Jangan Ragu Walau Sekadar Posting di MedSos, Tunjukkan Keberpihakan Kita Pada Allah

Dakwah di Social Media

“If you are neutral in situations of injustice, you have chosen the side of the oppressor. If an elephant has its foot on the tail of a mouse, and you say that you are neutral, the mouse will not appreciate your neutrality.”
– Desmond Tutu

Qoute ini mengingatkan akan kisah tentang cicak dan burung pipit saat Nabi ibrahim dibakar oleh rajanya.

Dikisahkan, saat Nabi Ibrahim dibakar, ada 2 jenis hewan yang melakukan 2 perbuatan yang amat berbeda.


Hewan pertama adalah cicak yang berusaha meniupkan angin dari mulutnya, berniat agar api makin membesar. Tapi kita pun sama-sama tau sebesar apa kekuatan tiupan cicak ini. Sekencang apapun cicak ini meniup, angin topan tak akan terjadi. Segala hal seakan tak ada yang berubah.

Di sisi lain, ada seekor burung pipit yang dengan paruhnya yang amat kecil membawa air untuk memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim. Kita pun sama-sama tau bagaimana kecilnya paruh itu dan bagaimana mudahnya api yang sebesar itu membuat air yang dibawanya menguap begitu saja. Perbuatan itu, tentu saja nampak sia-sia.

Cicak pun menertawakan apa yang dilakukan oleh burung pipit itu tadi. “Kamu itu ngapain bawa air pake paruhmu? Paling banter juga setetes. Mana bisa air segitu memadamkan api sebesar ini? Lagipula belum juga kamu menyiramkannya, air itu sudah menguap begitu saja”.

Burung pipit itu tak menjadi sedih dengan olokan si cicak tentang apa yang dia lakukan. Bahkan dengan tegas dia menjawab demikian. “Tak apa, biar saja air ini tak mampu memadamkan api yang membara sebegitu besarnya ini. Tapi biarkan Allah tau dimana aku berpihak”.

Dikisah ini, sebenarnya kita bisa mengambil hikmah dari segala upaya penggembosan yang dapat kita indera hari ini.

  • Palestina memang tak akan bisa merdeka hanya dengan aksi yang dilakukan oleh ummat Islam diseluruh dunia, Penolakan terhadap two state nation yang ditawarkan dengan update status pun gak akan merubah apapun.Tapi, biarlah Allah melihat segala upaya yang kita lakukan sebagai bukti dimana kita berpihak.
  • Maraknya kasus LGBT dan seks bebas yang menyebabkan segala macam penyakit itu,
  • Syariat Islam yang di olok-olok,
  • ulama yang di kriminalisasi,
  • dsb. Bisa jadi tak akan mampu selesai begitu saja hanya dengan update status atau repost dan reblog info di medsos.

Segala aksi yang dilakukan untuk menolak segala bentuk kedzoliman tersebut pun sama. Tak banyak yang akan berubah.

Tapi sekali lagi, biarlah. Biarlah segala upaya tersebut menjadi bukti kepada Allah, dimana kaki kita berpihak.

Karna sesungguhnya tak ada kata netral untuk berpihak pada perang yang haq dan bathil. Lakukan saja apa yang mampu kita lakukan sekalipun hasilnya tak sebombastis yang diinginkan.

Bagaimana menurut Anda?

Komentar