Membangun Personal Brand

membangun personal brand
Sumber ilustrasi: Pixabay.com

Suatu ketika seorang klien yang kebetulan juga salah seorang sahabat saya meminta bantuan untuk dibuatkan rancangan strategi membangun citra dirinya. Ia ingin agar masyarakat—khususnya target audiensn—mengenalnya sebagai ‘seseorang’. Dan ia juga ingin agar bisa menjadi orang ‘no 1’ di bidang yang menjadi kompetensinya di pentas nasional.

Bagi praktisi komunikasi seperti juga saya, pikiran pertama yang kerap kali muncul saat menemui case seperti diatas adalah bagaimana merancang strategi pencitraan yang terencana, kemasan yang bervariasi dan unik, slogan-slogan yang cerdas dengan berbagai polesan yang kadang digunakan untuk menyembunyikan kondisi kita yang sesungguhnya.
Jika ditelaah secara cermat.

Membangun personal brand bukanlah sekedar bagaimana kita bisa membuat icon pembeda antara kita dengan orang lain. Bukan pula sekedar pernyataan, logo, penawaran produk, kampenye iklan, apalagi sekedar membuat berbagai media komunikasi yang kreatif sehingga setiap mata akan memandang dan mengagumi kita. Tetapi, lebih dari itu. Bicara sebuah brand (merek) ternyata bicara soal persepsi dan hubungan.

Merek (brand) dalam dunia usaha sering didefinisikan sebagai persepsi atau emosi yang dipertahankan dan dipelihara yang menggambarkan sebuah pengalaman dari sebuah produk atau jasa pada pelanggannya. Dalam konteks pribadi, sebuah merek merupakan cerminan dari siapa diri Anda sebenarnya serta apa yang Anda yakini. Persepsilah yang akan membuat Anda berbeda dengan orang lain. Dan persepsi pula yang akan memposisikan Anda sebagai seorang yang unik.

Sebuah persepsi yang dibangun untuk membentuk citra diri atau personal brand, mutlak membutuhkan adanya hubungan. Dengan kata lain, kesuksesan setiap aktivitas personal branding sangat ditentukan oleh seberapa dekat dan intensifnya merek (brand) kita berhubungan dengan khalayak. Karena, hubungan yang dalam inilah yang akan dirasakan sekaligus menciptakan pengalaman bagi rekan-rekan di kantor, keluarga di rumah, dan di berbagai komunitas dalam kehidupan Anda. Hubungan yang dalam juga akan membantu pemasaran dan penjualan produk atau jasa dari aktivitas bisnis Anda.

Artikel Lainnya:  7 Cara Menghadapi Orang yang Membenci Kita

Jadi, fokuslah pada bagaimana membangun persepsi dan bangunlah hubungan yang dalam dan bernilai bagi orang-orang penting di kehidupan Anda.

Sumber: Bey.Syafaat.com


Catatan editor: Mas Bey bukan merupakan kontributor langsung TeknikHidup.com. Tulisan ini dimuat dengan cara menyadur tulisan beliau di website lain.
BAGIKAN
Bey Laspriana
sharia marketing communication - coo - strategic planner | author 'proud of you' | #NgajiTwit |