Wahai Para Calon Suami, Ingatlah 7 Nasehat Ini Sebelum Memperistri Dia, Agar Dia Tidak Ilfeel Kelak

Wahai Para Calon Suami, Ingatlah 10 Nasehat Tentang Pernikahan dari Imam Ahmad Ini
Sumber gambar: goziyan.com

Nggak jarang ada pria yang sudah menikah, tapi sifatnya masih seolah seperti kenakak-kanakan. Tidak bisa bersifat dewasa, sehingga membuat sang istri agak ilfeel.

Bagi Kamu para calon suami, jangan sampai seperti itu pula. Oleh sebab itu, saat sebelum menikah adalah waktu yang tepat untuk belajar menjadi lebih dewasa, sebagai seorang suami khususnya.

Nah, maka dari itu, senantiasalah ingat 7 nasehat berikut ini.

1. Jangan pernah bosan untuk memanggilnya “Sayang”, walau usia pernikahan sudah berlalu cukup lama

Walau hanya kata-kata, namun itu sangat berarti baginya.

Karena tak jarang ada sepasang pengantin muda, yang pada awalnya mereka saling memanggil dengan panggilan “Sayang”, “Cinta”, dan sebagainya. Namun, beberapa tahun kemudian, panggilannya jadi berubah kurang romantis.

Maka dari itu, janganlah pernah bosan ungkapkan perasaan cintamu padanya, walau hanya dengan kata-kata.

2. Wanita itu sangat suka dengan perhatian, walau Engkau tak berkata-kata, perhatianmu itulah fakta bukti cintamu padanya.

Ungkapan perasaan cinta meski hanya kata-kata saja, memang itu sangat berarti baginya. Namun, tentunya jangan hanya cukup dengan kata-kata saja. Haruslah Kamu juga menunjukkan bukti kata-kata tersebut dengan sebuah tindakan.

Senantiasalah perhatikan apa kebutuhan dan keinginannya, serta apa masalahnya. Lalu bantu ia mengatasinya.

3. Hubunganmu padanya harus senantiasa dirawat. Laksana tanaman yang jangan sampai tidak disiram

Sekali lagi, sebagai penegasan, kata-kata dan perilaku sayang itu harus benar-benar ada antara dirimu dan dirinya, setiap hari, setiap saat.

Ingat, setiap hari, setiap saat…

Kalau saja mulai jarang mengukapkan kata-kata sayang, apalagi mulai tidak perhatian, itu akan berpotensi memudarkan cahaya cintamu dengannya. Makanya, jangan sampai..

4. Wanita itu tidak suka suami yang keras dan kasar padanya

Ada sebagian laki-laki yang suka kasar. Mulai dari kata-katanya, bahkan hingga perilakunya.

Artikel Lainnya:  12 Hal yang Tak Akan Dilakukan Seorang Ayah yang Baik

Sejatinya, wanita itu sangat tidak menyukai hal yang demikian.

Lagipula kalau kita telusuri, mungkin bisa jadi yang membuat pertengkaran antara suami dan istri itu bukan sekadar karena perbedaan pendapat, melainkan lebih karena intonasi dan nada bicara yang kasar.

Maka kalau Engkau ingin pernikahanmu senantiasa bahagia, senantiasalah usahakan dirimu agar tidak kasar.

5. Wanita itu menyukai pria yang bisa melakukan apa yang ayahnya bisa lakukan

Mungkin Kamu tidak sadar, sejatinya kebaikan-kebaikan yang Kamu sukai pada wanita tersebut, adalah hasil dari didikan ayahnya.

Maka bisa jadi sesungguhnya dirinya dan ayahnya merasa agak berat apabila mereka harus ‘berpisah’. Namun, rasa berat itu akan jadi ringan bahkan benar-benar ringan, apabila ternyata Kamu bisa melakukan apa yang ayahnya bisa lakukan.

Tetapi tentunya Kamu tidak perlu memaksakan dirimu agar menjadi orang lain, yang mungkin hal tersebut akan membuat dirimu tersiksa. Tentunya, yang utama adalah yang wajib, benar, baik, dan bagus

6. Walaupun istri itu ibarat guru di Sekolah atau Manajer Perusahaan, maka suami itu ibarat Kepala Sekolahnya atau Pemilik Perusahaannya

Ada beberapa oknum suami yang egois dan sewenang-wenang. Meski memang adalah kewajiban sang istri untuk mengurus rumah tangga dan anak-anak, bukan berarti sang suami plek tidak ada keterlibatan sama sekali. Apalagi dengan dalih dia sudah capek kerja memberikan uang.

Seorang suami harus bisa memastikan bahwa ‘operasional’ sang istri berjalan lancar. Bukan hanya soal keuangan dan logistiknya, namun juga soal inspirasinya, semangatnya, kenyamanannya, dan perbekalan-perbekalan lainnya yang ia butuhkan untuk menunaikan kewajibannya sebagai sang istri.

7. Tentu dirinya tidak sempurna, sehingga ada kalanya mungkin dia membuatmu agak kesal. Maka jangan sungkan untuk memberinya nasehat, ilmu, dan pelajaran. Namun tentunya tetap dalam rangka sayang, bukan dalam rangka balas dendam

Yang namanya manusia, wajarlah bila suatu saat berbuat salah. Dalam rumah tangga, bisa jadi yang salah suaminya, atau istrinya.

Artikel Lainnya:  10 Cara Berpikir Positif Terhadap Pasangan

Nah, apabila sang istri ada kalanya berbuat salah, maka jangan sungkan untuk memberinya nasehat, ilmu, dan pelajaran.

Jangan khawatir, dia pasti suka dengan nasehat, ilmu, dan pelajaran. Karena salah satu harapannya menikah denganmu adalah, untuk mendapatkan pendidikan darimu. Untuk belajar kedewasaan dari dirimu.

Tentunya, asal nasehat, ilmu, dan pelajaran itu disampaikan dengan cara yang baik-baik. Yang notabene dalam rangka sayang. Bukan sekadar omelan-omelan dalam rangka balas dendam karena pernah merasa dibuat tidak enak.

Sumber gambar: www-kristadedyprasetiyo.blogspot.com, dan goziyan.com

BAGIKAN
Mufakir adalah seorang otaku tobat yang merasa dirinya masih belum banyak bermanfaat bagi orang lain, dan berusaha selalu ingin bermanfaat bagi orang lain. Baginya sukses itu sederhana, yaitu hari ini lebih baik dari hari kemarin. Passion menulis artikel seputar motivasi dan produktivitas.