. “Coba Dulu Aku Mau Minta Maaf..”

Katakanlah Anda menyesal telah marah-marah, bicara kasar, dan kelakuan salah lainnya. Namun, ternyata Anda masih punya kesempatan, untuk minta maaf. Manfaatkanlah kesempatan itu segera! Bisa jadi itu kesempatan terakhir!

Kalau nggak, silahkan nikmati penderitaan nyesel selamanya..

12. “Coba Dulu Aku Mau Mengkaji Islam..”

Ini pula termasuk salah satu yang paling sangat membuat seseorang stress. Baru tahu ternyata pekerjaannya tidak syar’i. Baru tahu riba itu haram, bagi yang menerima, memberi, mencatat, dan menjadi saksi. Baru tahu ternyata secara umum di zaman ini pajak itu haram. Baru tahu akad-akad yang bathil terselebung dalam perusahaannya.

Sehingga akhirnya rada berat untuk meninggalkan itu semua.. Dan sampai ke masalah individu lainnya seperti tak tahu hukum sholat, hukum puasa, dan sebagainya..

Meski memang, mereka tidaklah berdosa kalau memang mereka tidak tahu hukumnya. Tapi, mereka berdosa karena tidak mau tahu apa hukumnya.

Coba ingat-ingat..

  • Apakah dulu pernah pas nonton TV disodorkan pilihan, untuk pilih channel A agar bisa mempelajari tsaqafah Islam, atau pilih channel B untuk nonton hiburan?
  • Apakah dulu pernah pas ke toko buku melihat ada buku A yang memuat tsaqafah Islam, namun malah pilih buku lain yang ntah itu mubah, makruh, atau haram?
  • Apakah dulu pernah pas facebook-an dan twitter-an, disodorkan pilihan untuk menyaksikan status dan tweet yang memuat tsaqafah Islam, tapi malah milih status dan tweet yang lucu-lucuan melulu?
  • Apakah dulu pernah diajak teman ikut kajian tsaqafah Islam, tapi malah bohong sibuk nggak bisa, aslinya malah mau jalan-jalan nggak penting?

Sekali lagi, mereka tidaklah berdosa kalau memang mereka tidak tahu hukumnya. Tapi, mereka berdosa karena tidak mau tahu apa hukumnya.

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Yang namanya penyesalan biasanya kenapa disesalkan, karena sangat sulit untuk diperbaiki lagi, bahkan hampir mustahil. Kalau masih bisa diperbaiki, mungkin nggak akan disesalkan. Pasti buru-buru memperbaikinya.

Karena memang, sebetulnya kenapa kita banyak merakan kesengsaraan atas kerusakan yang terjadi di dunia ini, bukan karena kita bodoh tidak bisa menemukan solusi, melainkan karena kita malas tidak mau mencegah diri dari perbuatan yang tidak bagus.

Itu sebabnya, mencegah lebih baik daripada mengobati, karena tidak semua obat (solusi) itu ada, atau bisa Anda jangkau. Tapi setiap pencegahan, insya Allah selalu bisa Anda jangkau.

Sudah.. sudah.. sudah cukup nangisnya.. Silahkan, mulai sekarang Anda antisipasi, agar diri Anda tidak termasuk mereka yang menyesali 12 hal ini. Boleh pulalah Anda share artikel ini, agar orang-orang yang Anda sayangi tahu, supaya mereka juga tidak mengalami penderitaan berkepanjangan di masa depan yang seharusnya nanti cerah, malah jadi masa depan yang suram..

Sumber gambar: HuffingtonPost, Kaskus, FlipMagz.

BAGIKAN
Mufakir adalah seorang otaku tobat yang merasa dirinya masih belum banyak bermanfaat bagi orang lain, dan berusaha selalu ingin bermanfaat bagi orang lain. Baginya sukses itu sederhana, yaitu hari ini lebih baik dari hari kemarin. Passion menulis artikel seputar motivasi dan produktivitas.