Kalau Kamu Merasa Selalu Kekurangan Waktu, Berarti 8 Kesalahan Ini Sering Kamu Lakukan

Sebenarnya bukan hanya diri Anda saja, banyak orang lain yang juga rasanya selalu nggak sempat buat melakukan banyak hal. Ntah kenapa seperti tidak ada waktu. Misalnya:

  • Nggak sempat jalan-jalan bareng keluarga
  • Nggak sempat baca buku
  • Nggak sempat ngerjain tugas-tugas lain
  • Nggak sempat membersihkan dan merapihkan Rumah
  • Dan sebagainya..

Aneh memang..

Namun, meski begitu, ternyata uniknya ada sebagian orang yang dia sepertinya sempat melakukan banyak hal. Kerjaannya beres semua, namun dia sempat baca buku, sempat bersih-bersih, bahkan sempat jalan-jalan juga.

Kok bisa? Nah, pastinya, ada hal-hal yang berbeda antara mereka yang merasa selalu kekurangan waktu, dengan mereka yang sempat melakukan beberapa hal.

Paling tidak, mungkin mereka yang merasa selalu kekurangan waktu itu, sering melakukan 8 kesalahan berikut ini ini.

1. Nggak berani mengatakan “Tidak” pada ajakan orang lain

Bisa jadi, waktu Anda untuk melakukan hal-hal yang lain, malah terpakai untuk melakukan sesuatu yang di luar agenda. Yaitu, apabila tiba-tiba seseorang meminta Anda melakukan sesuatu.

Bisa jadi dia minta tolong bantuin dia, atau mungkin dia ajak Anda buat main-main.

Maka, Anda harus berani mengatakan “Tidak” apabila Anda diajak oleh orang untuk melakukan hal lain, yang kemudian agenda Anda jadi terbengkalai.

Meski memang bukan berarti Anda egois, hanya sibuk diri sendiri dan nggak mau bersosialiasi dengan orang lain. Yah dilihat dulu, emangnya pekerjaan Anda itu seberapa urgen. Kalau memang urgen, yah harus diutamakan.

Terkait hal ini, tipsnya:

  • Tentunya, menolak ajakannya ‘dengan seni’, agar dia tidak tersinggung atau nggak enakan. Intinya harus pandai ngomong.
  • Atau mungkin Anda tidak menolak ajakannya, hanya saja Anda bilang kalau hari ini belum bisa, mungkin kalau besok atau Minggu depan baru bisa.
  • Atau mungkin Anda beri dia rekomendasi alternatif diri Anda. Karena Anda tidak sempat, maka coba dia untuk menghubungi orang lain yang mungkin sempat dan bisa menemaninya.

2. Nggak menulis mau ngapain aja, secara detail

Kalau yang mau Anda lakukan hanya dibayangkan di kepala saja, nggak ditulis secara detail, maka yang akan terjadi adalah:

  • Bakal lupa. Akhirnya ada satu atau beberapa agenda yang terlewatkan. Baru ingatnya pas malam harinya. Itu pun kalau teringat kembali..
  • Bakal bingung, mau yang mana dulu dikerjain? Nanti mulai melakukan A, eh nggak jadi, mau ngerjain B dulu. Tapi eh nggak jadi, mau ngerjain C dulu. Eh atau mungkin memang B dulu yaa…? Atau…
  • Bakal “lari-lari”. Maksudnya “lari-lari”, jadi malah ngerjain kerjaan lain yang nggak direncanakan.

Maka dari itu, pentinglah Anda tulis mau ngapain aja hari ini, atau Minggu ini, atau Bulan ini. Lebih detail, lebih bagus. Misalnya, tulis durasi masing-masing suatu kerjaan, lebih bagus. Misalnya:

  • Bikin laporan, 30 menit. Desain poster, 60 menit.
  • Udah gitu, dibikin urutannya mau ngerjain yang mana dulu.
  • Terus, ditulis pula kira-kira tools-nya apa aja buat ngerjain hal tersebut.
  • Dan lain sebagainya..
Artikel Lainnya:  Sering Gagal Fokus & Produktif Gara-Gara Diganggu Facebook, Youtube, Dll? Atasi dengan 4 Aplikasi Ini

3. Terlalu kepo social media dan messenger

Kalau tidak ada kepentingan buka-buka social media, namun kok seharian buka social media selama berjam-jam, itu namanya aneh. Bahkan mungkin bisa disebut lalai.

  • Buka facebook, lihat notif, kepoin akun orang, komen-komen, dan berulang gitu terus.
  • Udah selesai facebook, buka Instagram. Begitu juga, lihat notif, terus scroll-scroll, kepoin akun orang, komen, cek notif lagi, komen, berulang gitu terus.
  • Udah gitu, buka LINE. Sama seperti di atas juga, scroll-scroll….
  • Udah gitu, buka BBM. Sama seperti di atas juga, scroll-scroll….
  • Udah gitu, buka WhatsApp. Sama seperti di atas juga, scroll-scroll….
  • Udah gitu, kembali lagi ke facebook.. Ulangi lagi alur di atas..
  • Udah gitu, kembali lagi ke Instagram.. Ulangi lagi alur di atas..
  • Terus ulangi lagi.. Kerjaan pun terbengkalai….

Maka, ada baiknya tentukanlah waktu tertentu saja untuk membuka socmed itu. Misal, pada sore dan malam saja. Atau, pada malam saja. Atau, terserah Anda.

4. Targetmu nggak realistis

Tentunya menentukan target itu harus realistis. Kalau nggak, nanti diri kita jadi merasa takut akan sangat terbebani.

Realistis itu berbeda dengan pragmatis dan pesimis. Kalau pesimis itu tidak berangkat dari fakta, melainkan hanya khayalan saja. Sedangkan realistis, berangkat dari fakta.

Misalnya, selama ini Anda hanya bisa menulis 20 halaman dalam sehari. Maka, janganlah Anda pasang target next harus nulis 200 halaman dalam sehari. Kalau begitu, bisa bikin diri Anda jadi terasa berat banget.

Yang realistis, yah nulis 20 halaman. Tentunya memang perlu ada peningkatan, misalnya kini cobalah mulai nulis 22 halaman. Next, coba 24 halaman. Biarkan meningkatnya perlahan.

Ibarat mengangkat beban, jangan langsung dikasih yang terberat. Mulailah dari yang bisa dulu, kemudian tambah agak sedikit lebih sulit. Dan begitu seterusnya..

Maka, Anda jangan berkhayal mesti paksain diri Anda buat nyelesain 10 tugas sekaligus hari ini. Realistislah, sanggupnya berapa. Sesuai kapasitas.

5. Nggak mau mendelegasikan beberapa kerjaan tersebut ke orang lain

Mungkin ada beberapa kerjaan yang nggak mesti Anda yang ngerjain. Yang penting cepat selesai secara optimal saja. Nah, kalau ada yang begitu, cobalah delegasikan kerjaan tersebut.

Apabila memang perlu membayar, dan Anda mampu, maka bayarlah. Jangan pelit terhadap diri sendiri, apalagi kalau memang penting dan mampu.

Misalnya, Anda nggak sempat mencuci. Maka nggak salahnya dibawa ke Laundry saja.

Apalagi terkait pekerjaan-pekerjaan di Komputer, kini sudah cukup banyak jasanya. Ada jasa desain logo, edit foto, penulisan artikel, periklanan, riset, coding, dan lain sebagainya.

Artikel Lainnya:  7 Kebiasaan Penulis Hebat, Saat Membuat Konten yang Disukai Audiens

6. Waktu istirahat dan tidurnya tak teratur

Pastikan pula pada to-do list Anda terdapat waktu istirahat termasuk waktu tidur.

Kalau waktu istirahat dan tidur tak ditentukan, maka konsekuensinya kita akan bisa istirahat dan tidur kapan saja, dan selama berapa lama saja.

Kalau kebanyakan istirahat dan tidur itu memang bahaya, karena akan menghabiskan waktu yang seharusnya dipakai buat ngerjain hal-hal lain. Pun kalau kurang istirahat dan tidur juga bahaya, bikin capek sehingga nggak semangat bekerja, bahkan bisa sakit.

7. Makannya tak teratur

Agar kerjaan kita optimal, tentu kita perlu energi. Dan tentu saja energi didapat dari makanan. Maka dari itu, pastikanlah makanan kita mengandung cukup nutrisi.

Contoh bahaya kalau makanan tak teratur itu, kalau misalnya kita kebanyakan memakan makanan yang berkalestorol tinggi. Sehingga banyak lemak, dan peredaran darah pun tak lancar. Saat peredaran darah tak lancar, aliran oksigen pun tak lancar. Akhirnya, kekurangan oksigen mengakibatkan kita mudah lelah dan mengantuk.

8. Masalah orientasi saja. Anehnya, kalau main-main, nonton film, dan ketawa-ketawa; sempat

Nah, ini dia anehnya. Kadang kita merasa tidak ada waktu dan tak sempat untuk melakukan beberapa hal yang penting dan wajib. Namun, ntah kenapa buat main-main selalu sempat.

Dapat 5 amanah, tapi yang terselesaikan hanya 2 saja. Sisanya yang 3, terbengkalai. Namun, di saat yang sama, 10 film yang di-download-nya tuntas ditonton semuanya. Aneh kan? Yang wajib malah dilalaikan, yang nggak penting kok malah selalu sempat?

Kalau kasusnya begitu, bisa jadi persoalannya ada di orientasi. Seberapa kuat tekad kita, komitmen kita, keseriusan kita, untuk mengerjakan tugas-tugas dan target-target yang hendak kita capai tersebut.

Jika memang niatnya nggak kuat, yah pastinya nggak serius. Akan ditunda-tunda, dan banyak alasan.

Maka, silahkan perbaiki orientasi dan kuatkan niat Anda. Coba renungkan dampaknya kalau Anda tak serius.

  • Yaudah kalau begitu nggak usah wisuda aja, biar jadi mahasiswa abadi..
  • Yaudah kalau begitu jadi jomblo seumur hidup aja, biar nggak usah nikah-nikah..
  • Yaudah kalau begitu naik angkot selamanya aja, biar nggak usah beli motor…
  • Dan sebagainya..

Renungkanlah, apabila Anda tak serius berusaha, maka apa mungkin ujuk-ujuk impian Anda akan terwujud? Kalau mimpi, mungkin bisa. Tapi kalau impian, yah mana bisa?

Nah, begitulah kurang-lebih mungkin 8 penyebab kenapa kita selalu merasa kekurangan waktu dan serba tidak sempat melakukan banyak hal. Semoga, bisa menjadi bahan evaluasi, dan kedepannya menjadi lebih baik.

BAGIKAN
Mufakir adalah seorang otaku tobat yang merasa dirinya masih belum banyak bermanfaat bagi orang lain, dan berusaha selalu ingin bermanfaat bagi orang lain. Baginya sukses itu sederhana, yaitu hari ini lebih baik dari hari kemarin. Passion menulis artikel seputar motivasi dan produktivitas.

Bagaimana menurut Anda?

Komentar