Kekuatan Merek Akan Timbul dari Kesan yang Berulang-Ulang

Kekuatan Merek Akan Timbul dari Kesan yang Berulang-Ulang

Masih ingat tulisan saya sebelumnya, bahwa bicara sebuah brand (merek) ternyata bicara soal persepsi dan hubungan? Yak betul….ternyata Anda masih mengingatnya dengan baik. Selanjutnya kita akan coba kupas lebih dalam lagi.

Pernahkah terpikir, saat Anda membutuhkan bantuan untuk memecahkan problem yang sedang Anda hadapi, kemudian Anda menyebutkan atau memilih salah satu nama tertentu?
Kemudian pada waktu yang berbeda, Anda ingin bertemu dengan seseorang yang Anda anggap paling cocok untuk ditemui. Padahal Anda memiliki begitu banyak kawan, atau rekan yang mungkin bisa dimintai bantuannya.

Ilustrasi di atas, sebenarnya ingin saya tunjukkan pada Anda apa arti dari kekuatan sebuah persepsi. Persepsi tentang seseorang yang menempel dalam benak akan memberikan pengaruh pada pemilihan dan keputusan kita secara reflek. Semakin kuat profil orang itu tertancap, maka akan semakin besar peluangnya untuk diingat pada kesempatan pertama mengalahkan si Rian (yang supel dan humoris), Septa (yang cantik, cerdas), Paijo (keren dan helpfull) atau puluhan, ratusan bahkan ribuan orang yang sudah kita kenal sebelumnya.

Ketika sebuah perform seseorang dibalut dengan sebuah pertalian hubungan yang amat berkesan, di situlah personal brand seseorang akan terbangun dengan sempurna. Hubungan yang dalam, hubungan yang tidak saja menyertakan pikiran namun juga menyertakan sebuah ketulusan persahabatan dan emosi yang amat kuat akan menghasilkan sebuah merek yang kuat pada diri orang lain yang merasakannya. Demikian pula sebaliknya.

Saat sebuah hubungan menghasilkan pengalaman yang buruk, maka dialah orang pertama yang akan ia ‘buang’ dalam ingatan kita. Inilah sunnatullah.

Lalu apa hubungannya dengan judul diatas? Simpel saja! Karakter Anda yang tertanam dalam persepsi orang lain, akan semakin ‘kinclong’ saat terwujud dalam setiap hubungan yang Anda lakukan dengan orang lain. Dan itu akan terus membangun personal brand yang semakin kuat. Dan jika itu terus dilakukan berulang-ulang, logis jika brand personal Anda semakin hari semakin cemerlang. Apalagi jika ia bertemu dengan kebutuhan yang tepat waktu dan tempat, maka hubungan itu akan menjadi lebih bernilai.

Artikel Lainnya:  6 Hal yang Membuat Seseorang Tidak Mau Mendengarkan Nasehat Anda

Tapi ingat… hal itu juga berlaku jika semakin hari performa dan hubungan Anda makin buruk, maka nilai personal brand-nya sudah bisa Anda tebak sendiri.

Semoga bermanfaat.

Sumber: Bey.Syafaat.com


Catatan editor: Mas Bey bukan merupakan kontributor langsung TeknikHidup.com. Tulisan ini dimuat dengan cara menyadur tulisan beliau di website lain.
BAGIKAN
Bey Laspriana
sharia marketing communication - coo - strategic planner | author 'proud of you' | #NgajiTwit |

Bagaimana menurut Anda?

Komentar