7 Bahaya Ideologi Sosialisme-Komunisme yang Wajib Anda Ketahui, Agar Lebih Waspada

apa itu bahaya ideologi sosialisme komunisme pki?
Sumber ilustrasi: Pixabay.com

Belakangan ini opini tentang PKI (Partai Komunis Indonesia) agak naik. Banyak yang mengatakan bahwa harus waspada terhadap kebangkitan PKI tersebut.

Kalau menurut saya pribadi sih, sebetulnya masih belum tentu. Masih abu-abu. Masih di ‘persimpangan jalan’, tidak seperti kapitalisme yang jelas-jelas sudah berkeliaran. Meski memang kalau secara individu itu tentu ada orang yang menganut ideologi sosialis-komunis tersebut. Tapi kalau secara parpol apalagi negara, masih abu-abu.

Namun, tidaklah mengapa kita bahas saja. Setidaknya untuk waspada. Tidak menutup kemungkinan, bisa saja mereka benar-benar bangkit lagi.

Nah, hanya saja, ada sebagian dari kita terutama pada generasi baru, tidak begitu mengerti sebenarnya apa bahaya dari PKI tersebut? Apa bahayanya ideologi sosialis-komunis tersebut? Kenapa harus diwaspadai?

Setidaknya, berikut ini 7 bahayanya.

1. Mereka atheis

Ini merupakan persoalan yang paling mendasar. Orang-orang sosialisme tersebut, memiliki aqidah dialektika materi. Menurut mereka; manusia dan alam semesta ini semua berasal dari materi, dan akan kembali menjadi materi. Jadi, tidak mengakui adanya Sang Pencipta. Dengan kata lain, atheis.

Hal ini jelas berbahaya, karena bertentangan langsung dengan Islam. Menurut Islam, sejatinya; manusia, alam semesta, dan kehidupan diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Dan nanti akan kembali kepadaNya.

2. Mereka menghilangkan hak kepemilikan individu

Menurut ideologi sosialisme, tidak boleh ada hak kepemilikan individu.

Sehingga, tidak ada yang namanya bisnis. Tidak boleh ada yang menjadi majikan dan pekerja. Semuanya harus menjadi pekerja.

Karena, kalau ada yang menjadi majikan, maka itu tidak adil. Nanti sang majikan bisa bertindak sewenang-wenang. Dan menurut mereka memang majikan itu tak bekerja, namun malah mendapatkan keuntungan yang lebih besar daripada para pekerja. Padahal, para pekerja yang lebih banyak berusahanya.

Makanya, perusahaan itu harus menjadi milik bersama-sama. Diambil alih oleh negara. Kerja sama-sama, menghasilkan bersama-sama, pun hasilnya mereka bagi sama rata.

Artikel Lainnya:  Mendingan Nggak Usah Bukber Kalau Nggak Bisa Antisipasi 3 Hal Jelek Ini!

Begitulah kurang-lebih yang pernah dijelaskan oleh Karl Marx, bapak sosialisme sejati.

Meski pun memang sosialisme ini ada aliran-alirannya. Ada juga aliran yang sedikit berbeda dari penjelasan di atas, namun secara umum makna keadlian bagi mereka itu yah sama rata dan sama rasa.

Nah, masalahnya di mana? Pertama, jelas hal tersebut bertentangan dengan Islam. Dalam Islam; ada yang namanya kepemilikan individu, kepemilikan umum, dan kepemilikan negara. Jadi, setiap individu boleh memiliki harta, termasuk aset, melalui sebab-sebab kepemilikan yang dibenarkan syariat.

3. Mereka membunuh fitrah manusia, sehingga masyarakatnya tak punya gairah semangat bekerja

Masih berkaitan dengan pembahasan di atas. Nah, selain itu, konsep tersebut juga bertentangan dengan fitrah manusia. Bahkan bisa dikatakan menghancurkan fitrahnya manusia. Karena, fitrahnya manusia memang suka memiliki harta.

Nah, selain itu pula, karena tidak ada perbedaan upah antara kerja keras atau kerja ecek-ecek. Baik kerja keras, kerja tepat, kerja telat, kerja main-main; semuanya akan tetap mendapatkan jumlah gaji yang sama.

Sehingga, masyarakatnya tidak memiliki gairah untuk bekerja. Akhirnya, mending mereka malas-malasan saja daripada harus rajin, toh gajinya tetap sama.

4. Mereka gagal mewujudkan pemerataan ekonomi, apalagi pertumbuhan ekonomi

Konsep ekonomi sosialisme ini akan dengan otomatis membuat masyarakatnya hancur.

Karena masyarakatnya sudah tak memiliki gairah lagi, maka pertumbuhan ekonominya pun lambat. Bahkan, bisa jadi stagnan. Bahkan, bisa jadi jatuh.

Jadinya memang sama rata dan sama rasa, namun juga sama sengsaranya.

Bukannya sama rata sejahteranya, yang ada malah makin parah; sama rata kemiskinannya.

5. Mereka malah memunculkan kelas baru yang semakin parah

Salah satu tujuan mereka itu kan mau menghilangkan adanya kelas-kelas. Kan ada kaum borjuis, ada kaum proletariat. Borjuis itu si pemilik Perusahaan, Proletar itu para pekerjanya. Yang membuat terjadinya kecemburuan sosial itu adalah, karena pemilik perusahaan makin kaya, sementara buruhnya itu teteeep aja berada pada gaji “upah besi”. Begitu menurut mereka.

Artikel Lainnya:  6 Jenis Ghibah yang Diperbolehkan, Ketahuilah Agar Anda Tak Salah Paham

Terus cara menghilangkannya gimana? Caranya, semua kaum borjuis yang punya Perusahaan, semuanya diambil alih oleh negara. Sehingga tidak ada kelas-kelas lagi, jadinya semua individu menjadi pekerja.

Begitulah yang dimimpikan. Tapi, sayangnya hal itu tidak terjadi.

Yang terjadi, malah muncul kelas baru. Yaitu, negara, notabene pemilik Perusahaan yang baru. Jadinya yang ada itu kelas negara dan kelas pekerja, notabene seluruh rakyatnya.

Nah, negara tersebutlah yang merupakan kelas buruk yang baru. Karena, yang mengurus negara itu berasal dari partai politik. Yang notabene orang-orang parpol tersebut tidak profesional mengurusi perusahaan. Sehingga, operasional perusahaannya menjadi amburadul.

6. Mereka tak masalah menggunakan kekerasan

Hal ini merupakan sejarah yang belum lama jauh terjadi. Ada sebagian orang tua dan kakek-nenek kita yang menjadi saksi matanya. Banyak jendral dan kiyai di Indonesia yang dibunuh oleh mereka dulu.

Memang, karena kewenangan membuat hukum bagi mereka adalah manusia itu sendiri, berdasarkan tolok ukur materi/alat-alat produksi. Maka tidaklah masalah bila mereka harus melakukan kekerasan untuk memuluskan tujuan politiknya. Sama sekali tidak ada larangan.

7. Mereka membenci Islam, ingin menghancurkan umat Muslim

Memang sudah tabiatnya ideologi untuk terus bertarung. Antara Islam, Kapitalisme, dan Sosialisme-Komunisme; memang dari dulu hingga nanti pasti akan terus bertarung. Clash of Ideology…

Sehingga, sangatlah wajar, bila pengemban ideologi sosialisme tersebut sangat membenci umat muslim. Baik umat muslim sudah mengemban ideologi Islam, maupun ‘berpotensi mengemban’ ideologi Islam.

Maka dari itu, bagi kita umat muslim, para pengemban ideologi sosialisme itu memang merupakan ancaman. Karena mereka pasti tidak akan tenang bila Islam sedang ataupun akan jaya.

Nah, setidaknya, begitulah 7 bahaya ideologi sosialisme-komunisme yang kami ketahui. Semoga dengan begini dapat membantu Anda untuk lebih paham, melek, dan proporsional waspada. InsyaAllah…

BAGIKAN
Dani Siregar
Al-Faqir ilAllah. Menekuni dunia blogging dan Search Engine Optimization Marketing sejak tahun 2011. Suka martabak dan es krim. Hidup untuk mabda' Islam.

Bagaimana menurut Anda?

Komentar