Deg-Degan Pertama Kali Mau Ketemu Camer? 8 Tips Ini Bakal Membantu Banget!

Kamu barusan atau baru akan melamar seseorang? Atau sudah di-khitbah, kemudian Kamu mau ketemu orang tua si calon pasangan alias camer?

Pertemuan pertama dengan orang tua calon pasangan adalah hal penting dalam hubungan, namun pastinya deg-degan dong? Pasalnya, inilah kesempatan untuk Kamu mendapatkan kesan  pertama dari sang calon mertua, dan kesan pertama sangat berarti, right?

Pertemuan pertama adalah moment di mana orang tua calon pasangan akan menilai tepat atau tidaknya Kamu untuk anaknya. Nggak Pe-De? Gugup? Berikut ini 8 tips yang bisa Kamu coba untuk mengambil hati sang camer.

1. Ingatlah, Ini Bukan Tentang Dirimu Doang, Tapi Tentang “Kita”.

Pria maupun wanita pada dasarnya mengalami hal yang sama, yakni cemas saat bertemu camer untuk pertama kali. Satu hal yang perlu Kamu ingat adalah, di pertemuan ini: Bukan hanya Kamu yang akan dinilai, Kamu juga akan menilai! Ya, inilah saat yang berharga bagi Kamu untuk mengenal lebih jauh tentang keluarga calon pasangan.

Perhatikan bagaimana keluarga maupun orang tuanya memperlakukan orang lain, dan bagaimana sikap mereka satu sama lain. Bagaimanapun sikap antara Kamu dengan calon pasangan, dengan orang tua (baik orang tua Kamu maupun calon pasangan), akan senantiasa mempengaruhi keputusan mereka untuk lanjut ke akad nikah atau udahan. Begitu pula mempengaruhi keputusan dirimu untuk lanjut ke akad nikah atau udahan.

Inilah saatnya Kamu bertanya kepada diri sendiri.

  • Apakah Kamu enjoy dan nyaman saat bersama mereka?
  • Apakah Kamu merasa diperlakukan dengan baik?
  • Apakah Kamu menyukai semua hal tentang keluarga calon pasangan?
  • Atau, adakah sesuatu yang mengganggumu?

Jujurlah pada penilaian sendiri! Jangan buat pertimbangan hanya sekadar dengan perasaan. Harus logis juga. Pikirkan dengan jernih hal-hal positif dan negatif tentang keluarga calon pasangan. Semakin jernih pikiran Kamu, semakin bagus pertimbanganya, apakah Kamu akan melangkah lebih jauh atau tidak.

Makanya kan, ini bukan soal dirimu sendiri, tapi tentang dirimu, dirinya, keluargamu, dan keluarganya.

2. Pahami dan Penuhi Apa Harapan Mereka dari Pertemuan Tersebut.

Orang tua manapun pasti berat dan sulit melepaskan anaknya yang biasa ia rawat, ke orang lain dan kemudian dirawat oleh orang lain tersebut. Baik itu yang umumnya terjadi pada anak perempuan, maupun yang kadang terjadi pada anak laki-laki.

Itu sebabnya, satu hal yang paling diharapkan dari seorang ayah maupun ibu terhadap calon menantunya adalah, si calon menantu tersebut bisa melakukan apa yang ia bisa lakukan.

Kalau Kamu laki-laki, Kamu harus bisa melakukan apa yang ayah sang calon pasangan lakukan. Kalau Kamu perempuan, Kamu harus bisa melakukan apa yang ibu sang calon pasangan lakukan.

Artikel Lainnya:  6 Jenis Ghibah yang Diperbolehkan, Ketahuilah Agar Anda Tak Salah Paham

3. Pelajari Budaya dan Kebiasaan Mereka.

Pertemuan pertama dengan camer adalah waktu yang pas untuk Kamu mengenal calon pasangan secara lebih jauh, terlepas dari apakah pertemuan tersebut berlangsung di rumah atau di tempat umum.

Perlu Kamu ingat, bahwa, hubungan keluarga mereka telah terjalin selama puluhan tahun. Mereka telah saling mengenal satu sama lain; di keluarga mereka mungkin terdapat candaan-candaan, rahasia, maupun cerita-cerita memalukan. Mungkin, butuh ‘kerja keras’ untuk Kamu mempelajari sesuatu dari ucapan-ucapan mereka. Tapi di situlah poinnya, kesempatan Kamu mempelajari budaya dan kebiasaan mereka.

4. Ingat, Dia Belum Halal, Jadi Jangan Terlalu Cair.

Untuk menghilangkan grogi dan mencairkan suasana, sebagian orang menyiasatinya dengan humor. Bahkan, ada keluarga yang senang membagi cerita-cerita memalukan. Mungkin, camer atau anggota keluarga yang lain akan bercerita tentang hal-hal lucu dan memalukan tentang calon pasangan Kamu. Nah Kamu jangan ikutan-ikutan sok bikin lucu, apalagi sampai menggoda si calon. Ingat! Ini baru pertemuan pertama! Belum akad nikah loh!

Kelak, Kamu bisa menggoda satu sama lain dengan anggota keluarga yang lain nanti. Nanti, bukan sekarang saatnya!

Bercanda-tawa tidak ada salahnya; namun, jangan terlalu euforia kesenangan sampai terjadi interaksi yang tidak perlu, notabene belum halal.  Ingatlah, Anda ke sana karena suatu keperluan, jangan ada yang lain selain keperluan tersebut.

5. Tenang. Gugup itu Wajar, Memang Membangun Kedekatan itu Butuh Waktu..

Kamu merasa nervous, stress, senang, penasaran, dan segala macam emosi lainnya? Kamu merasa nggak percaya diri? Ingat, mereka juga merasakan hal yang sama.  Tapi.. Kamu ingin memberikan kesan positif di hadapan camer? Mereka pun juga.

Kamu mungkin berusaha bersikap seramah mungkin, salah tingkah, garing ngomongnya, menjatuhkan benda di tangan, atau segala macam sikap lainnya yang membuat Kamu merasa tidak nyaman selama perjalanan pulang.

Kalem… Jangan terlalu khawatirkan hal tersebut.. Toh misalnya kalau Kamu melihat malah calon pasangan Kamu yang salah tingkah seperti itu, Kau nggak menganggap bahwa dia itu aneh dan salah kan? Kamu pasti menganggap hal itu bukan masalah, biasa aja, nggak apa-apa..

Namanya juga baru pertama kali ketemu, wajar canggung. Tentu butuh waktulah supaya bisa cair suasananya. Justru aneh kalau baru pertama kali ketemu kok langsung cair, hehehe..

6. Jangan Datang dengan Tangan Kosong.

Nah, di mana pun dan kapan pun pertemuan Kamu dengan camer, dan apapun pekerjaan Kamu, Jangan pernah datang dengan tangan kosong! Carilah sesuatu yang disukai sang calon mertua (khususnya ibu), dan berikan secara langsung kepadanya dengan bahasa yang sopan dan halus.

Artikel Lainnya:  7 Cara yang Biasa Dipakai untuk Mengubah Keyakinan dan Perilaku Seseorang, Awas Jangan Sampai Salah!

Kamu tidak yakin dengan seleranya? Atau mungkin sang camer alergi pada makanan tertentu? Tidak ada salahnya bertanya kepada calon pasangan tentang apa yang disukai ibunya, atau cukup belikan karangan bunga.

Gimana kalau budget-nya nggak cukup? Masaklah sesuatu. Terlepas dari mereka suka atau tidak, usaha Kamu pasti ada nilainya.

7. Giliran Kamu Menjamu Mereka.

Apakah camer memesan tempat di rumah makan, atau mengundang Kamu untuk datang ke rumah mereka? Balaslah dengan mengundang mereka atau mentraktir mereka makan di tempat favorit mereka.

Tunjukkan bahwa Kamu dan calon pasangan sudah cukup dewasa untuk menjaga mereka kelak. Sikap seperti ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk hubungan Kamu di masa mendatang. Sikap saling menghormati dan sangat menghargai adalah kunci dari sebuah hubungan yang ideal.

Selain itu, pertemuan kedua dengan camer adalah peluang bagi Kamu untuk mengenal mereka secara lebih dekat. Kamu mungkin akan lebih enjoy, terutama jika pertemuan kedua dilakukan di tempat tinggalmu. Ini adalah momen untuk semakin mendekatkan dua keluarga yang berbeda.

Pepatah Jawa bilang witing tresno jalaran soko kuliner. Cinta tumbuh karena sering kuliner bareng, hehehe.. 😀

8. Jangan Fokus ke Perbedaan, Padahal Mubah. Fokus Saja ke Persamaan.

Jangan terlalu musingin misalnya ada beberapa perbedaan dan selera mubah mereka yang kurang Kamu sukai. Asal masih mubah, biarlah. Nggak mesti harus semuanya menjadi sama.

Kalau camer sukanya sepak bola, nggak masalah Kamu sukanya ice skating. Kalau camer sukanya nasi goreng, nggak masalah Kamu sukanya takoyaki. Kalau calon adik ipar sukanya kucing, nggak masalah Kamu sukanya anjing laut. Stay cool! Hehehe!

Kamu dan mereka memiliki satu kesamaan, yakni sama-sama menyayangi calon pasangan Kamu. Orang yang Kamu cintai adalah anak mereka. Fokus ke sini aja, soal gimana Kamu akan merawatnya…

Nah, begitulah 8 tips bagi Kamu yang baru pertama kali mau ketemu camer. Sepertinya cukup membantu kan? Apa Kamu siap mempraktekkannya? Atau barangkali Kamu sudah pernah mempraktekannya? Atau ada tips lain yang juga cukup membantu? Boleh dong Kamu bagi-bagi pengalaman Kamu di kolom komentar di bawah.. 😉

Sumber gambar: Wikimedia.org

Bagaimana menurut Anda?

Komentar

BAGIKAN
Mufakir adalah seorang otaku tobat yang merasa dirinya masih belum banyak bermanfaat bagi orang lain, dan berusaha selalu ingin bermanfaat bagi orang lain. Baginya sukses itu sederhana, yaitu hari ini lebih baik dari hari kemarin. Passion menulis artikel seputar motivasi dan produktivitas.