Ada 21 Tipe Mahasiswa di Kampus, yang Manakah yang Terbaik dan Harus Kita Ikuti?

Ada 21 Tipe Mahasiswa di Kampus, yang Manakah yang Terbaik dan Harus Kita Pilih?
Sumber gambar: goodfreephotos.com

Sudah kita ketahui bersama, bahwa faktanya mahasiswa itu ada banyak jenis-jenisnya.

  • Ada yang rajin belajar saja, nggak mau ikut macem-macem.
  • Ada yang aktif banget di organisasi.
  • Ada yang rajin ikut lomba-lomba.
  • Ada yang gayanya kayak preman, merasa berkuasa.
  • Dan masih banyak lagi.

Setidaknya, sehemat yang saya perhatikan, ada 21 tipe mahasiswa di Kampus. Meski bisa jadi ada lebih dari 21. Tapi sehemat yang saya ingat, ada 21. Dan bisa jadi pula satu mahasiswa bisa menyandang lebih dari satu tipe.

Nah, apa saja 21 tersebut? Berikut ini penjelasannya satu per satu.

1. Mahasiswa kupu-kupu

Mahasiswa kupu-kupu itu adalah yang kuliah-pulang, kuliah-pulang.

Mahasiswa ini biasanya tidak begitu sering ada di Kampus. Di Kampus yah kalau memang perlu aja. Seperti misalnya memang jam kuliah, ngerjain tugas kelompok, nganter tugas, konsultasi dengan dosen, dan sebagainya.

Kalau nggak ada keperluan kuliah, yah langsung pulang aja, hehehe..

2. Mahasiswa kunong-kunong

Mahasiswa kunong-kunong ini adalah yang kuliah-nongkrong, kuliah-nongkrong.

Mahasiswa kunong-kunong itu justru kebalikan dari mahasiswa kupu-kupu. Karena mereka nggak langsung pulang. Kalau sudah selesai kuliah, nongkrong dulu.

Nongkrongnya biasa di Kantin. Tapi bisa juga di Warung luar, di Kafe, Restoran, bahkan bisa juga di kelas saja, atau di Lobby Kampus saja, di taman, di tempat parkir, atau di Rumah/Kost-an seseorang saja, atau di mana pun; pokoknya nongkrong, hehehe.

3. Mahasiswa kura-kura

Mahasiswa kura-kura ini adalah yang kuliah-rapat, kuliah-rapat.

Tentunya mereka ikut sejenis organisasi, HIMA, UKM, komunitas, dan sebagainya.

Teman-temannya sudah paham bahwa dia rajin rapat, sehingga terkadang ia terpaksa tidak bisa masuk kelas, tidak bisa ikut ngerjain tugas, tidak bisa ikut jalan-jalan; karena harus ikut rapat. Memang hanya kadang-kadang. Nggak selalu. Tapi, lumayan beberapa kali, hehehe.

4. Mahasiswa kubi-kubi

Mahasiswa kubi-kubi ini adalah yang kuliah-bisnis, kuliah-bisnis.

Motifnya berbisnis bisa karena beberapa hal:

  • Buat nambah uang jajan aja, soalnya kepingin beli sesuatu (sepatu baru/handphone/dll)
  • Buat biaya kuliah, sekalian ngeringanin beban orang tua
  • Terprovokasi setelah ikut seminar, dan atau baca buku motivasi bisnis
  • Setelah wisuda nggak mau kerja, kepingin bisnis aja. Makanya mulai dari sekarang
  • Atau yang lainnya

Biasanya mudah diketahui, dilihat di foto profil maupun deskripsi/biodata akun social media dan messenger-nya, terdapat produk atau brand bisnisnya. Tentunya dia dunia nyata pun mudah diketahui, karena yang pasti yaah dia itu jualan, hehehe.

5. Mahasiswa kusos-kusos

Mahasiswa kusos-kusos ini adalah yang kuliah-sosial, kuliah-sosial.

Maksud sosial di situ adalah aktivitas sosial seperti memberikan sumbangan, membantu korban bencana, dan sebagainya.

Bisa jadi mahasiswa kusos-kusos itu termasuk mahasiswa kura-kura juga. Namun tentunya harus lebih banyak terjunnya, jangan lalai malah lebih banyak rapatnya.

Mudah diketahui karena senantiasa mengajak teman-temannya untuk ikut aktif berderma juga.

6. Mahasiswa kuma-kuma

Sumber: Pixabay.com

Mahasiswa kuma-kuma ini adalah yang kuliah-main-main, kuliah-main-main.

Maksudnya main-main di situ adalah main game. Bisa jadi game di console Playstation, PC, atau smartphone dan tablet.

Karena main-main merupakan aktivitas rutinnya, maka tentu jenis game-nya adalah yang terdapat aktivitas farming-nya. Yang notabene farming tersebut dibutuhkan untuk level up, beli item, meningkatkan karakter, mencapai achievement, dan sebagainya. Seperti misalnya Dota, Clash of Clan, dan sebagainya. Misalnya game ber-genre MOBA, RPG, RTS, dan sebagainya.

Mahasiswa tipe kuma-kuma ini bisa diketahui dengan cara melihat aplikasi yang ada di smartphone dan laptop/PC-nya. Atau ada yang setelah kuliah langsung ke Warnet. Dan nggak jarang pula begadang, hehehe.

7. Mahasiswa kuda-kuda

Mahasiswa kuda-kuda ini adalah yang kuliah-dakwah, kuliah-dakwah.

Mereka biasanya aktif di Lembaga Dakwah Kampus (LDK), aktif jadi DKM, atau yang sejenisnya. Yang pasti tidak luput dari aktivitas dakwah. Misalnya ikut pembinaan rutin, mengisi mentoring, ngisi kajian, membuat dan menyebarkan media dakwah, dan sebagainya.

Tentu mudah diketahui dari rajinnya sholat tepat waktu di Mesjid, lumayan rajin sholat dhuha, pakaiannya senantiasa syar’i menutup aurat, dan tentunya senantiasa mengingatkan temannya agar tercegah dan terhindar dari kemaksiatan, serta loyal pada yang ma’ruf.

8. Mahasiswa kubel-kubel (+kutu-kutu)

Mahasiswa kubel-kubel ini adalah yang kuliah-belajar, kuliah-belajar.

Kadang juga dikenal sebagai kutu-kutu; yakni kuliah-tugas, kuliah-tugas.

Terkadang istilahnya adalah mahasiswa study oriented.

Mahasiswa kubel-kubel ini bisa jadi juga sekaligus termasuk tipe mahasiswa kupu-kupu.

Mereka biasanya tidak begitu tertarik dengan ajakan-ajakan organisasi, main-main, nongkrong-nongkrong, pacaran, dan sebagainya. Karena yang namanya kuliah yah yang penting kuliah aja. Yakni belajar, ngerjain tugas, hadir di kelas.

Kenapa bisa seperti itu, biasanya karena beberapa hal. Misalnya:

  • Teringat pesan orang tua, atau Kakak, atau yang lainnya; bahwa harus fokus kuliah saja
  • Karena opini masyarakat tentang Kampus tersebut memang harus serius belajar saja, seperti misalnya sebagian mahasiswa ITB, STAN, dan sebagainya
  • Agar bisa dapat nilai optimal, passing grade tinggi, cepat lulus, cepat wisuda, cepat kerja
  • Atau karena yang lainnya
Artikel Lainnya:  Hadiah Terbaik untuk Orang Tua Bukanlah Mobil, Rumah Mewah, Maupun Harta; Melainkan Kesholehan Kita

9. Mahasiswa kuspo-kuspo

Sumber: Pixabay.com

Mahasiswa kuspo-kuspo ini adalah yang kuliah-sport, kuliah-sport.

Maksudnya adalah yang selain kuliah, juga lumayan aktif ikut kegiatan olahraga fisik. Seperti misalnya futsal, basket, bela diri, dan sebagainya.

Biasanya sih ikut dalam suatu organisasi yang terkait dengan olahraga tersebut.

Namun bisa juga tanpa organisasi, misalnya rajin futsal di lapangan futsal sewaan.

10. Mahasiswa kujal-kujal

Sumber: Pixabay.com

Mahasiswa kujal-kujal ini adalah yang kuliah-jalan-jalan, kuliah-jalan-jalan.

Mungkin agak mirip dengan mahasiswa tipe kunong-kunong. Namun lebih dari itu, mereka tidak sekadar nongkrong. Karena mereka hang out ke berbagai tempat. Mulai dari Mall, tempat wisata, gunung, pantai, bahkan luar negeri, dan sebagainya. Sehingga lebih cocok dikenal sebagai traveler.

Cara mengetahuinya cukup mudah, biasanya:

  • Banyak koleksi foto jalan-jalannya di berbagai tempat, biasanya banyak di Instagram dan facebook-nya
  • Tentunya lumayan banyak (bahkan bisa lengkap) peralatan dokumentasinya; seperti kamera, tripod, tongsis, dan sebagainya
  • Ada sebagian yang pakai kaos/jaket/topi bertulisan “My Trip My Adventure“, hehehe..

11. Mahasiswa kusen-kusen

Mahasiswa kusen-kusen ini adalah yang kuliah-seni, kuliah-seni.

Maksud seni di situ adalah yang aktif berkarya maupun menikmati kesenian; seperti misalnya musik/nyanyi, menggambar, tari, drama, dan sebagainya.

Memang tipe ini masih umum, perlu diklasifikasi lagi.

Cukup mudah diketahui, karena yang namanya karya seninya pasti tidak hanya jadi konsumsi diri sendiri, melainkan ia ekspos.

12. Mahasiswa kuot-kuot

Sumber: Pixabay.com

Mahasiswa kuot-kuot ini adalah yang kuliah-otaku, kuliah-otaku.

Sebenarnya definisi otaku itu ada beberapa. Namun, yang dimaksud otaku di sini adalah yang lumayan rajin nonton anime, nonton tokusatsu, baca manga, menggambar manga, ikut cosplay, dan main game. Meski memang belum tentu melakukan semua hal tersebut, mungkin hanya sebagiannya saja.

Mahasiswa otaku ini bisa jadi juga sekaligus mahasiswa kupu-kupu dan atau mahasiswa kuma-kuma.

Mudah diketahui, karena biasanya hampir setiap hari nonton anime dan baca manga.

13. Mahasiswa kupre-kupre

Mahasiswa kupre-kupre ini adalah yang kuliah-preman, kuliah-preman.

Mudah diketahui karena biasanya lagak dan tampangnya seperti preman. Misalnya suka berteriak, rambutnya diwarnai, gondrong, celananya bolong, melakukan kekerasan fisik, dan atau sebagainya.

14. Mahasiswa kucin-kucin

Mahasiswa kucin-kucin ini adalah yang kuliah-cinta, kuliah-cinta.

Yakni mahasiswa yang sering kali pikirannya hanya seputar cowok atau cewek. Dengan kata lain, pacaran melulu. Kalau putus, maka ia berusaha agar bisa punya pacar lagi.

Ada yang sampai matannya banyak banget, hampir 10 atau mungkin lebih dari 10.

Ada yang sebenarnya jomblo, belum pernah pacaran, dan terus berharap ada yang mau pacaran dengan dirinya.

Lumayan mudah diketahui, dari kata-kata rutinnya. Dan yang paling menjijikkan itu adalah statusnya di socmed yang melulu soal galau-galau dan cinta-cinta.

15. Mahasiswa kulom-kulom

Mahasiswa kulom-kulom ini adalah yang kuliah-lomba, kuliah-lomba.

Ia rajin ikut lomba. Misalnya lomba menulis karya ilmiah, lomba merakit robot, atau lomba-lomba lainnya.

Motifnya bisa karena agar mengumpulkan sertifikat, yang notebene itu bisa memudahkan saat kerja nanti. Bisa juga karena duit, atau hadiah. Bisa juga karena memang semangat passion pada bidang tersebut.

16. Mahasiswa kuker-kuker

Mahasiswa kuker-kuer ini adalah yang kuliah-kerja, kuliah-kerja.

Selain kuliah, dia juga sibuk kerja. Ada yang kerja part time saja, ada yang kerja freelance, ada yang kerja ngajar sebagai guru bimbel ataupun guru less private.

Sekilas sih sepertinya mereka agak mirip dengan mahasiswa kubi-kubi.

17. Mahasiswa kugay-kugay

Sumber: Pixabay.com

Mahasiswa kugay-kugay ini adalah yang kuliah-gaya, kuliah-gaya.

Maksudnya gaya di situ adalah; bergaya, caper, gengsinya gede, dan fashion-nya menonjol.

Biasanya sih yang seperti ini cewek. Misalnya, pakaiannya seksi, dandanannya luar biasa, rambutnya pirang, tasnya tas mahal, dan sebagainya. Padahal mau kuliah doang, tapi gayanya banyak banget kayak mau kondangan atau ke Mall.

Meski yang cowok sih ada juga. Misalnya, membawa mobil, dan motornya telah dimodif sedemikian rupa.

Tetapi tentu saja kita tidak mengenaralisir setiap yang membawa mobil ataupun memodif motor berarti dia banyak gaya. Belum tentu. Namun, bagi cowok yang banyak gaya, seandainya memungkian dia bawa mobil ke Kampus, pasti dia bawa mobilnya ke Kampus, demi gengsi. 😀

Ciri lain yang sangat menonjol, biasanya mereka suka bercermin. Juga, suka selfie.

18. Mahasiswa kuol-kuol

Sumber: Pixabay.com

Mahasiswa kuol-kuol ini adalah yang kuliah-online, kuliah-online.

Kenapa disebut seperti itu, karena dia sangat rutin menikmati smartphone-nya, atau tabletnya, atau laptop, atau Komputernya. Dan bisa dipastikan koneksi internet-nya jalan. Jadi kerjaannya online melulu.

Ntah apa aktivitasnya selama online tersebut. Yang termasuk mahasiswa kuol-kuol ini bisa juga merangkap sebagai tipe mahasiswa lainnya juga.

  • Bisa jadi dia sebenarnya merupakan mahasiswa kubi-kubi, kalau dia bisnis online.
  • Bisa jadi dia mahasiswa kucin-kucin, kalau dia suka keopin mantannya; atau kepoin akun cewek cantik/cowok ganteng.
  • Bisa jadi dia mahasiswa kujal-kujal, kalau dia terlalu update foto-fotonya saat jalan-jalan.
  • Bisa jadi dia mahasiswa kugay-kugay, kalau dia banyak gaya di online.

19. Mahasiawa kutid-kutid

Mahasiswa kutid-kutid ini adalah yang kuliah-tidur, kuliah-tidur.

Artikel Lainnya:  Allah adalah Dzat yang Hakiki, Dan WujudNya Bisa Dirasakan. Bukan Sekedar Khayalan dalam Otak Manusia

Cirinya, tentu saja tak jarang ia teritdur saat di kelas. Ntah memang tertidur atau sengaja tidur.

Bahkan saat temannya hendak mengunjungi kamar/kost-nya, ternyata dia sedang tidur juga. Sehingga teman-temannya berprasangka ini orang kok kerjaannya tidur melulu, hehehe.

Biasanya sih karena dia pengidap insomnia, sehingga kalau malam itu sudah tidur.

Bisa jadi sebagian mahasiswa kutid-kutid ini merupakan mahasiswa kuma-kuma.

20. Mahasiswa kusi-kusi

Mahasiswa kusi-kusi ini adalah yang kuliah-aksi, kuliah-aksi.

Maksud aksi di sini adalah aksi demonstrasi turun ke jalan. Kemudian long march, orasi, membentangkan spanduk, menebar poster propaganda, buletin opini, dan sebagainya.

Meski bisa dirinci lagi bahwa ada yang aksi brutal, ada juga yang aksi damai tanpa bakar-bakar dan merusak properti.

Biasanya mereka ini adalah adalah aktivis, mahasiswa/orang pergerakan.

Meski dekade belakangan ini mahasiswa kusi-kusi mulai menurun jumlah dan kualitasnya tidak seperti mahasiswa kusi-kusi di bawah tahun 2000. Karena sebagian mahasiswa dekade ini mereka lebih memilih untuk sibuk urusan belajar formal dan atau entertainment. Bahkan sebagian yang masih konsisten melakukan aksi, ternyata merupakan ‘masa nasi bungkus’ yang idealismenya mudah dikebiri.

Yang juga bisa menjadi mahasiswa kusi-kusi ini adalah sebagian mahasiswa kura-kura, kusos-kusos, dan kuda-kuda.

21. Mahasiswa misterius

Mahasiswa misterius ini adalah mahasiswa yang yah misterius. Sulit diketahui apa rutinitasnya.

Sebagiannya adalah yang jumlah absen tidak hadirnya sudah terlalu banyak. Ntah mungkin itu pertanda dia hendak pindah jurusan, pindah Kampus, stress, atau apalah itu.

Nah, begitulah tipe-tipe mahasiswa yang ada di Kampus, sehemat penginderaan kami. Tentunya bisa jadi lebih banyak lagi, tidak hanya ada 21. Silahkan Anda boleh menambahkan, kalau ada tipe lain yang belum disebut.

Dan itu tadi, tentunya tidak menutup kemungkinan bahwa satu mahasiswa bisa mengemban lebih dari satu tipe. Atau ada yang tidak begitu dominan 100% mengemban suatu tipe, melainkan hanya sekadar iseng atau sesekali saja; 50%, atau 30% mungkin. Faktanya memang lebih kompleks.

Terus, yang manakah yang terbaik dan yang harus kita pilih?

Sebetulnya sebagian besar yang disebutkan di atas itu tidak sepenuhnya salah, bagus-bagus saja asal proporsional dan hukumnya boleh menurut Islam. Misalnya olahraga, bisnis, dan sebagainya.

Yang salah adalah yang mengandung kemaksiatan, seperti misalnya yang preman, pacaran pra-nikah, dan sebagainya.

Tapi kalau seandainya diurutkan, yang manakah yang terbaik? Maka, jawabannya, tentu yang terbaik adalah mahasiswa kuda-kuda. Yakni, yang kuliah dakwah-kuliah dakwah.

Lhoh kata siapa itu kok asal nge-klaim aja? Nggak asal nge-klaim kok. Memang begitulah yang difirmankan oleh Yang Maha Mengetahui. Allah Swt berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imron: 110)

Nah, dari situ jelas, bahwa yang terbaik adalah mukmin yang beramar ma’ruf nahi munkar.

Terlebih lagi, mahasiswa yang notabene pemuda berintelektual seharusnya merenungkan dan mengambil pelajaran dari hadits Rasulullah Saw berikut ini.

لَا تَزُوْلُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ.

“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan, serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” (HR. at-Tirmidzi)

Oleh karena itu, tentunya mahasiswa yang cerdas adalah yang senantiasa menggunakan umur dan masa mudanya untuk Islam. Ia gunakan pula intelektualnya untuk berkontribusi dalam pembangunan dan kemajuan peradaban Islam.

Daripada digunakan hanya untuk main-main, atau sekadar fokus kuliah lalu kerja cari duit; alangkah lebih baiknya apabila masa muda, umur, dan ilmu kita tersebut diberdayakan dalam agenda dakwah, agar insya Allah hisab kita di Akhirat ‘lumayan enak’. Aamiin, insya Allah..

Tentunya bukan berarti bedakwah sehingga kuliah jadi lalai, nggak bisa bisnis, nggak boleh olahraga, dan sebagainya. Tentunya yah boleh-boleh saja asal hukumnya boleh, dan proporsional. Namun jadikanlah dakwah sebagai poros hidup.

Maka dari itu, Anda baik yang mahasiswa baru maupun mahasiswa senior; hendaklah melibatkan diri Anda bersama mahasiswa kuda-kuda.

Bagi Anda yang orang tua, pastikan pulalah bahwa anak-anak Anda ikut terlibat dalam agenda mahasiswa kuda-kuda.

Karena memang mahasiswa tipe kuda-kuda adalah tipe yang terbaik, dan harus kita ikuti.

BAGIKAN
Reyigh Pakaldolok
Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Dan salah satu cara menjadi manusia yang bermanfaat adalah dengan menulis. InsyaAllah...

Bagaimana menurut Anda?

Komentar