Mendingan Nggak Usah Bukber Kalau Nggak Bisa Antisipasi 3 Hal Jelek Ini!

Mendingan Nggak Usah Bukber Kalau Nggak Bisa Antisipasi 3 Hal Jelek Ini!

Bukber, singkatan dari buka bareng. Maksudnya, buka puasa berjamaah. Merupakan suatu momen acara yang cukup fenomenal pada bulan Ramadhan. Mulai dari awal bulan, hingga sekitar pertengahan agak akhir bulan.

Sebetulnya bukber itu merupakan suatu forum yang bagus. Karena pada saat itu kita berkesempatan untuk bersilaturahmi, saling khidmat, dan dakwah. Makanya ada istilah lain dari bukber, yakni Ifthor Jama’i.

Tetapi, sayangnya, faktanya, tak jarang justru bukber ini malah menjadi forum yang melalaikan. Maka, kalau jadi melalaikan begitu, mendingan nggak usah bukber.

Oleh karenanya, sekiranya memang Anda ingin mengadakan ataupun menghadiri acara bukber puasa tersebut, ada baiknya Anda antisipasilah agar acara tersebut tidak menjadi acara yang melalaikan. Nah, apa saja hal-hal yang perlu diantisipasi tersebut? Paling tidak, tiga hal berikut ini.

1. Lalai sholat Maghribnya

Ini merupakan satu fakta kelalaian yang tak sedikit terjadi. Saya pribadi melihatnya.

Meskipun maksud saya lalai tersebut bisa dua kemungkinan.

  • Pertama, lalai yang haram dalam artian nggak sholat Maghrib sama sekali.
  • Kedua, lalai dalam artian tidak mengutamakan yang sunnah, yakni sholat berjamaah di Mesjid pada awal waktu, khususnya bagi yang laki-laki.

Maka dari itu, Anda harus antisipasi hal ini. Pastikanlah tempat bukber Anda dekat dengan Mesjid. Kalau seandainya memang di sekitar situ Mesjid sangat jauh, hanya ada Musholla, maka paling tidak tetaplah usahakan agar Anda sholatnya berjamaah dan di awal waktu.

2. Ikhtilat

Kalau kelalain ini, jelas haram hukumnya. Ikhtilat itu merupakan campur-baur dan berinteraksi antara laki-laki dan perempuan non-mahram, yang notabene tidak ada kepentingan.

Karena memang dalam Islam, sejatinya hukum asal laki-laki dan perempuan non-mahram itu terpisah. Tidak boleh berinteraksi, kecuali dalam beberapa perkara penting, seperti misalnya jual-beli, medis, belajar-mengajar, peradilan, ibadah haji, agenda dakwah dan sebagainya. Dan itu pun seperlunya saja. Meski begitu, pun tidak boleh dijadikan modus juga.

Artikel Lainnya:  Kenapa Kita Berbuat Maksiat? Apa Karena Nafsu? Syaithan? Atau Apa?

Dasarnya adalah berikut ini:

  1. Rasulullah SAW pernah bersabda,”Kedua mata zinanya adalah memandang [yang haram]; kedua telinga zinanya adalah mendengar [yang haram], lidah zinanya adalah berbicara [yang haram], tangan zinanya adalah menyentuh [yang haram], dan kaki zinanya adalah melangkah [kepada yang haram].” (HR Muslim).
  2. Rasulullah SAW juga melarang laki-laki dan perempuan berdesak-desakan. Maka dari itu pada masa Rasulullah SAW para perempuan keluar masjid lebih dulu setelah selesai shalat, baru kemudian para laki-laki. (HR Bukhari, no 866 & 870).
  3. Ikhtilat itu bisa mengarahkan ke khalwat, yaitu laki-laki yang berdua-duaan dengan perempuan yang bukan mahramnya. Sabda Rasulullah SAW,”Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang perempuan, karena yang ketiganya adalah syaitan.” (HR Ahmad).
  4. Bahkan (na’udzubillahimdzalik), ikhtilat dan khalwat dapat mengarah pada perzinaan. Imam Ibnul Qayyim pernah berkata dalam kitabnya At Thuruqul Hukmiyyah,”Ikhtilat antara para laki-laki dan perempuan, adalah sebab terjadinya banyak perbuatan keji (katsratul fawahisy) dan merajalelanya zina (intisyar az zina).”

Namun sayang sekali, faktanya tak sedikit di forum-forum bukber, laki-laki dan perempuan malah ber-ikhtilat. Melakukan interaksi yang tak perlu, saling ketawa-ketiwi, begitu cair.

Maka dari itu, antisipasinya, yang laki-laki cukup bukber dengan laki-laki, dan yang perempuan cukup dengan perempuan. Atau, bisa juga, laki-laki dan perempuan tersebut tetap berada pada satu tempat bukber, namun dipisah antara laki-laki dan perempuan. Dan lebih baik lagi bila ada hijab, penghalang antara laki-laki dan perempuan tersebut.

3. Lalai sholat Isya dan Tarawihnya

Mirip dengan alasan pertama. Lalai sholat Isya bisa dalam artian haram meninggalkan sholat Isya plek, bisa juga dalam artian melewatkan keutamaan berjamaah di Mesjid pada awal waktu. Bahkan nyaris otomatis melewatkan kesempatan tarawih berjamaah pula.

Artikel Lainnya:  4 Waktu Berharga Bagi Seorang Muslim, yang Bagus Digunakan Agar Hari Esok Jadi Lebih Baik daripada Hari Kemarin

Karena pada beberapa kasus, justru acara bukber itu lama banget hingga larut malam.

Maka, antisipasinya, pastikanlah durasi acaranya tidak begitu larut malam.

Nah, begitulah kurang-lebih 3 hal jelek yang sebaiknya Anda antisipasi apabila hendak bukber. Kalau tidak bisa, sebaiknya tidak usah.

Apabila Anda bingung bagaimana SOP agar bukbernya tak bikin lalai, ada baiknya Anda coba ikut beberapa kali bukber di Mesjid, Lembaga Dakwah Kampus, atau tempat-tempat yang diselenggarakan organisasi Islam. Biasanya, bukber seperti itu justru mengajak kita lebih bertaqwa, bukannya malah melalaikan.

Sumber gambar: Pixabay

Bagaimana menurut Anda?

Komentar

BAGIKAN
Dani Siregar
Marketing TeknikHidup.