Begini Pola Teruji Bagaimana Orang-Orang Bisa Mendapatkan Uang

Jangankan Anda yang udah dewasa, anak-anak zaman sekarang pun juga suka pusing mencari uang. Padahal uang jajan anak-anak SD zaman sekarang itu udah ntah berapa kali lipatnya uang jajan kita dulu coba?

Yah, ntah sudah berapa kali pula saya mendengar keluhan orang-orang di sekitar saya, bahwa mereka pingin dapat uang, tapi nggak bisa. Nggak tahu gimana caranya. Padahal, setiap orang itu -terlepas dia kaya atau miskin atau sedang-sedang saja- memiliki pola pencarian uang yang sama. Yang tentunya pola tersebut bersifat praktis, bisa dilakoni siapa saja dengan mudah.

Apa itu polanya? Latar belakangnya begini. Intinya, kan kita sebagai manusia itu memiliki kebutuhan dan keinginan dari naluri. Nah, sekiranya Anda bisa memenuhi keinginan dan kebutuhan seseorang, maka dari situ Anda bisa meraup uangnya.

Coba saja, apalah yang akan Anda lakukan, jika Anda mengalami masalah berikut ini:

  • Aduuh, laper euuyy…
  • Lagi ngidam coklat.. ><
  • Lihat nih Bro! Keren banget tasnya!
  • Aku bingung buat laporan keuangan nih..
  • Oke. Naskah udah selesai kutulis. Sekarang tinggal mikirin gimana caranya agar naskah ini lebih berwarna dan banyak gambarnya..
  • Wuish, pegel banget punggung gue, sumpah..
  • Hoalah, Jakartaaa… Jakartaaa.. Panasmu na’udzubillaaahh..
  • Saya nggak tahu pula jalan dari Dipatiukur ke Cihampelas..

Apa yang akan terjadi kedepannya saat mereka mendapatkan masalah tersebut, pasti sama. Yakni, mengeluarkan duit mereka! Yah, mereka bakal ngeluarin duit mereka buat beli makanan, beli tas, beli jasa penyusunan laporan keuangan, beli jasa desain grafis, beli cemilan, beli minuman, beli jasa pijat, beli jasa angkot, dan lain-lain..

Segala keinginan dan kebutuhan manusia tersebutlah yang disebut dengan: permintaan pasar. Terhadap permintaan pasar inilah, Anda bisa memanfaatkannya untuk menawarkan bantuan kepada mereka, agar keinginan dan kebutuhan mereka terpenuhi. Dan ketika Anda berhasil menunaikan bantuan tersebut, di saat itulah Anda bisa meraup uang mereka.

Artikel Lainnya:  6 Jurus Tokcer Mengoptimalkan Gambar Agar Mudah Ditemukan di Google

Asalkan, Anda bisa jeli saja melihat peluang. Salah satu dari maksud dari frasa monoton “melihat peluang” itu yah melihat apa permintaan pasar? Biasanya, permintaan pasar itu, apabila permintaannya telah terpenuhi, maupun akan terpenuhi, dia berkata:

  • Makasih yaa..
  • WAW!!
  • Alhamdulillah..
  • Untung aja…
  • Gilee keren bangeeett!!
  • Sumpah, enak!!
  • Seandainya..
  • Coba kalau..
  • Gimana kalau..
  • Aamiin..
  • Mauuuuuuuu..
  • Aku suka..
  • Dan lain-lain

See? Cukup jelas. Satu hal yang saya tahu, pasti Anda ini punya kemampuan untuk memenuhi permintaan pasar tersebut. Allah udah memberikan Anda banyak potensi. Kalau Anda masih mengeluh juga, berhati-hatilah, jangan-jangan Anda mengingkari nikmatNya.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

[QS. Ar-Rahmaan (55): 13]

Emangnya kenapa kok saya bisa bilang bahwa Anda memilki kemapuan untuk memenuhi permintaan pasar tersebut adalah? Yah karena Anda masih hidup! Coba saja, satu-satunya alasan kenapa sampe hari ini Anda masih bisa hidup, karena Anda telah berhasil memenuhi permintaan diri Anda sendiri, maupun diri orang-orang di sekitar Anda. Sekiranya tidak, pastilah Anda sudah “dibunuh” oleh diri Anda sendiri, maupun oleh orang-orang di sekitar Anda.

Apalagi kalau Anda pernah membuat orang-orang di sekitar Anda mengatakan kata-kata yang ada dijelaskan di atas. Ntah itu ketika Anda membagikan makanan, membantu pengangkatan barang, dan sebagainya.

Pokoknya, yah gitu. Gimana pun nanti kalau ada orang yang secerdas apapun, kemudian dia mudah mendapatkan uang yang tokcer, tetap saja polanya itu yah ini. Dia memenuhi permintaan pasar. Soalnya, inilah dasarnya bagaimana agar diri kita dicari-cari oleh Perusahaan. Juga, dasar bagaimana agar kita membangun sebuah bisnis. Penuhi permintaan pasar!

Itu sebabnya, Abdurrahman bin Auf, salah seorang sahabat Rasulullah, bisa menjadi kaya banget, karena beliau itu main di makelar awalnya. Beliau jago melihat permintaan pasar, dan jago pula mensegmentasikannya. Lalu ia datangkanlah produk-produk bagi siapa yang membutuhkannya.

Artikel Lainnya:  Cara Kerja Efektif dan Efisien Dimana Saja: Ini 5 Jurus Mantapnya

Misalnya, sekarang kan mau masuk tahun baru 2016. Kadang, orang baru sibuk nyari kalender itu pas bulan Januarinya. Nah, Anda coba cari sekarang aja. Anda belinya Rp5.000, Anda jual Rp10.000. Kalau dia nawar-nawar, kasih deh harga pasnya Rp8.000. Bisa kan? Itu baru kalender. Di luar sana, masih banyak lagi permintaan pasar yang belum terpenuhi. Ayo, mari kita berlomba-lomba siapa yang mau memenuhinya!

Baiklah. Kalau gitu, saya tunggu cerita pendapatan uang Anda. Kira-kira, permintaan apa yang akan Anda penuhi?

BAGIKAN
Dani Siregar
Al-Faqir ilAllah. Menekuni dunia blogging dan Search Engine Optimization Marketing sejak tahun 2011. Suka martabak dan es krim. Hidup untuk mabda' Islam.

Bagaimana menurut Anda?

Komentar