7 Cara Menghilangkan Sakit Hati Menurut Islam

Cara Menghilangkan Sakit Hati Menurut Islam

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari kita seringkali berbenturan dengan hal-hal yang dapat menyebabkan kita sakit hati. Misalnya, karena difitnah, karena menjadi bahan gunjingan, karena dicurangi, dibohongi, ditipu, iri hati, ditimpa musibah, bahkan berburuk sangka atau su’udzon kepada orang lain maupun kepada Allah juga dianggap sebagai bentuk sakit hati. Tentu ada bentuk sakit hati yang lainnya.

Maka dari itu, mari kita bahas mengenai beberapa obat penawar sakit hati di dalam Islam. Cara menghilangkan sakit hati menurut Islam diantaranya adalah:

1. Membaca Al-quran beserta maknanya

Poin yang pertama ini mestinya sudah tidak asing ditelingamu. Dalam syair Tombo Ati, yang artinya “obat hati” atau obat sakit hati, yang pertama dikatakan bahwa kita harus membaca Al-quran beserta maknanya.

Jika kita kaji lebih dalam, dan jika kita telaah lebih jauh, obat penyakit hati tersebut tidak hanya membaca Al-quran. Melainkan beserta maknanya. Dan tentunya juga kajilah tafisrnya menurut para ulama mufasir yang mu’tabar.

 

2. Berpuasa

Masih terinspirasi dari syair Tombo Ati, dalam Islam obat sakit hati selanjutnya adalah berpuasa.

Puasa adalah bentuk ibadah yang lainnya yang dianjurkan selain sholat, bersedekah, dan lain-lain.

Secara khusus, puasa adalah cara terbaik untuk mengekang hawa nafsu dan untuk melawan amarah. Karena ketika kita berpuasa, kita tidak hanya diminta untuk menahan rasa lapar dan dahaga, melainkan juga kita diminta untuk menahan hawa nafsu, menahan amarah atau emosi, serta menjauhkan diri dari perbuatan maksiat.

Dengan mengekang hawa nafsu, menjauhi maksiat, dan dengan banyak bersabar, akan membuat hati tidak memiliki kesempatan untuk sakit dan rusak.

3. Mendirikan sholat

Selain berpuasa, sholat juga adalah obat sakit hati di dalam Islam. Mendirikan shalat di dalam Al-quran disebutkan dapat menjauhkan kita dari perbuatan keji dan mungkar. Tentu saja perbuatan tersebut (keji dan munkar) adalah perbuatan yang pada awalnya didasari karena hati yang kotor.

Artikel Lainnya:  Agak Seram Saat Tak Terasa Kok Waktu Cepat Banget Berlalu? Jangan Khawatir, Asal Anda Isi dengan 10 Hal Bermanfaat Ini

Berbicara mengenai mendirikan sholat, ternyata masih banyak di antara kita yang belum bisa melakukannya. Jika boleh jujur, ada banyak diantara kita yang masih sholat tanpa ilmu. Banyak diantara kita yang hanya sholat ikut-ikutan sehingga manfaat shalat hampir tidak kita dapatkan. Padahal, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Satu ahli ilmu lebih baik daripada 1000 ahli ibadah.” Sebuah hadis yang seharusnya membuat kita sadar bahwa kita harus berbuat apapun berdasarkan ilmu.

4. I’tikaf

Di dalam Islam, salah satu cara untuk bermuhasabah atau untuk introspeksi diri adalah dengan cara beri’tikaf.

Ber-i’tikaf bisa dilakukan di Masjid baik siang maupun malam. Dan berdiam diri di Masjid tidak hanya diam dalam arti menenangkan diri, bisa juga kita introspeksi diri dan mengkaji kembali sepak terjang yang kita lakukan selama ini.

Terlalu banyak dosa dan terlalu banyak perbuatan maksiat, perbuatan buruk dan hal-hal tidak terpuji yang kita lakukan akan membuat hati menjadi sakit dan tertutup dari cahaya kebenaran. Harapannya, dengan i’tikaf, kita akan menyadari setiap kesalahan dan dan menyesali perbuatan dosa.

5. Banyak mengingat mati

Semua makhluk hidup pasti akan mati. Dan banyak mengingat mati adalah salah satu cara mengobati hati yang sakit, terutama sakit dalam arti, sering ingin dipuji, sering iri hati, sering sombong, dan sejenisnya.

Dengan banyak mengingat kematian, bahwa kita akan kembali kepada Allah subhanahu wa ta’ala, akan membuat kita mengerti bahwa segala sesuatu di Bumi ini hanyalah milik Allah. Tidak ada hal yang bisa kita sombongkan karena semua yang kita miliki di dunia ini hanyalah sementara saja.

6. Berprasangka baik

Berprasangka baik adalah kebalikan dari su’uzon yang artinya berprasangka buruk.

Artikel Lainnya:  12 Cara Meningkatkan Percaya Diri Yang Langgeng Terus Setiap Hari

Seringkali, berprasangka buruk tidak hanya kita layangkan kepada sesama manusia melainkan juga kepada Allah. Padahal, di dalam Islam, kita dilarang untuk berprasangka buruk.

“Waspada” tentu saja diperbolehkan, asalkan proporsional. Akan tetapi berprasangka buruk kepada setiap orang terutama yang tidak menyukai kita atau sebaliknya yang tidak kita sukai dapat membuat hati menjadi sakit. Bahkan, beberapa orang ada yang berprasangka buruk terhadap Allah karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan atau karena ditimpakan musibah.

Padahal, Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, dan Maha segala-galanya. Allah lebih tahu apa yang terbaik bagi kita.

7. Perbanyak dzikir dan berdoa

Dzikir tidak hanya bisa dilakukan selepas sholat, melainkan bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

Sebisa mungkin, ber-dzikir-lah kepada Allah dan pikirkan serta masukkan ke dalam hati apa makna dzikir yang kita baca sehingga kita akan berfikir dan menyadari bahwa kita hanyalah makhluk lemah dihadapan Allah. Karena selama ini, banyak diantara kita yang hanya ber-dzikir di lisan saja namun hati tidak menyadari apa yang sedang diucapkan oleh lisan.

Dengan memperbanyak dzikir terutama dalam keadaan suci (sudah berwudhu) akan membuat hati kita lebih bersih. Selain itu, berdoa dan memohon kepada Allah serta hanya meminta kepada Allah juga ada bentuk obat hati lainnya yang bisa kita manfaatkan untuk menghilangkan sakit hati.

Tentu ada banyak cara menghilangkan sakit hati menurut Islam yang lainnya. Misalnya, dengan rajin belajar untuk menghilangkan kebodohan dan selalu menambah pengetahuan terutama ilmu-ilmu agama akan membantu kita terhindar dari berbagai penyakit hati.

BAGIKAN
Ibu muda sekaligus nyambi jadi blogger yang menyukai banyak hal menyenangkan. Pecinta bakso tapi gak pernah sukses bikin bakso sendiri. Hobi nulis dan duit, kadang-kadang nulis dapet duit. :D Dan sedang belajar banyak hal di dunia IM. ;)

Bagaimana menurut Anda?

Komentar