9 Cara Mengikis Keraguan Calon Pembeli Anda, Agar Mereka Langsung Beli Sekarang!

Kenapa calon pembeli tak kunjung berubah menjadi pembeli, bisa jadi karena ia tidak memilki kepercayaan terhadap toko online Anda.

Anda pun begitu, biasa membeli sesuatu seringnya dari seseorang yang sudah terpercaya kan? Yang sudah langganan gitu. Daripada coba-coba ke yang belum pernah.

Di lain kasus, biasa pula kasus Anda maupun orang lain yang tidak jadi beli, karena penampilan lapaknya tak meyakinkan. Serta ada pula kasus yang membuat Anda maupun orang lain kapok setelah pembelian pertama, karena si penjual yang sikapnya buruk.

Tidak bisa tidak, agar orang mau beli sesuatu ke Anda, Anda harus memiliki kepercayaan dari si calon pembeli tersebut. Tidak bisa tidak loh ya! Maka dari itu, Anda harus pastikan, apakah Anda sudah berusaha membangun kepercayaan dari calon pembeli Anda?

Nah, apabila Anda belum melakukannya secara optimal, atau belum sama sekali, silahkan simak 9 tips ini terkait cara membangun kepercayaan calon pembeli terhadap toko online Anda.

1. Pajang Testimoni

Ini jelas terbukti ampuh mengubah calon pembeli menjadi pembeli. Namanya juga dia belum pernah menggunakan produk Anda tersebut, pastilah ada rasa khawatir apa benar produk Anda merupakan apa yang mereka harapkan.

Maka adanya testimoni dari orang yang sudah beli dan menggunaka produk Anda tersebut, sangat membantu untuk meyakinkan mereka. Terlebih lagi kalau testimoninya dari orang-orang terkenal. Khususnya terkenal di kalangan target pasar Anda.

“Hmm.. tapi.. kalau toko online-nya baru aja jalan, belum ada satu sales pun, gimana bisa punya testimoni?”

Bisa-bisa aja..

Awal-awal, tawarin aja ke teman-teman atau saudara terdekat Anda. Jualan offline dulu. Ntar minta mereka kasih testimoni via online, lalu Anda capture screenshot.

Kalau bisa, kasih gratis aja sekalian ke orang-orang terkenal, tapi syaratnya minta testimoni dari mereka.

2. Ahli, dan Mampu Mengedukasi

Kalau bisa Anda jangan cuma mikir gimana mengubah calon pembeli menjadi pembeli. Baiknya Anda juga mikirin gimana mengubah calon pembeli menjadi pembeli, lalu menjadi pembeli yang maniak. Alias, pembeli yang rajin beli beberapa kali ke Anda.

Salah satu ciri penjual yang rajin dibeli produknya adalah penjual yang bener-bener menguasai bidang produk ataupun jasa yang ia jual. Sekaligus, mampu memahamkan si calon pembeli.

Artikel Lainnya:  Membangun Personal Brand

Misalnya, Anda punya langganan service laptop yang senantiasa menjawab semua pertanyaan-pertanyaan Anda. Solutif banget dia. Sementara itu, Anda juga pernah ke tempat service laptop lain yang jutek banget, males kalau ditanya-tanyain. Nah, mending Anda ke yang senantiasa mengedukasi ya kan?

Sekiranya dia menawarkan bahwa solusi Anda adalah produk dia, maka Anda pasti percaya dengannya dan mau membeli produknya kan?

3. Punya Website dengan Top Level Domain

Memang salah satu yang bikin calon pembeli kurang percaya dengan sebuah toko online adalah, khawatir bahwa toko online itu penipu. Udah dibayar, tapi barang pesanannya nggak dikirim.

Nah, perlu diketahui, biasanya yang namanya penipu online itu dia tidak punya website dengan top level domain. Maksudnya dia tidak punya website dengan domain bayaran seperti .com, .net, .org, dan lainnya. Seringnya mereka hanya menggunakan domain gratisan seperti .blogspot.com, .wordpress.com, dan sebagainya.

Meski memang bukanlah pasti yang domain bayaran itu toko online yang jujur, dan domain gratisan itu penipu. Faktanya ada saja juga sih toko online yang domain .com tapi penipu, dan ada pula yang domain .blogspot.com tapi dia jujur. Hanya saja, umumnya sih yang domain .com itu jujur.

Paling nggak, dengan Anda punya website berdomain .com gitu misalnya, persentase kepercayaan si calon Customer pasti naik, karena Anda sudah mengeluarkan budget, kelihatan bahwa Anda itu lebih serius.

4. Tunjukkan Nomor Resi Pengiriman

Masih berkaitan dengan khawatir akan penipuan.

Dengan adanya beberapa nomor resi yang bisa dicek bahwa ada pengiriman paket atas nama Anda ataupun nama toko online Anda, maka jelas calon pembeli tersebut yang tadinya khawatir bahwa nanti setelah uangnya ditransfer tapi barangnya tidak dikirim, akan berubah total jadi percaya bahwa memang betul faktanya pernah barang yang mereka minati tersebut itu memang Anda punya dan memang pernah Anda kirim.

5. Melayani COD

Satu lagi yang terbukti ampuh mengikis keraguan si calon pembeli. Yaitu, ketemunan langsung untuk serah-terima antara barangnya dengan uangnya. Atau istilahnya COD, Cash on Delivery. Langsung lunturlah kekhawatiran mereka bahwa Anda adalah penipu.

Artikel Lainnya:  Cara Kerja Efektif dan Efisien Dimana Saja: Ini 5 Jurus Mantapnya

6. Boleh Bayar Melalui RekBer

Bila COD tidak memungkinkan bagi Anda dan calon pembeli Anda, karena terkendala jarak atau yang lainnya, maka pembayaran via rekening bersama, biasa disingkat rekber, adalah alternatifnya.

(Terlepas dari masalah spekulasi si pengendap dana… ) dengan rekber itu, uang yang ditransfer si Pembeli tidak langsung Anda terima, melainkan menetap di rekbernya dulu. Kalau nanti sudah masuk di rekber, maka Anda kirimlah barang pesanan si Customer Anda tersebut. Kemudian jika barang tersebut sudah sampai diterima di tangan si Customer, maka akhirnya uang yang menetap di rekber tersebut akan dikirim ke rekening Anda.

7. Ada Dimana-Mana

Tak menutup kemungkinan, tatkala calon pembeli mengunjungi lapak Anda, ia akan cari-cari informasi lain dari luar dulu terkait lapak Anda. Ntah itu via social media, maupun via search engine.

Maka dari itu penting pulalah Anda eksis ada dimana-mana. Walau sekadar eksis nomor kontak Anda saja. Di facebook ada, di twitter ada, di LINE ada, di Instagram ada, begitu.

8. Fast Respond

Iya, fast respond itu harus. Itu ciri serius jualan. Kalau nggak serius, Anda pasti sambil nyambi-nyambi yang lain.  Lagipula, lambatnya Anda merespon itu memungkinkan dia akan pergi mencari toko online lain yang menjual produk yang serupa seperti yang Anda jual.

9. Rajin Berbagi

Mirip seperti tips nomor dua di atas, namun tips kali ini senantiasa rutin dilakukan, tanpa harus menunggu ada calon pembeli yang datang bertanya-tanya ke Anda. Rajin-rajin sajalah sharing tips, trik, solusi, dan lain yang sebagainya yang bermanfaat bagi target pasar Anda. Ntah itu via fanpage facebook, twitter, Instagram, LINE Official, broadcast WhatsApp, BBM, Blog, email, dan lain-lainnya.

Misal, sekiranya Anda jual produk diet, berbagilah tips seputar diet. Jual produk bayi, berbagilah tips seputar masalah dalam mengurus anak. Dan lain-lain sebagainya. Tidak mugkin tidak, setelah mereka mendapatkan value yang begitu berkualitas, dan banyak pula, mereka akan percaya kepada Anda.

Saatnya Praktekkan

Nah, kira-kira, yang mana yang hendak Anda lakukan duluan diantara 9 tips di atas? Jangan cuma dibaca. Silahkan segeralah Anda agendakan.

 

BAGIKAN
Dani Siregar
Al-Faqir ilAllah. Menekuni dunia blogging dan Search Engine Optimization Marketing sejak tahun 2011. Suka martabak dan es krim. Hidup untuk mabda' Islam.

Bagaimana menurut Anda?

Komentar