5 Cara Mengkritik yang Baik, Ampuh Tapi Nggak Bikin Orang Sakit Hati

cara mengkritik yang baik

Mengkritik itu sangat perlu dilakukan. Kalau seseorang melakukan keburukan, dibiarkan terus, maka akan terjadi kerusakan di muka Bumi ini. Maka haruslah ia ditegur.

Pun memang kita manusia sebagai Khalifah di dunia ini mempunyai sebuah tugas untuk memajukan kebaikan dan mencegah keburukan. Dan salah satu caranya adalah yah dengan mengkritik.

Namun, kadang kritik itu rasanya tidak enak. Karena orang-orang tidak suka mendengar kata-kata yang membuat citranya terancam.

Lantas, bagaimana dong? Kebenaran harus tetap disampaikan, keburukan harus dihapuskan, namun kalau nanti orangnya kalau dikritik jadi tersinggung?

Nah, solusinya gunakanlah 5 jurus cara mengkritik secara elegan berikut ini.

1. Tukar Kata”Tapi” Menjadi “Dan”

Yups. Orang awam tidak suka mendengar sesuatu, kemudian diberi kata “tapi”, “namun”, dan sebagainya. Karena hal tersebut dapat membuat dia merasa tidak dihargai, sehinggu memicu pertengkaran.

Coba Anda perhatikan di dalam sebuah forum atau sejenisnya, jika seseorang mengatakan “tapi” kepada temannya, maka dalam beberapa menit kemudian temannya akan membalas “tapi” juga. Contoh lainnya:

  • Permainan musikmu bagus sekali, tapi suaranya terlalu besar.
  • Makan di Restoran ini memang enak dan nyaman, tapi pelayanannya lamaaaa sekali.
  • Baju barumu bagus juga, tapi kantungnya itu jelek sekali.
  • Karyamu ini hebat sekali, tapi berantakan banget.
  • Ide kamu luar biasa sekali! Namun…
  • Masakan disini enak juga iya! Tapi…

Lihat? Bagaimana bila kata-kata tersebut dilontarkan kepada Anda? Apa Anda suka? Tersinggung? Karena memang setiap manusia memiliki perasaan, pastilah dirinya merasa tidak enak.

Maka, coba pakai jurus pertama ini. Tukarlah kata “tapi” menjadi kata “dan”. Plus, tambahkan benefit apabila ia mengarah pada yang lebih baik. Perhatikan lagi beberapa kalimat berikut ini:

  • Permainan musikmu bagus sekali sobat, dan bisa menjadi lebih bagus lagi kalau suaranya lebih dilembutkan lagi.. 🙂
  • Makan di Restoran ini memang menyenangkan, dan bakalan jadi lebih sempurna kalau pelayannya cepat. Orang-orang bakal berbondong-bondong ke sini.. 🙂
  • Baju barumu bagus juga, dan akan selamanya bagus jika kita hias lagi kantungnya.. Imut banget.. 🙂
  • Karyamu ini hebat sekali, dan akan lebih hebat lagi kalau dirapikan sedikit lagi.. Coba.. 🙂
  • Ide kamu luar biasa sekali! Dan mari kita catat semua ide-ide yang sudah kita utarakan bersama tadi.. 🙂
  • Masakan disini enak juga iya! Dan pasti bakal lebih enak lagi kalau garamnya dikurangi.. 🙂
Artikel Lainnya:  7 Cara Menghadapi Mertua yang Cerewet

Semoga Anda suka hal ini. 🙂

2. Kritiklah di Lain Waktu

Jurus kedua ini cukup sederhana. Misalnya, ketika Anda sedang berinteraksi dengan seseorang, kemudian ada unek-unek, dan ingin mengkritiknya; maka boleh jangan katakan pada saat itu juga. Katakanlah di lain waktu.

Kritiklah dia di lain waktu. Ntah itu di malam harinya, atau mungkin di esok harinya. Kalau soal rapat, pastinya tidak boleh membicarakan hal tersebut lagi ketika sudah selesai. Namun, apabila ada rapat yang terbagi-bagi dalam beberapa waktu/hari, Anda bisa mengkritiknya di waktu yang berbeda tersebut. Kalau bisa, kritiklah dia dalam situasi pribadi. Seperti di tempat tertutup misalnya.Jangan di keramaian.

Bisa jadi, dengan memberikan jeda, maka egonya yang sedang sensitif perlahan-lahan akan kembali menuju stadium normal. InsyaAllah kemungkinan tersinggungnya akan berkurang.

3. Kritik Tindakannya, Bukan Orangnya

Dengan mengkritik tindakannya, dan bukan orangnya, Anda akan dicap sebagai orang yang perhatian. Ini juga merupakan salah satu sikap yang bagus untuk menunjukkan rasa kepedulian Anda.

Misalnya, jangan katakan, “Kamu ini menyebalkan…”, tapi tukarlah menjadi, “Kamu ini asyik, yang membuat menyebalkannya ketika kamu melakukan begini-begitu…”.

Bongkar pemahaman salahnya. Karena pemahamannya itu yang mendorongnya melakukan perbuatan salah.

4. Tetap Semangatin Dia dan Buat Dia Tetap Punya Harapan

Katakanlah padanya bahwa dia tidak sendirian. Katakan pula bahwa banyak orang lain yang seperti dia. Katakan lagi kepadanya bahwa kesalahan yang dibuatnya itu adalah hal yang biasa.

Sehingga kritik Anda tidak akan menjadi batu penghacur yang besar baginya.

5. Bersatulah dengan Dirinya

Kalau bisa, bantulah ia agar mampu memikul tanggungjawabnya.

Hati-hati dengan sikap yang salah, yaitu berpisah dengannya. Apa maksudnya berpisah dengannya? Yaitu mengatakan bahwa Anda akan membencinya kalau dia tidak menyelesaikan masalah tersebut.

Artikel Lainnya:  8 Etika Jelek Saat Berdiskusi. Waspadailah, Sekarang Lagi Musim Nih, Apalagi di Social Media

Jadi, tunjukanlah peran Anda sebagai sahabat dan saudara yang siap membantu. Tawarkan kepadanya sebuah solusi. Kalau tidak punya solusi, jangan dipaksakan. Carilah solusinya terlebih dahulu.

Baiklah. Saya rasa cukup sekian dulu. Semoga dengan begini kita semua bisa meminimalisir kelahiran batu penghancur dan memaksimalkan kelahiran pendorong harapan.

BAGIKAN
Mufakir adalah seorang otaku tobat yang merasa dirinya masih belum banyak bermanfaat bagi orang lain, dan berusaha selalu ingin bermanfaat bagi orang lain. Baginya sukses itu sederhana, yaitu hari ini lebih baik dari hari kemarin. Passion menulis artikel seputar motivasi dan produktivitas.

Bagaimana menurut Anda?

Komentar