7 Cara Cantik Menangani Orang Sinis yang Sering Bikin Anda Risih

Saat berhubungan dengan orang-orang di sekitar Anda, adakalanya Anda akan menemui orang yang fikirannya selalu tertutup awan kelabu. Tak perduli cuaca cerah ataupun mendung, baginya hari-hari selalu diselimuti awan kelabu akibat sikap sinis yang selalu meracuni suasana jiwa dan fikirannya.

  • Kerjaannya asih mengeluh melulu
  • lebay, yang bukan masalah malah dipermasalahkan
  • hobi mencela
  • mencari-cari kesalahan orang lain
  • Suka ngatur-ngatur urusan orang lain
  • menggosipi kejelekan orang lain terus di belakang
  • jutek
  • Sarat emosi, minim argumen.. malah minus argumen..
  • mau menang sendiri aja..

Memang, tidak akan mudah berhubungan dengan orang seperti ini. Namun, Anda tetap bisa berbuat sesuatu.

Orang-orang berjiwa sinis sebenarnya tidak begitu sulit dikenali. Mereka cenderung tertutup dan tidak mau menyingkapkan banyak informasi tentang diri mereka. Selain itu, mereka adalah orang-orang paling pesimistis di dunia; mereka selalu membayangkan hal-hal buruk.  Pemilik pribadi sinis ini juga sangat sensitif. Misalnya, ketika Anda bercanda tentang orang-orang pendek, ia akan menganggapnya sebagai sindiran (jika kebetulan tubuhnya tidak tinggi).

Lalu, apa yang harus Anda lakukan untuk menghadapinya? Berikut adalah beberapa cara cantik yang bisa Anda coba:

1. Kurangi Kontak

Orang yang berjiwa positif dan penuh antusiasme sekalipun dapat diracuni pikirannya jika terlalu sering berhubungan dengan orang yang berjiwa sinis. Bahkan, sekalipun Anda merasa positif, tetaplah kurangi kontak dengan orang semacam ini.

Tahukah Anda bahwa fikiran sinis dapat merusak kesehatan Anda? Orang berjiwa sinis lebih rentan mengalami stress, depresi, atau bahkan penyakit jantung.

Jadi, jangan menjadi korban bad mood orang lain. Kuncinya adalah membentengi diri Anda. Memang, hal ini terkadang tidak mudah dilakukan, terutama jika orang tersebut dekat dengan kehidupan Anda. Yang harus Anda lakukan adalah mencari kegiatan yang tidak berkaitan dengan orang tersebut, sehingga Anda memiliki alasan untuk menjauh.

Dari Abu Musa Asy-Asy’ari, Dia mengatakan bahwa, Rasulullah saw. Bersabda : “Sesungguhnya, perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk, adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Seorang penjual minyak wangi akan memberi kamu minyak, atau kamu membelinya, atau kamu mendapati bau yang harum darinya. Sedangkan Pandai Besi, maka bisa jadi akan membakar bajumu dan bisa pula engkau mendapati darinya bau yang Busuk”. (Muttafaq ‘Alaih)

Artikel Lainnya:  10 Cara Membahagiakan Orang Tua yang Mudah dan Sederhana

2. Lebih Hati-Hati dalam Berkomunikasi

Orang berjiwa sinis akan berusaha mengintimidasi, ‘mengajari’ Anda tentang apa yang harus Anda lakukan untuk hidup Anda, rumah apa yang cocok untuk Anda, pekerjaan apa yang sesuai dengan karakter Anda, dan ‘membombardir’ Anda dengan komentar-komentar sinis tentang kehidupan Anda saat ini, sehingga fikiran sinis mulai mengusik ketenangan Anda.

Ya, ia lebih suka mengatur hidup orang lain daripada mengatur hidupnya sendiri.

So, jangan terlalu cepat menyerap komentar-komentar yang ia berikan, terutama yang berkaitan dengan kehidupan Anda.  Saat berkomunikasi dengan orang semacam ini, trik yang perlu Anda lakukan adalah: cepat mendengar, lambat berbicara. Artinya, jangan mendiamkan ‘ocehan’ tersebut, karena ia akan menganggap bahwa komentarnya benar. Namun, Anda harus berbicara dengan bahasa yang lebih hati-hati. Ingat: orang seperti ini sangat sensitif!

3. Jangan Berpura-Pura Menerima Perilakunya

Sikap berpura-pura menerima pribadi sinisnya akan menjebak Anda.

Anda harus menunjukkan kalau jiwa sinis bukanlah hal yang baik. Memang, lebih mudah menjauhinya dibanding menunjukkan kalau sikapnya tidak benar. Namun, jika Anda menginginkan yang terbaik baginya, maka tunjukkanlah bahwa sikap sinis tersebut bukanlah hal yang biasa. Memang kita hanya mengurangi kontak dengannya, bukannya sama sekali tidak ada kontak, karena tetaplah wajib bagi kita dakwah dan menasehatinya.

4. Jangan Menjadikan Masalahnya Sebagai Masalah Anda

Normalnya, sikap empati adalah hal positif, bukan? Ketika kita mendengar keluhan atau kesulitan seorang kerabat, anggota keluarga, atau sahabat, kita akan merasa empati dan berusaha ikut memikul beban tersebut bersama-sama. Namun, beda halnya saat Anda berhubungan dengan orang yang berjiwa sinis. Sikap empati justru bisa membahayakan Anda!

Jika Anda tahu bahwa orang tersebut berjiwa negatif, bukan saatnya untuk menunjukkan empati. Orang seperti ini ahli merangkai kata-kata atau mengubah cerita untuk mendapatkan empati. Anda hanya akan dijejali hal-hal yang meracuni pikiran. So, apa untungnya berempati dengan orang semacam ini?

Artikel Lainnya:  10 Quotes Keanehan Perilaku Sosial Orang Zaman Sekarang, yang Membuat Kita Bingung dan Merenung

5. Mengalihkan Topik Pembicaraan

Jika Anda mendapat firasat kalau percakapan akan menjurus kepada hal-hal negatif, maka Anda harus berusaha mengalihkan topik pembicaraan. Tentunya, Anda membutuhkan teknik yang ‘halus’ agar orang tersebut tidak menyadarinya.  Caranya: hargai komentarnya – singkat saja, dan langsung alihkan topik pembicaraan sebelum ia merasa ‘keasyikan’ karena mendapat respon dari Anda.

Orang yang berjiwa sinis adalah ‘komentator ulung’, hanya saja, komentarnya selalu diakhir kata “tapi.” Artinya, setelah menyampaikan sederet pujian tentang suatu hal, kata “tapi” akan merubah hal positif menjadi negatif. Inilah saatnya Anda mengalihkan pembicaraan.

6. Berbicara Tentang Solusi, Bukan Cuma Masalah Melulu

Ada kalanya, mengalihkan topik pembicaran bukanlah pilihan yang tepat saat Anda menghadapi orang yang berjiwa sini, terutama jika Anda memang berniat membantunya. Caranya adalah lebih memfokuskan pembicaraan kepada solusi terhadap masalah yang ia keluhkan. Tentu saja, dibutuhkan kearifan dalam menanggapi permasalahannya.

Jadi, jangan memberikan komentar, “Ya, itu memang masalah yang rumit,” atau “Wah parah, kok bisa begitu?”. Tapi, berikanlah komentar yang mengarah kepada solusi, seperti “Lalu, bagaimana cara mengatasinya?” atau “Mungkin, kamu harus mencari waktu yang tepat untuk berbicara dengan bos kamu.”

7. Menjauh

Sayangnya, adakalanya Anda memang harus mengabaikan atau meninggalkan orang semacam ini. Jika Anda sudah mencoba berkali-kali mengarahkannya dan menggiringnya ke arah pribadi yang positif, dan selalu gagal, maka pilihannya adalah menjauh.

Jika orang tersebut adalah anggota keluarga atau kerabat, tentu tidak mungkin menjauhinya secara total. Namun, Anda tetap harus mengurangi kontak agar sikap negatifnya tidak merusak kesehatan Anda, secara fisik maupun psikis, yang implikasinya pun bisa mengganggu produktivitas dan agenda penting Anda.

Nah, orang seperti ini tentunya ada di sekitar Anda, atau mungkin sangat dekat dengan kehidupan Anda. Inilah saatnya membuktikan kalau pribadi yang positif lebih unggul daripada pribadi yang sini!

BAGIKAN
Mufakir adalah seorang otaku tobat yang merasa dirinya masih belum banyak bermanfaat bagi orang lain, dan berusaha selalu ingin bermanfaat bagi orang lain. Baginya sukses itu sederhana, yaitu hari ini lebih baik dari hari kemarin. Passion menulis artikel seputar motivasi dan produktivitas.

Bagaimana menurut Anda?

Komentar