Sifat Suka Menunda-Nunda Pekerjaan itu Datangnya dari Mana Sih? Kenapa Suka Kita Lakukan?

sifat suka menunda-nunda pekerjaan

Ntah kenapa, banyak sekali orang yang terjangkit penyakit suka menunda-nunda pekerjaan. Mulai dari siswa, mahasiswa, karyawan, freelancer, ibu rumah tangga, bahkan sebagian pengusaha.

Punya waktu 10 jam, yang mana kerjaannya bisa selesai dalam waktu 3 jam, tapi malah ngerjainnya ketika sudah deadline tinggal 4 jam lagi, atau 3, atau bahkan 1 jam lagi sebelum waktunya habis.

Kenapa bisa seperti itu? Sejatinya, apa yang menyebabkan kita semua jadi suka menunda-nunda pekerjaan? Nah, paling tidak, ada 7 penyebabnya.

1. Anda membebaskan suara notifikasi gadget berbunyi kapan saja

jangan menunda pekerjaan
Via TimePass.Today

Gadget itu memang suatu benda yang penting, makanya setiap orang nyaris punya. Namun, tidak melulu harus 24 jam dipelototin terus. Soalnya, kalau gadget itu Anda biarkan bebas bersuara, maka dia bisa kapan saja mengganggu Anda.

Anda lagi fokus kerja, terus bunyi notifikasi BBM. Terus bunyi juga notifikasi email. Bunyi lagi notifikasi WhatsApp. Dan terus tambah bunyi lagi notifikasi facebook. Akhirnya Anda jadi memperhatikan notifikasi terus, hingga pekerjaan pun terbengkalai..

Maka dari itu, jadwalkanlah kapan saatnya Anda ngecek notifikasi smartphone Anda, main-mainnnya, dan kapan harus di-silent-kan.

2. Anda nggak memperhatikan urgensitas dari tiap-tiap aktivitas Anda

menunda-nunda pekerjaan

Setiap aktivitas memiliki nilai urgensitasnya masing-masing. Nah, apabila Anda mendapatkan ajakan atau permintaan dari orang lain, sementara Anda masih ada kerjaan lain, maka silahkan Anda perhatikan urgensitas masing-masing pilihan tersebut. Terlebih lagi apabila tidak memungkinkan untuk berkompromi.

Apabila ternyata tugas Anda lebih urgen, maka beranilah katakan tidak pada ajakan ataupun permintaan orang lain tersebut.

3. Anda merasa tugas Anda berat banget

mengatasi rasa malas atau penundaan

Selayaknya orang mengangkat beban yang berat, rasanya pingin cepat-cepat diturunkan, tidak suka bila lama-lama dipikul terus. Namun, bukan berarti beban itu dibiarkan begitu saja, tidak diangkat ke tempat di mana seharusnya ia berada. Tentu Anda tetap berkewajiban mengangkat beban tersebut.

Sejatinya Allah tidak pernah membebani hambanya dengan sesuatu yang di luar kesanggupannya. InsyaAllah semua beban pasti bisa dipikul. Kalau Anda merasa keberatan, itu berarti Anda hanya merasa saja, belum tentu benar.

Maka, solusinya, cobalah Anda pecah beban tersebut menjadi bagian-bagian kecil. Jadikan satu pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam 2 jam itu menjadi 10 pekerjaan yang bisa dikerjakan dalam waktu sekitar 12 menit. Jadi kerasa agak mudah kan?

Artikel Lainnya:  Tidak Ada Nasehat yang Salah.. Terimalah Nasehat Apapun Itu, dari Siapapun...

Atau, bisa juga agar kerasa lebih mudah, mintalah bantuan kepada orang lain.

Yah, kita memang tidak bisa memakan sapi hanya dalam satu kali kunyah. Namun, kita bisa memotong sapi itu menjadi kecil-kecil, dan  memakannya perlahan-lahan. Terlebih lagi, kalau makannya bareng dengan orang-orang.

4. Tempat kerja Anda berantakan banget

malas gerak

Tempat yang berantakan itu bisa menggangu fokus dan konsentrasi Anda. Misal, yang mana seharusnya Anda hanya fokus melihat laptop saja, tiba-tiba Anda jadi melihat buku, kertas, kartu, jam tangan, smartphone, kemasan snack, hiasan, pajangan, dan lain-lain yang di sekitar Anda, hingga kemudian terkhayalkan hal-hal lain tersebut, kemudian tergoda untuk mengurusi urusan lain tersebut yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kerjaan Anda.

Apalagi kalau gara-gara tempat berantakan tersebut mendatangkan semut, lalat, kecoak, dan sebagainya, pasti akan menjadi tambah mengganggu.

Namun efek dari tempat berantakan itu bukan hanya mengganggu fokus dan konsentrasi, tetapi juga menyulitkan Anda saat mencari sesuatu yang sedang Anda butuhkan. Seperti misalnya Anda lagi butuh flash disk, gunting, atau benda lainnya; namun Anda tidak ketemu juga sudah dicari-cari terus. Sementara sudah berlalu 15 menit..

Maka, pastikanlah tempat kerja Anda rapih. Namun, hati-hati, jangan sampai merapihkan tempat kerja Anda tersebut menjadi modus untuk menunda-nunda pekerjaan. Harusnya, rapihkanlah selalu tempat kerja Anda di awal waktu.

5. Badan Anda pegal-pegal

menghilangkan kebiasaan menunda
Via Flickr

Sebetulnya poin nomor kelima itu jarang terjadi menyebabkan seseorang menunda-nunda pekerjaannya. Namun, memang ada sedikit kasusnya.

Bila punggung dan pundak Anda pegal-pegal, jadinya akan membuat Anda sangat ingin berbaring sebentar, kemudian terpaksa menunda pekerjaan tersebut.

Solusinya, cobalah sebentar pijat bagian tubuh Anda yang pegal. Atau, bisa juga gunakan balsem, minyak, plester, dan sebagainya untuk meredakan pegal-pegal tersebut.

Namun, selain memikirkan solusi kuratif atas badan Anda yang sudah terlanjur pegal-pegal, tentu Anda juga harus memikirkan solusi antisipatifnya, agar kelak tak pegal-pegal lagi. Misalnya, cobalah sekali-kali lakukan peregangan setelah beberapa menit. Dan jangan lupa senantiasa olahraga.

Artikel Lainnya:  6 Cara Memotivasi Karyawan untuk Meningkatkan Kinerjanya

6. Anda lebay terlalu lama menyiapkan musik

menunda pekerjaan 

Sebagian orang ada yang biasa bekerja sambil mendengarkan musik. Namun, sayangnya, ada pula sebagian yang lainnya lagi menjadi lalai menghabiskan beberapa waktunya untuk cari-cari file suatu musik saja.

Maka dari itu, tidak perlu terlalu berlama-lama mengurusi musik ini. Sebagai antisipasi, nanti di lain waktu luang silahkan Anda rapihkan file dan folder Anda, agar kelak lebih mudah mencari file.

7. Anda lebay terlalu lama menyiapkan makanan dan minuman

penyebab malas

Mirip dengan yang nomor enam sebelumnya. Terkadang kita suka tiba-tiba ngidam pingin makan atau minum sesuatu. Sayangnya, untuk menyiapkan makanan dan minuman itu tidaklah sebentar. Apalagi kalau belanja dulu, kita tidak tahu bagaimana kondisi di luar, bisa jadi macet, antrian panjang, dan sebagainya.

Padahal, belum tentu yang namanya ngidam itu merupakan kebutuhan. Malah seringnya hanya keinginan saja, yang tidaklah wajib dipenuhi.

Solusimya, bersabarlah. Kalau memang ingin sambil makan minum, makan dan minumlah apa yang sudah ada saja. Terlebih lagi, yang tidak membutuhkan waktu banyak untuk mempersiapkannya. Seperti misalnya makan buah, roti, minum kopi, dan lain-lainnya.

Sebagai antisipasi, nanti di waktu luang silahkan Anda siapkan makanan dan minuman untuk menemani Anda saat bekerja. Agar saat tiba-tiba ngidam, Anda bisa langsung makan.

Atau, bisa juga, saat Anda sedang makan berat, makanlah yang cukup, hingga hampir kenyang. Agar kalau Anda sudah hampir kenyang, tidak akan ada keinginan untuk ngemil-ngemil lagi, sehingga bisa fokus kerja saja. Apalagi kalau kenyang.

Nah, kurang-lebih, begitulah 7 hal yang biasanya menyebabkan kita menjadi suka menunda-nunda. Semoga, dengan diagnosa sederhana ini, next kinerja Anda bakal jadi lebih optimal, cepat selesai, tidak banyak bahkan tidak ada sama sekali penundaan.

Karena faktanya, memang sifat suka menunda-nunda itu adalah salah satu sebab kenapa banyak orang punya cita-cita tapi tak kunjung terwujud. Emangnya ada orang sukses yang hobinya menunda-nunda? Mana ada.

Sumber featured image: Flickr

BAGIKAN
Mufakir adalah seorang otaku tobat yang merasa dirinya masih belum banyak bermanfaat bagi orang lain, dan berusaha selalu ingin bermanfaat bagi orang lain. Baginya sukses itu sederhana, yaitu hari ini lebih baik dari hari kemarin. Passion menulis artikel seputar motivasi dan produktivitas.

Bagaimana menurut Anda?

Komentar