5 Cara Ampuh Meningkatkan Keuntungan Bisnis Anda Secara Drastis (Part 1)

 

Aslinya materi ini dipaparkan oleh Sir Bradley Sugar. Disampaikan ulang oleh salah seorang mentor kami di YEA, yakni mas Kukuh. Gunanya, supaya Anda bisa menganalisis keadaan usaha Anda, lalu mengoptimalisasikannya, sehingga profitnya bisa naik secara drastis! Well, berikut ini 5 caranya:


1. Pengelolaan Prospek (Calon Pelanggan)

Prospek, atau bisa juga disebut sebagai calon pelanggan, adalah orang yang sepertinya dia akan membeli produk Anda. Ntah itu karena dia sering lewat ke toko Anda, sering masuk ke toko Anda, sering ngelirik-lirik toko Anda, maupun sering nanya-nanya produk Anda. Tapi mereka belum beli.

Kalau di toko Anda udah ada prospek begini, yah alhamdulillah. Kalau belum, berarti itu nasib Anda. Hehehe! Kalau belum, berikut ini jurus-jurus ampuhnya, agar toko Anda bisa didatangi prospek:


  • Pasang banner. Usahain bannernya gede. Intinya, supaya orang bisa tahu aja, kalau Anda itu jualan apaan. Dan usahain juga, banner Anda bisa kelihatan dari jarak jauh, dan bisa pula dilihat dari berbagai sudut.
  • Sebar brosur. Inilah cara yang serentak dipakai oleh anak-anak YEA angkatan 18, 19, dan 20, tatkala mengerjakan project Effective Promotion. Saya rasa, angkatan lainnya juga begitu. Isi brosurnya apa? Terserah. Ntah itu diskon, voucher, bonus, atau sekadar perkenalan usaha Anda saja, dan sebagainya. Pastinya, haruslah brosur itu bisa menjawab kalau ada orang yang nanya, “Apa untungnya buatku?” Yah, intinya, supaya brosur Anda dicintai, Anda kudu ngasih sesuatu yang untung nan bermanfaat bagi si prospek.
  • Bikin event. Kemarin, beberapa kali anak-anak YEA 20 buat event di Potluck. Alhamdulillah, cukup tokcer. Kemarin juga teman saya, si Mbak Fika, bikin event buat Nanami Cake. Alhamdulillah, memuaskan juga hasilnya. Pastinya, eventnya kudu disesuaikan sama target pasar. Kalau Anda jualan bubur bayi, bikin event buat ibu-ibu dan adek-adek bayi. Bukan untuk fans Metalica! Hehehe!
  • Bahu-membahu dengan usaha lain. Misal, belanja 100 ribu di Hijab Alila, dapat voucher belanja 100 ribu di Rabbani.
  • Bubuhi signature email. Jadi, setiap kali Anda ngirim email ke orang, di akhir surat emailnya Anda pajang nama Anda, pekerjaan, nama usaha Anda, nomor HP, blog, username twitter, dan seterusnya.
  • Worth of mouth. Kalau seseorang seneng sama sesuatu, dia pasti akan merekomendasikannya ke orang lain. Contohnya, barusan aja kemarin sore, saya denger temen saya si Mbak Windy, bilang begini ke temannya, “Itu film bagus banget! Pokoknya kamu harus nonton deh!” Sama halnya pula orang yang tercerahkan dengan islam, ia akan mendakwahkan islam, supaya orang lain juga bisa bahagia dan tercerahkan seperti dia. Tentunya hal ini berlaku dalam bisnis. Tatkala pelanggan Anda puas dengan produk Anda, dia bakal ngomong ke temen-temennya, “Eh, ini bagus loh! Aku beli di toko Anu.. Coba deh kamu nanti ke situ juga..”
  • Kartu nama. Pajang usaha Anda di kartu nama Anda. Dan/atau, Anda buat kartu nama bisnis Anda sendiri. Supaya orang tau. Sekali lagi, supaya orang tau.
  • Buka cabang di dekat situ-situ juga. Coba saja, Ada 5 booth Es Batok 1453. Lama-lama orang jadi penasaran, “Apa sih ini? Dari tadi.. Coba aah..”
  • Pasang sticker di mobil dan motor. Daripada polos? Asal jangan alay aja. Hehehe!
  • Bikin gosip sendiri. Anda bilang, “Eh, uda pada nyicipin Mie Ramen Van Java di belakang UNPAD situ nggak? Enak loh!” Insya Allah gosip jenis begini halal. Ntar kita tanya ke MUI aja coba. Hehehe! Pertimbangkan pula buat gosip melalui twitter.
  • Iklan di media. Yang murah-murah nggak apa-apa, asal sesuai target pasar nan efektif. Ntah itu melalui koran, radio, angkot, blog, cover facebook, cover twitter, dan lain-lain.
Artikel Lainnya:  9 Cara Mengikis Keraguan Calon Pembeli Anda, Agar Mereka Langsung Beli Sekarang!

Sebetulnya masih banyak lagi. Pokoknya, segala macam cara kita coba, supaya banyak orang yang datang ke toko kita. Kalau kata mas Ippho, “Selagi halal dan legal, hajar saja!” Hehehe! Indikasi keberhasilannya apa? Paling nggak, Anda mulai kewalahan melayani mereka. Misalkan kalau usaha Anda adalah Rumah Makan, itu 80% dari keseluruhan bangkuya udah ditempatin.

Kalau udah? Kalau udah, sok, keluarkan jurus yang kedua.

2. Pengelolaan Nilai Konversi

Konversi itu apa? Konversi itu, persentase orang yang beli, dibandingkan orang yang dateng (calon pelanggan). Bingung? Bagus. Hehehe! Contoh, kalau ada 90 orang yang nanya-nanya ke Anda, “Ini harganya berapa Bang?” Tapi ujung-ujungnya yang beli cuman 9 orang. Berarti konversinya 10%. Why? Karena 9 itu kan 10% dari 90. Right? So, berikut ini cara menaikkan nilai konversi:

  • Kasih garansi. Salah satu alasan saya kenapa kerap membeli laptop Asus dibandingkan yang lain, karena yang lain itu biasanya ngasih garansi 1 tahun doang. Kalau Asus, garansinya 2 tahun. Dari situ saja bisa tercerminkan, bahwa si Asus ini nggak main-main. Serius dia. Jadinya pun saya tambah percaya untuk membeli. Dan memang menurut data, kerusakan yang terjadi pada pengguna Asus itu minim. Hm, pun, kerapnya, orang itu ragu untuk membeli, karena ada pertanyaan mereka yang belum terjawab, “Bener nih barang bagus nih?”
  • Jaminan uang kembali. Mirip kayak garansi juga. Misal, “Kalau selama 1 Minggu berat badan Anda tidak turun, kami kembalikan uang Anda!” Intinya, bikin pelanggan supaya percaya sama produk kita, bahwa produk kita itu memang bagus. Asal, memang produknya beneran bagus loh ya.
  • Bidik target pasar yang sesuai. Yah kayak yang tadi, jangan sampai pas Anda bikin event buat ibu-ibu, tapi yang banyak datang malah anak punk. Ramai pula itu anak punknya? Meski ramai, kalau nggak ada yang beli, lah buat apa? Sayang banget. Pastikan “desain” dan “bahasa” promosi Anda sesuai dengan target pasar Anda.
  • Gambar before-after. Kayak misalnya kalau Anda jualan produk pelangsing. Paparkan foto ketika seseorang masih gemuk, kemudian foto setelah itu mengonsumsi produk pelangsing tersebut, dia jadi langsing.
  • Kasih diskon. Seringnya orang nggak jadi beli suatu produk, lalu dia berkata, “Aduh, mahal banget..”. Yah, kerap orang mau beli atau nggak mau beli karena dipagar oleh harga. Pun, lihat tuh, ibu-ibu di sana hobi membeli sesuatu yang kadang nggak perlu, karena lagi diskon.
  • Kemasan yang mengasosiasikan produk. Biar orang yakin. Kan 60% orang itu tipe visual.
  • Boleh nyicil. Ini pula yang terjadi pada saya dan teman-teman saya, yang katanya nggak sanggup pingin beli suatu gadget. Tapi, ujung-ujungnya jadi beli juga, karena boleh nyicil. Nggak punya duit 1 juta, tapi punya duit 200 ribu setiap bulan. Oke deh.
  • Jangan main riba. Riba itu haram. Plus, juga menggalaukan orang yang tadinya mau beli, jadinya mikir-mikir dulu.
  • Penataan produk yang cakep. Kayak di Indomaret tuh, kan enak mandangnya ya kan? But, remember, enak menurut pandangan target pasar yaa. Bukan menurut Anda. Kecuali, Anda termasuk target pasar itu sendiri. Hehehe!
  • Testimoni. “Makasih Gan, barangnya udah nyampee.. Gileee.. Pelayannya ramah.. Malamnya pesan, besok pagi ane terima.. Mantap dah Agan yang satu ini..”, “Dulu tiap malam pinggang saya sakit, tapi, sejak saya berobat ke Klinik Tang Fong, pinggang saya jadi sehat! Sehat! Sehat!” Nah, kalau udah baca beginian, kan kita jadi yakin kan?
Artikel Lainnya:  Begini Pola Teruji Bagaimana Orang-Orang Bisa Mendapatkan Uang

 

 

  • Tonjolkan keuntungan buat pelanggan. Kebanyakan mereka tak peduli hal-hal teknis bahwa Anda menggunakan mesin anu, bahan anu, dan bla bla bla. Mereka pedulinya, kalau yang penting mereka bisa dapat anu, dan sebagainya.Baiklah, pada artikel ini, kita bahas 2 jurus dulu. Insya Allah, 3 jurus berikutnya akan dibahas pada artikel selanjutnya. Insya Allah aplikatif. Dan memang saya pribadi serta teman-teman juga sudah mempraktekannya, dan efektif.
  • Tambah variasi produk. “Baru! Rasa Stroberi!” Wah, apa nggak bikin orang pengen nyoba tuh? Si cowok suka yang coklat, istrinya suka rasa stroberi. Kalau nggak ada rasa stroberi, kan sayang juga kalau si cowoknya melulu yang beli. Si ceweknya nggak?
  • Boleh di-test. Kayak kalau Anda mau beli Playstation, kan Anda tes main dulu. Pas kalau mau beli HP juga. Pas kalau mau beli motor juga. Pelanggan Anda dibegituin juga dong. Biar dia ngerasin experiencenya. Jadinya kebawa mimpi, “Kapan gue bisa beli itu barang..” Hehehe!
  • Pelayanan yang ramah. Udah terbukti, banyak orang yang malas banget, datang ke suatu toko, kalau pelayanannya jutek. Pokoknya, nggak akan mau lagi! Nggak akan! Saya tekankan yang satu ini loh. Nampaknya spele, tapi efektif buat mengusir orang.
  • Tunjukin solusi. Yah memang karena mereka nyari solusilah, makanya mereka datengin toko Anda. So, tunjukinlah.
  • Boleh dipegang. Mirip seperti boleh di-test. Cuman, kalau di-test itu lebih identik dengan teknologi ya kan? Kalau boleh dipegang ini, maksudnya seperti keramik, baju, celana, kerudung, rok, sepatu, tas, ember, dan lainnya. Karena ada tipe orang yang kinestetik. Dia bakal tambah yakin, kalau udah megang.
  • Bertanya dan mendengarkan. Kadang ada pelanggan yang suka bingung mau milih produk yang mana. Coba tanya ke dia, kira-kira apa kebutuhannya. Dengerin baik-baik, laksana konsultan. Biar kita bisa ngasih yang terbaik buat dia.
BAGIKAN
Dani Siregar
Al-Faqir ilAllah. Menekuni dunia blogging dan Search Engine Optimization Marketing sejak tahun 2011. Suka martabak dan es krim. Hidup untuk mabda' Islam.

Bagaimana menurut Anda?

Komentar