Apa Bukti Kebenaran Al-Qur’an? Beginilah Penjelasannya

bukti kebenaran al-quran

Pembahasan bukti kebenaran Al-Qur’an ini merupakan pembahasan terpenting. Sebab, bila Al-Qur’an itu tidak benar, otomatis semua iman dan syariat Islam itu tidak benar.


Begitu pula sebaliknya, bila Al-Qur’an itu benar berasal dari Sang Pencipta, maka otomatis semua kabar yang terdapat di dalamnya benar. Termasuk soal syariat, berarti semuanya benar, tanpa harus dibuktikan keilmiahan manfaat jasmani dari syariat tersebut satu per satu.

Nah, maka dari itu, pertama-tama, seperti biasa.. kan sebelumnya kita telah membahas manusia, kehidupan, dan alam semesta, kita coba mengindera apa sih fakta-fakta yang ada pada 3 hal tersebut. (lihat artikel “Apakah Tuhan itu Ada? Begini Bukti Adanya Tuhan“)

Nah, begitu pula ketika kita mengindera Al-Qur’an ini, apa sih fakta-fakta yang pasti ada di Al-Qur’an ini? Pernyataan pasti apa yang dapat dibenarkan oleh setiap akal manusia siapapun di manapun dan kapan pun; terhadap Al-Qur’an itu?

Tidak lain dan tidak bukan, satu hal fakta yang pasti yang ada pada Al-Qur’an adalah, Al-Qur’an itu berbahasa ArabRight? Itu merupakan satu fakta yang memang faktual, tak bisa dibantah.

Sekarang, dengan diketahuinya bahwa Al-Qur’an ini berbahasa Arab, berarti kita semakin dekat dengan pembuktian bahwa kitab suci tersebut apakah memang dari Sang Pencipta, atau dari manusia yang berbohong sok-sok mengarangnya? Berarti, ada 3 kemungkinan:

  • Al-Qur’an itu karangan orang Arab
  • Al-Qur’an itu karangan Muhammad
  • Al-Qur’an itu memang dari Sang Pencipta
Begitulah…
kebenaran al quran yang telah terbukti

Mari kita telaah satu per satu…

Kemungkinan #1. Al-Qur’an itu Karangan Orang Arab?

Ada yang bilang bahwa Al-Qur’an itu karangan orang Arab, karena tulisannya berbahasa Arab. Benarkah seperti itu? Ternyata, tidak.

Seluruh bangsa Arab pernah ditantang oleh Al-Qur’an untuk membuat yang serupa dengan Al-Qur’an.

وَإِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا۟ بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِۦ وَادْعُوا۟ شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ اللّٰـهِ إِن كُنتُمْ صٰدِقِينَ

Dan jika kalian dalam keraguan tentang apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami, maka datangkanlah satu surat yang sepertinya dan ajaklah penolong-penolong kalian selain Allah, jika kalian orang-orang yang benar.

[QS. Al-Baqarah: 23]
أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُواْ بِعَشْرِ سُوَرٍ مِّثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُواْ مَنِ اسْتَطَعْتُم مِّن دُونِ اللّهِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

“Bahkan mereka mengatakan: “Muhammad telah membuat-buat Al Qur’an itu”, Katakanlah: “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”.”

[QS. Huud: 13]
أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُواْ بِسُورَةٍ مِّثْلِهِ وَادْعُواْ مَنِ اسْتَطَعْتُم مِّن دُونِ اللّهِ إِن كُنتُمْ صَادِقِين

“Atau (patutkah) mereka mengatakan: “Muhammad membuat-buatnya.” Katakanlah: “(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”.”

[QS. Yunus: 38]

Lalu, bagimana usuaha orang Arab menanggapi tantangan tersebut?

Seluruh bangsa Arab pun menerima tantangan tersebut. Lalu merea mencoba membuat yang serupa dengan Al-Qur’an,. Sampai-sampai yang mastah-mastah syair, suhu-suhu syair, dan cikgu-cikgu syair waktu itu berlomba-lomba untuk membuat yang serupa dengan Al-Qur’an ini.

Tetapi, malangnya, tak ada satu pun orang bangsa Arab yang bisa…

Setiap kali ada orang yang mencoba membuat sebuah surat, eeh malah buatannya itu ditertawakan oleh temannya sendiri.

Soalnya nggak level banget.. Ada lagi yang buat surat lain, malah tambah lucu lagi..

Sangkin anehnya, ada yang membuat surat kodok, “Kodok.. apakah kodok itu?? Kodok itu..” Halah.

bukti bukti kebenaran al quran

Maka dari itu, kemungkinan yang pertama (Al-Qur’an adalah karangan bangsa Arab) ini bathil. Alias, salah.

Artikel Lainnya:  Tidak Semua 'Demonstrasi' Hukumnya Haram, Harus Bisa Bedain Antara "Masîrah" dengan "Muzhâharah"

Kemungkinan #2. Al-Qur’an itu Karangan Muhammad?

Ada yang mengatakan bahwa Al-Qur’an itu karangan seseorang, yang namanya Muhammad. Soalnya, Muhammad yang membawa Al-Qur’an itu.

Makanya ada sebagian orang yang menyebut Islam dengan istilah lain, yaitu Muhammadanism. Malahan nggak mau menyebut kata “Islam”. Karena menurut mereka kitab suci itu adalah agama buatannya seseorang yang bernama Muhammad.

Benarkah kemungkinan yang kedua ini? Yah tinggal dipikirkan benar-benar saja. Tentulah tidak mungkin.

Karena, argumen pertama; Wong seluruh bangsa Arab aja nggak ada yang bisa mendatangkan yang semacam Al-Qur’an, apalagi salah satu bangsa Arab yaitu Muhammad sendirian? Lantaran kan Muhammad itu termasuk bangsa Arab. Maka dari itu, tidak mungkin kitab Al-Qur’an ini dikarang oleh Muhammad.

Kemudian, argumen kedua; ternyata Muhammad juga menyampaikan hadits mutawatir. Hadits mutawatir itu maksudnya hadits yang sampainya periwatannya itu kepada kita secara tawatur. Secara jamai ke jamai, ada banyak yang meriwayatkan.

Kemudian, argumen ketiga; kita saksikan, seluruh gaya bahasa (ushlub) Al-Qur’an dan hadits itu tidak ada yang sama. Oleh karena itu, tidak mungkin ada manusia yang bisa memiliki 2 gaya sekaligus secara terus-menerus seumur hidupnya.

Coba deh simak seseorang yang barangkali sudah tak asing Anda saksikan, misalnya Pak Mario Teguh. Gaya ngomongnya beliau itu dari dulu sampai sekarang yah begitu terus. Mas Ippho Santosa, pun memiliki ciri khasnya tersendiri. Mas Jaya Setiabudi, juga begitu, punya ciri khas cara bicaranya sendiri. Ustadz Felix Siauw pun juga sering bilang, “Bisa dipahami kira-kira maksud saya?”, “..jadi kira-kira begitu..” karena itu ciri khas bicara dirinya.

Yang lebih terkenal lagi, lihatlah tiap-tiap gaya presiden di Indonesia ini. Gaya Pak SBY beda banget kan dengan gaya Pak Jokowi?

Setiap orang punya gaya bicara masing-masing

Pun teman-teman saya, saya juga tahu masing-masing ciri khas mereka bagaimana ketika presentase; ada yang medok banget logat Jawanya, ada yang tak bisa lepas pakai kosakata bahasa Sunda, ada yang nampak kali logat Medannya, ada yang suka main-mainin benda di Sekitarnya, ada yang selalu bilang, “Gitu yaa..”, dan sebagainya..

Saya pun demikian. Dan memang setiap orang itu memiliki style ngomongnya masing-masing.

Begitu pula ketika Muhammad menyampaikan hadits itu berbeda dengan ketika menyampaikan Al-Qur’an. Bahkan sekiranya kita tak ngerti bahasa Arab, insya Allah kita bisa membedakannya.

Contohnya saja saat Anda nonton film luar negeri, ntah itu movie Amerika, anime Jepang, drama Korea, dan lain-lainnya; ketika sedang tidak ada menampilkan karakter siapa-siapa, namun hanya ada suara-suara saja, Anda bisa membedakannya kan bahwa suara yang lagi ngomong pertama itu suara siapa, dan suara berikutnya yang membalas itu suaranya siapa?

Contoh faktanya lainnya lagi nih. Pernah ada seseorang yang lagi sholat shubuh berjamaah di Mesjid, sebagai makmum. Imamnya adalah seseorang kakek-kakek yang sudah cukup tua. Nah, ketika raka’at kedua, setelah membacakan surat al-fatihah, kaket tersebut membacakan sesuatu yang asing.

Kemudian seseorang yang jadi makmum itu merasa aneh, “Kok nggak pernah denger nih surat.. Surat apa ya nih…” yasudahlah sebagai makmum, ngikutin aja. Ntar kalau udah selesai, coba ditanyakan..

Begitu selesai sholat, dzikir, do’a, lalu bubar. Kemudian, langsung ia samperin sang kakek itu, “Pak.. Pak..”.

Kakek itu menyaut, “Ada apa?”.

Dia nanya, “Itu tadi Pak.. pas rakaat kedua, setelah Bapak selesai baca surat al-fatihah, kemudian bapak baca surat apa ya Pak??”

Dijawab sang Kakek, “Ya baca ayat Al-Qur’an lah.”

“Oh, surat apa Pak?” tanyanya lagi.

“Yaa saya nggak hafal suratnya surat apa. Pokoknya dari Qur’an itu.” balas si Kakek lagi.

Artikel Lainnya:  22 Adab Berdebat dalam Islam, Pelajarilah Ini, Jangan Sampai Anda Suka Berdebat Tapi Tak Beradab

“Masak sih Pak, kok saya nggak pernah denger??” herannya.

“Ah Kamu aja yang nggak hafal Qur’an.” balas sang Kakek.

“Saya pengen lihat Pak!!” penasarannya.

“Ya lihat saja, wong itu saya hafal memang dari Qur’an kok. Di bagian belakang-belakangnya.” si Kakek beritahu.

“Ooh kalau bagian belakang mah saya juga hafal Pak. Juz 30 kan Pak?” responnya.

“Iyaaa itu saya ambil ayat-ayat yang di belakang-belakanglah!” Tegas sang kakek.

Akhirnya diambillah sebuah Al-Qur’an, dibukalah lembaran terakhir, ternyata di situ tercantum: do’a khatam Al-Qur’an. Hehehehehehe!!

Bukan Qur’an itu mah! Hehehe! Seseorang yang tadi itu tahu bahwa yang dibacakan setelah surat al-fatihah pada raka’at kedua itu adalah do’a-do’a dari hadits. Walaupun belum banyak hafal, tapi bisa tahu gaya hadits itu beda dengan gaya Al-Qur’an.

Jelas, tidak mungkin ada manusia yang bisa konsisten memiliki 2 gaya bahasa. Pun misalnya kita lagi bercanda niru-niru gaya teman kita, atau gaya siapa gitu, palingan cuman sebentar aja. Nggak bisa terus-menerus punya banyak gaya gitu.

Maka dari itu, kemungkinan yang kedua ini juga bathil. Alias, salah.

Meski pun begitu, ada pula yang masih kekeuh membantah. Katanya, Al-Qur’an ini disadur oleh seorang Nasrani yang bernama Jabr. Namun, hal itu juga salah.

Argumen keempat; tuduhan tersebut dibantah di Al-Qur’an.

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُ بَشَرٌ لِّسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِيٌّ وَهَـذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُّبِينٌ

“Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: “Sesungguhnya Al Qur’an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)”. Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa `Ajam, sedang Al Qur’an adalah dalam bahasa Arab yang terang.”

[QS. An-Nahl: 103]

Seseorang manusia disitu maksudnya si Jabr tadi itu. Katanya Al-Qur’an itu hasil plesetan. Kemudian Allah membantah, padahal si Jabr itu orang Ajam (non-Arab).

Orang ajam itu seperti halnya kita-kita ini, orang non-Arab. Yang hari ini mayoritas tidak bisa berbahasa Arab, tidak bisa ngomong Arab. Saya, dan Anda, dan juga si Jabr; kita ini termasuk orang Ajam.

Bagaimana mungkin Muhammad bisa belajar kepada orang yang tidak bisa ngomong bahasa Arab? Nggak akan nyambung dong kalau ngobrol.

Misalnya coba kalau Anda ditaruh di Jepang tiba-tiba gitu, palingan nanti Anda komunikasi sama orang Jepangnya paka bahasa isyarat, hehehe! Ribet banget kan!

Apalagi kalau mau belajar kitab, pakai bahasa isyarat? Tidak mungkin.

Kemudian argumen kelima; Muhammad itu orang yang ummi, yaitu orang yang tidak dapat membaca dan menulis. Bagaimana mungkin orang yang tidak dapat membaca dan menulis bisa membuat karya tulis? Apalagi karya tulisnya tebal banget? Wong mahasiswa yang bisa baca-tulis aja bikin skripsi nggak beres-beres 3 tahun, hehehe!

fakta kebenaran alquran

Maka dari itu, kemungkinan yang kedua ini juga bathil. Alias, salah. Tidak mungkin kitab Al-Qur’an ini dikarang oleh Muhammad.

Kemungkinan #3. Al-Qur’an Itu Memang Berasal dari Sang Pencipta

Berhubung kemungkinan yang pertama dan yang kedua telah terbukti salah, maka otomatis kemungkinan ketiga inilah yang benar secara pasti.

Ternyata betul, Al-Qur’an ini berasal dari Sang Pencipta, yang disitu terncantum; Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Benarlah bahwa Al-Qur’an ini adalah firman Allah SWT, kalamullah. Merupakan mukjizat untuk Nabi Muhammad SAW.

bukti kebenaran alquran sebagai wahyu allah

Nah, begitulah.

Dengan begini, jelas, ternyata memang benar bahwa Al-Qur’an itu berasal dari Sang Pencipta, yakni Allah Swt. Otomatis, berarti Islam merupakan satu-satunya agama yang benar, dan ideologi yang benar.

Wallahua’lam bishshawab..

Bagaimana menurut Anda?

Komentar

BAGIKAN
Dani Siregar

Marketing TeknikHidup.