Bolehkah Ibu Hamil Minum Kopi?

bolehkah ibu hamil minum kopi

Kafein adalah salah satu yang paling dicintai di dunia ini, termasuk juga di Indonesia. Kafein bisa berasal dari kopi, teh, minuman ringan seperti coca-cola, pepsi, minuman berenergi, dan bahkan hidangan pencuci mulut juga banyak yang mengandung kafein seperti susu coklat, coklat panas, dan lain-lain.

Lalu bagaimana dengan ibu hamil, bolehkah ibu hamil minum kopi?

Sebelum kita melangkah lebih jauh, alangkah baiknya apabila kita mengetahui terlebih dahulu beberapa fakta mengenai kopi dan kandungannya.

1. Kopi bersifat diuretik dan simultan

Kopi bersifat simultan serta bisa meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Keduanya sangat tidak dikhawatirkan pada saat seorang wanita sedang hamil.

Kopi juga bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil. Kondisi tersebut akan membuat tubuh kita kehilangan banyak cairan yang dapat menyebabkan dehidrasi.

2. Kafein bisa sampai pada bayi melalui plasenta

Plasenta adalah salah satu jembatan antara ibu dan bayi yang bisa menjadi jalan atau transportasi untuk makanan, nutrisi, membuang kotoran, dan lain-lain. Biasanya plasenta tersebut memiliki filter untuk melindungi bayi dari hal-hal yang dapat membahayakan. Namun sayangnya, kafein yang merupakan salah satu zat yang tidak dibutuhkan oleh bayi ternyata bisa melewati plasenta.

Tidak seperti tubuh kita yang bisa meng-handle kafein, bayi didalam rahim belum bisa melakukannya sehingga metabolisme bayi tersebut akan terganggu.

Berapapun jumlah kafein yang masuk ke dalam tubuhmu juga akan ditransfer ke bayi dan akan menyebabkan pola tidurnya berubah. Ingatlah bahwa kafein adalah simultan yang dapat membuat kamu dan bayi yang ada di dalam rahimmu tetap terjaga.

3. Kafein tidak hanya ditemukan pada kopi

Telah diungkapkan sebelumnya bahwa kafein tidak hanya berasal dari kopi, melainkan juga berasal dari makanan dan minuman lainnya seperti teh, coklat, soda. Dan bahkan bisa berasal dari obat-obatan seperti obat sakit kepala atau obat penghilang rasa sakit.

Minum kopi saat hamil

Jika kamu sedang hamil, sangat dianjurkan bagimu untuk membatasi asupan kafein. Para ahli kesehatan mengatakan bahwa, apabila tidak terlalu banyak, misalnya tidak lebih dari 200 mg kafein per hari, maka hal tersebut dianggap masih aman walaupun tetap dapat mempengaruhi bayi yang ada di dalam kandungan. Walau demikian, hingga saat ini setiap negara berbeda-beda dalam menetapkan aturan mengenai jumlah kafein yang boleh diasuh oleh seorang ibu hamil.

Artikel Lainnya:  8 Penyebab Sakit Perut Saat Menstruasi (Haid Senggugut)

American College of Obstetricians and Gynecologists menyarankan setiap wanita hamil untuk membatasi asupan kafein kurang dari 200 mg perhari.

Apa yang dikhawatirkan apabila ibu hamil mengkonsumsi kafein?

Apabila ibu hamil mengkonsumsi kopi atau kafein, kafein tersebut akan masuk ke dalam plasenta dan kemudian masuk juga ke dalam cairan ketuban serta beredar di dalam darah bayi. Tubuh ibu hamil (orang dewasa) bisa menyingkirkan dan mengatasi kafein tersebut dengan metabolisme yang mereka miliki. Akan tetapi, perkembangan bayi yang sampai hingga disana, hal itu membuatnya kesulitan untuk memproses kafein yang kemudian akan hasilkan efek tertentu.

Hingga saat ini banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mengidentifikasi efek apa saja yang dihasilkan oleh kafein pada bayi dan kehamilan.

Menurut penelitian, asupan kafein kurang dari 200 mg tidak akan menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur. Beberapa studi menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengkonsumsi lebih dari 300 mg kafein dalam sehari sangat mungkin untuk mengalami keguguran, melahirkan bayi yang kecil, atau mengalami kelahiran prematur.

Namun satu hal yang pasti, ibu hamil akan lebih baik tanpa kafein. Karena ibu hamil juga rentan terhadap berbagai resiko seperti komplikasi selama kehamilan, termasuk juga tekanan darah tinggi dan preeklamsia, maka kafein sebaiknya dihindari. Selain dapat menyebabkan ibu hamil kesulitan untuk beristirahat, kafein juga dapat menyebabkan mulas karena memproduksi asam lambung meningkat.

Ibu hamil kesulitan memecah kafein

Kamu juga perlu tahu bahwa, pada saat hamil, seorang ibu akan kesulitan untuk memecah kafein karena metabolisme di dalam tubuhnya melambat. Itulah sebabnya mengapa ibu hamil lebih mudah terkena tekanan darah tinggi ketika mereka mengkonsumsi terlalu banyak kopi atau sumber kafein lainnya.

Artikel Lainnya:  Cara Mudah Mengatasi Insomnia, Gunakanlah Selimut yang Tebal dan Berat

Selama trisemester kedua, dibutuhkan hampir dua kali lebih lama untuk membersihkan kafein dari tubuh dibandingkan dengan apabila wanita tidak dalam keadaan hamil atau ketika berada pada trisemester pertama. Kondisi tersebut akan semakin parah jika ibu hamil memasuki trimester ketiga di mana mereka akan membutuhkan waktu 3 kali lebih lama untuk mengatasi kafein yang masuk ke dalam tubuh.

Minum kopi saat menyusui?

Setelah mengetahui dampak kafein pada ibu hamil dan bayi, kamu juga perlu tahu apa saja dampak kafein yang bersumber dari teh dan kopi pada saat kamu menyusui.

Pada saat masih berada di dalam kandungan, seorang bayi kesulitan untuk memproses kafein. Ternyata, hal tersebut juga berlaku hingga bayi dilahirkan. Itulah sebabnya mengapa ibu hamil dianjurkan untuk membatasi jumlah kafein selama menyusui terutama pada bulan pertama.

Alasan lain mengapa kopi dan teh tidak dianjurkan karena, selain mengandung kafein, minuman tersebut juga bisa membuat tubuh kita kesulitan untuk menyerap zat besi sehingga ibu hamil rentan mengalami anemia.

Berikut adalah daftar makanan dan minuman yang mengandung kafein dan patut untuk diwaspadai.

  • Kopi
  • Cafe latte
  • Cappuccino
  • Kopi starbucks
  • Espresso
  • Kopi instan
  • Teh hitam yang diseduh
  • Teh hijau yang diseduh
  • Starbucks tazo chai tea latte
  • Teh instan
  • Coke diet
  • Pepsi
  • Sprite
  • 7-up
  • Red bull minuman berenergi
  • Dark cocolatte atau coklat hitam
  • Susu coklat
  • Coklat panas
  • Chocolate chips

Tips menghilangkan kebiasaan minum kopi saat hamil

Dengan mengetahui apa saja dampak buruknya bagi kehamilan dan janin di dalam rahim akan membuatmu berpikir beberapa kali sebelum mengkonsumsi kopi atau teh. Bahkan, kamu juga harus berhati-hati terhadap berbagai teh herbal karena sering kali banyak mengandung kafein.

Jika sangat berat untuk menghilangkan kebiasaan minum kopi, kamu setidaknya harus mengurangi jumlahnya dan secara perlahan cobalah untuk meninggalkannya dan gantilah dengan minuman-minuman yang lebih sehat seperti jus buah.

BAGIKAN
Ibu muda sekaligus nyambi jadi blogger yang menyukai banyak hal menyenangkan. Pecinta bakso tapi gak pernah sukses bikin bakso sendiri. Hobi nulis dan duit, kadang-kadang nulis dapet duit. :D Dan sedang belajar banyak hal di dunia IM. ;)

Bagaimana menurut Anda?

Komentar