AKU KUAT, karena aku tahu kelemahanku. AKU MENAWAN, karena aku sadari kecacatanku. AKU BERANI, karena aku mengakui ketakutanku. AKU BIJAK, karena aku mengevaluasi kesalahanku. AKU BISA MENCINTAI, karena aku sudah tinggalkan kebencian. AKU BAHAGIA, karena aku sudah letih bersedih terus…

AKU KUAT, karena aku tahu kelemahanku. AKU MENAWAN, karena aku sadari kecacatanku. AKU BERANI, karena aku mengakui ketakutanku. AKU BIJAK, karena aku mengevaluasi kesalahanku. AKU BISA MENCINTAI, karena aku sudah tinggalkan kebencian. AKU BAHAGIA, karena aku sudah letih bersedih terus...
AKU KUAT, karena aku tahu kelemahanku. AKU MENAWAN, karena aku sadari kecacatanku. AKU BERANI, karena aku mengakui ketakutanku. AKU BIJAK, karena aku mengevaluasi kesalahanku. AKU BISA MENCINTAI, karena aku sudah tinggalkan kebencian. AKU BAHAGIA, karena aku sudah letih bersedih terus…
Artikel Lainnya:  Sudah berapa banyak perihal yang kita katakan "SULIT" ketika beberapa tahun yang lalu, namun sekarang kita katakan, "MUDAH"? Bisa karena biasa.
BAGIKAN
Dani Siregar
Al-Faqir ilAllah. Menekuni dunia blogging dan Search Engine Optimization Marketing sejak tahun 2011. Suka martabak dan es krim. Hidup untuk mabda' Islam.

Bagaimana menurut Anda?

Komentar