Mereka yang Cita-Citanya Tak Kunjung Tercapai Memiliki Kesamaan; Yaitu Suka Membuat Alasan, Alasan, dan Alasan

Setiap dari kita pasti punya cita-cita ataupun impian. Ada yang ingin segera menyelesaikan kuliahnya, ada yang ingin segera menikahi calon pasangannya, ada yang ingin beli barang-barang tertentu, ada yang ingin mengalami hal-hal tertentu, dan sebagainya.

Saya pun begitu. Anda pun begitu. Orang-orang di sekitar Anda pun begitu.

Namun.. pertanyaan.. di antara kita semua, siapa yang impiannya sudah terwujud?

Nggak sedikit, orang yang impiannya tak kunjung terwujud. Dalam konteks ikhtiar, tidak sedikit penyebabnya adalah karena kita terlalu malas, dan suka membuat alasan, alasan, dan alasan.

Kita banyak berkata “tapi” pada hal yang memang harus kita lakukan dan kita alami, sebagai upaya dalam rangka mencapai target-target kita.

Kalau memang iya, maka haruslah sekarang juga kita renungkan alasan-alasan yang sebelumnya hingga hari ini kita perbuat.

Biasanya, 7 hal berikut ini yang sering dijadikan alasan oleh orang-orang.

1. “Aku nggak sempat…”

Pernyataan “aku nggak sempat..” ini seolah-olah kita sudah terlalu sibuk melakukan banyak agenda-agenda penting dan kebaikan. Padahal, setelah ditelusuri, lebih banyak melakukan agenda-agenda nggak penting dan main-main.

  • Ketika diberi amanah,  kita katakan nggak sempat..
  • Ketika diajak ikut suatu acara, kita katakan nggak sempat..

Namun ntah kenapa, untuk buka game, hal lucu-lucu di internet, dan nonton film, kok selalu sempat? Padahal..

  • Dengan kita menerima amanah tersebut, kemampuan kita akan menjadi meningkat. Dan dengan kemampuan yang sudah menjadi lebih baik itulah yang mendekatkan diri kita kepada cita-cita kita..
  • Dengan kita mengikuti acara tersebut, kita jadi mendapatkan informasi baru, kenalan-kenalan baru, bahkan menambah kedekatan dengan sahabat dan keluarga. Padahal, informasi, kenalan, dan kedekatan itulah yang mendekatkan diri kita kepada cita-cita kita…

Karena terkadang saat kita berdo’a ingin menjadi orang yang sabar, maka bukan ujuk-ujuk otomatis kita jadi orang yang sabar. Namun di saat itu kita jadi mengalami hal sangat memicu kita untuk tidak sabar. Tetapi, kita bisa memilih, mau melatih sifat sabar tersebut atau tidak.

Artikel Lainnya:  6 Cara Memotivasi Karyawan untuk Meningkatkan Kinerjanya

Bisa jadi, cita-cita kita itu bisa terwujud apabila kita melakukan hal-hal yang justru selama ini kita hindari dengan banyak alasan nggak sempat.

2. “Aku susah banget bangun pagi…”

Alasan susah bangun pagi, ada kaitannya dengan alasan nggak sempat.

Sejatinya, kalau orang yang memang serius ingin berusaha itu, maka dia tidak segan-segan untuk mengorbankan apapun yang bisa ia kerahkan.

Meski memang secara nasehat, kalau mau berkorban itu lakukan pengorbanan yang wajar-wajah saja, jangan sampai mencelakakan diri. Namun, terkadang faktanya para pejuang itu justru berkorbannya hampir mencelakakan diri juga. Salah satu pengorbanannya, ia jadi kurang tidur.

Maka sejatinya soal mau bangun pagi atau tidak, itu murni pilihan. Apakah mau membiasakan, atau tidak.

Memang yang namanya hasil tidak instan, namun setidaknya yang harus ada itu adalah memulai, dan terus berusaha.

Yang aneh itu nggak mau mulai dan cemen mudah menyerah.

Maka, mulailah dari sekarang, coba browsing atau boleh ubek-ubek artikel di TeknikHidup.com ini, terkait bagaimana cara agar bisa bangun cepat pagi-pagi.

3. “Aku malu….”

Ada sebagian agenda dan pengalaman yang notabene harus kita cemplungi, namun kita tidak melakukannya dengan alasan malu.

Padahal, sebetulnya belum tentu malu. Bisa jadi hanya gengsi saja.

Kita mengkhayal. Kemudian khayalan itu jadi patokan. Padahal ngapain yang tak faktual dipikirkan?

Misalnya, kita terlalu memikirkan apa komentar orang lain nanti. Padahal, belum tentu juga orang lain akan mengomentari kita dengan komentar buruk.

Atau bisa jadi juga, sesuatu yang kita merasa malu itu karena kita belum biasa melakukannya. Apalagi baru pertama kali akan melakukannya, yah wajar malu.

Maka, agar nggak malu, yah harus dibiasakan. Dan waktu yang tepat untuk membiasakan adalah sesegera mungkin.

Kalau nggak sekarang, kapan lagi?

4. “Aku belum handal…”

Tidak pandai, tidak jago, tidak handal, juga sering dijadikan alasan untuk tidak melakukan hal tersebut.

Artikel Lainnya:  7 Cara Mengatur Waktu dengan Baik, Sederhana Tapi Dampaknya Tokcer!

Sebetulnya itu alasan yang 100% aneh. Karena memang mana ada anak bayi yang saat lahir langsung bisa berlari. Semuanya memang pasti bisa karena dilatih, dan perlu berproses. Persoalannya apakah mau segera dimulai sekarang atau tidak.

Apapun motivasi yang kita dapatkan, ujung-ujungnya tetap saja kita yang memilih mau stay diam atau memulai.

5. “Takut, nanti dikata-katain orang…”

Selain karena faktor internal, sebetulnya kadang ada orang yang suka buat alasan itu dikarenakan faktor eksternal.

Ntah kenapa, memang ada orang yang suka menggosipi orang lain, mengkomentarinya, bahkan mem-bully.

Lagian belum tentu orang yang mengomentari kita itu peduli dengan kita. Kalau memang pasti dia nggak peduli, ngapain didengerin?

Makanya, memang kita tidak perlu merisaukan ridha manusia. Nggak akan ada habisnya. Cukuplah ridha Allah Swt sajalah yang kita cari.

Alasan, alasan, dan alasan… Pelihara teruslah alasan.. Ibarat menumpuk batu bata, batu bata, dan batu bata, maka akan terbentuk tembok penghalang yang sangat besar.

Dan masih banyak lagi alasan-alasan yang pernah kita buat..

  • Padahal kita kurang persiapan berangkat ke Sekolah, Kampus, atau Kantor. Namun kita buat alasan bahwa yang salah itu kemacetan, hujan, suhu dingin, dan sebagainya. Bahkan bohong ban bocor.
  • Padahal kita yang kurang bijak mengatur keuangan, sehingga kas pribadi agak krisis. Namun kita buat alasan salah toko yang bikin diskon, dan sebagainya.
  • Dan masih banyak alasan-alasan lainnya…

Pada akhirnya, dalam konteks ikhtiar, semua apa-apa yang terjadi di masa depan itu adalah akibat dari pilihan-pilihan kita di masa lalu. Maka, jangan heran, apabila hari ini kita masih begini-begini melulu, cita-cita dan impian kita tak terwujud, wajarlah. Karena, dari kemarin hingga sekarang kita masih suka membuat alasan, alasan, dan alasan.

BAGIKAN
Mufakir adalah seorang otaku tobat yang merasa dirinya masih belum banyak bermanfaat bagi orang lain, dan berusaha selalu ingin bermanfaat bagi orang lain. Baginya sukses itu sederhana, yaitu hari ini lebih baik dari hari kemarin. Passion menulis artikel seputar motivasi dan produktivitas.

Bagaimana menurut Anda?

Komentar