Tak Usah Khawatir Dituduh Radikal Oleh Orang, Asal Kita Diridhai Oleh Allah Bila Ta’at Syariat

Tak Usah Khawatir Dituduh Radikal Oleh Orang, Asal Kita Diridhai oleh Allah Bila Ta'at Syariat

Alhamdulillah walaupun di Akhir zaman ini banyak manusia error, namun tak sedikit pula ada orang-orang yang mulai pada hijrah berusaha agar bisa lebih islami.

  • Ada yang mulai berhijab syar’i
  • Ada yang mulai suka baca buku Islami
  • Ada yang mulai suka mengamalkan amalan sunnah
  • Ada yang mulai suka menghadiri kajian Islam
  • Dan sebagainya…

Namun sayangnya, upaya untuk mengajak orang lain agar hijrah dan istiqamah padanya memang tidak 100% lancar. Ada saja beberapa tantangan dan halangan. Beberapa diantaranya, adalah opini terorisme dan radikalisme yang ntah mengapa beberapa kali disematkan pada umat muslim secara paksa.

Bahayanya opini tersebut, berpotensi malah menakut-nakuti sebagian teman-teman kita yang hendak berhijrah maupun baru saja berhijrah.

Selain itu, juga berpotensi membuat sebagian Ustadz dan pengemban dakwah menjadi ‘agak sedikit was-was’ berdakwah.

Sehingga ketika kita hendak mengajak orang lain untuk ke Mesjid, majelis ta’lim, dan sebagainya; masyarakat awam yang mudah termakan fitnah bisa-bisa jadi ragu, misalnya:

  • “Hmm.. nggak mau ah, nanti jadi radikal..”
  • “Pakai kerudung gitu radikal…”
  • “Celana cingkrang radikal..”
  • “Baca kitab bahasa Arab radikal..”
  • “Berjenggot radikal..”
  • “Rajin sholat radikal..”
  • “Amar ma’ruf nahi munkar radikal..”

Nah, terkait tantangan seperti itu, bagaimana sebaiknya kita menyikapinya?

Iya, pertama-tama, ada baiknya kita bahas dulu, apa itu radikal?

Apa itu radikal?

Sejatinya, radikal itu bukanlah sebuah istilah yang negatif. Bukan sebuah kata yang bermakna jelek dan hina sehingga dipakai untuk mengejek, menghina, dan mengata-ngatain orang.

Sejatinya, radikal itu adalah istilah yang umum.

Ketika ada keinginan perubahan dari dasar, itulah yang disebut perubahan yang radikal.

Jadi, seharusnya yang menjadi persoalan adalah, ide apa yang menjadi dasar perubahan tersebut? Apakah ide-ide yang kufur? Ataukah ide-ide yang islami? Nah, apabila kasusnya seseorang, kelompok, dan masyarakat; ingin berubah (hijrah) menjadi lebih baik, alim, dan sholeh, justru itu adalah perihal yang bagus. Tidak perlu kita merasa takut, terpojokkan, was-was, dan sebagainya.

Artikel Lainnya:  Tujuan Hidup Manusia, adalah Tujuan Sang Pencipta Menciptakan Manusia. Apakah Itu? Begini Penjelasannya

Justru yang perlu was-was adalah bila kita malah berubah menjadi komunis, atheis, sekuler, hedonis, sesat, dan sebagainya yang negatif yang notabene mengundang murka Allah; itulah yang berbahaya.

Pangeran Diponegoro pernah dituduh “radikal” oleh Penjajah Belanda (sumber ilustrasi: Wikipedia)

Lagipula, dulu, pada zaman penjajahan Belanda, di Indonesia ini kan ada sebuah kerjasama antar organisasi yang disebut Radicale Concentratie (Perhimpunan Radikal) yang berupaya melawan Belanda. Pemerintah Belanda waktu itu menyebutnya radikal. Lalu, Pangeran Diponegoro pun juga disebut radikal pada waktu itu. Namun masyarakat memandang organisasi ‘radikal’ tersebut dengan makna positif.

Maka, kalau radikal yang dimaksud adalah upaya hijrah dari bejat jadi ramah, dari kezaliman jadi keadilan, dari penjajahan jadi kemerdekaan; maka tentu kita tidak perlu khawatir disebut radikal. Malah kalau radikal itu maknanya melawan kesesatan, kekufuran, ketidakadlian, penjajahan, dan sebagainya gitu; tidak apa-apa kita sebut kita ini memang radikal.

Jadi, sudah pahamlah kita, radikal itu maknanya bisa positif, bisa juga negatif. Hanya saja terkesan dimaknai negatif. Seharusnya ada pembahasan dulu radikalnya itu dari apa menjadi apa? Apakah dari baik jadi buruk, atau justru dari buruk jadi baik?

Kalau perubahan radikal dari yang buruk menjadi baik, berarti bagus dong!

Padahal, kita sudah tahu sama-sama betapa banyak fakta pada hari ini yang demikian menyeramkan dan menyedihkan:

  • Angka kriminalitas tinggi
  • Angka hamil di luar nikah tinggi
  • Pencurian nyaris jadi setiap hari, kalau tidak mau dibilang setiap hari
  • Narkoba masih tetap beredar
  • Masalah korupsi nggak selesai-selesai
  • Sholat ditinggalkan dengan mudah
  • Majelis ta’lim sepi, konser musik dan film ramai
  • Kemiskinan makin parah

Nah, terkait masalah-masalah seperti itu, apalah penyebabnya kalau bukan karena kemaksiatan kita pada Allah? Bukankah itu semua terjadi karena kita meninggalkan perintahNya dan malah getol melakukan laranganNya?

Artikel Lainnya:  6 Jenis Ghibah yang Diperbolehkan, Ketahuilah Agar Anda Tak Salah Paham

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf: 96)

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ ْ

“Telah nampak keruskan di darat dan lautan karena sebab ulah tangan-tangan manusia agar Allah memberi pelajaran (baca: merasakan) pada mereka terhadap sebagian yang mereka lakukan. Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41)

Maka dari itu, wajarlah para pengemban dakwah dan ulama semakin getol bergerak mengajak umat muslim untuk berhijrah dan istiqamah. Namun hijrah di situ bukan sekadar dipaksa yang tidak mau sholat jadi sholat. Namun, hijrah di situ adalah lebih menguatkan dasar iman Islam. Karena kalau iman Islam sudah kuat, tidak perlu dipaksa-paksa maka seseorang akan dengan mudah untuk sholat, serta ta’at pada syariat lainnya.

Nah, perubahan mendasar yang seperti itu yang kadang disebut radikal. Gitu kan sebenarnya bagus, dan memang bagus, maka sudah sepatutnya kita dukung.

Saya khawatir yang dihalang-halangi sebenarnya bukan radikalisme, melainkan Islam.

Padahal Islam ini adalah agama kita yang benar. Agama dari Allah Subhanahu waTa’ala Yang Menciptakan kita, Yang Memberikan kita rezeki; makan; minum; oksigen, Yang Menciptakan alam semesta ini…

Maka dari itu, bila memang kita tengah berusaha ta’at pada Allah, hijrah menjadi lebih sholeh, berjuang menegakkan agama Allah; biarlah kita dituduh radikal dan teroris dan apapun itu oleh orang-orang nggak jelas gitu; asalkan nama kita disebut-sebut oleh Allah di hadapan para malaikat, bahwa Allah meridhai kita karena kita ingin hijrah dan istiqamah Islami!

BAGIKAN
Dani Siregar
Marketing TeknikHidup.