Tinggalkanlah 7 Hal Ini; Maka Hidup Anda Bisa Menjadi Lebih Baik, Produktif, dan Hemat

Tinggalkanlah 7 Hal Ini; Maka Hidup Anda Bisa Jadi Lebih Baik, Produktif dan Hemat
Sumber ilustrasi: Pixabay.com

Pernahkah Anda melihat seseorang yang sehari-harinya sungguh produktif? Sehingga dia memiliki banyak karya? Waktu hidupnya dipakai untuk menyebarkan manfaat?

Nah, terkadang saya berfikir dan merenung, kenapa mereka bisa seperti itu ya..?? Apa bedanya dengan saya..??

Memang, ada lumayan banyak perbedaannya. Namun, setidaknya, mereka meninggalkan 7 hal  berikut ini. Yang mana kebanyakan orang masih melakukan 7 hal ini. Meski mungkin agak sulit untuk melakukannya. Namun, kalau sudah berhasil Anda tinggalkan 7 hal tersebut, maka hidup Anda bisa menjadi jauh lebih baik.

Apa saja 7 hal tersebut? Berikut ini dia.

1. Uninstall aplikasi Facebook, Instagram, dan social media lainnya

Sumber ilustrasi: Pixabay.com

Barangkali bisa Anda evaluasi, baik secara kasar maupun dengan hitungan akurat; terkait berapa menit dalam sehari yang Anda habiskan hanya untuk main facebook, instagram, atau social media lainnya?

Ada riset yang mengatakan, bahwa Orang (Indonesia) menghabiskan waktu sampai 5,5 jam per hari di hadapan smartphone. Ntah itu dominan buka social media atau apa.

Coba Anda pertimbangkan, bagaimana seandainya waktu tersebut Anda pakai untuk membaca buku? Menulis? Mendesain? Berkarya? Silaturahmi? Atau aktivitas produktif dan bermanfaat lainnya? InsyaAllah hidup Anda akan menjadi lebih bermanfaat dan produktif.

Dan terkadang agar lebih efektif, aplikasi-aplikasi socmed itu harus di-uninstall, agar menyulitkan kita untuk menunda-nunda. 😛

Meski tentu bisa jadi ada sebagian orang yang justru pekerjaannya menggunakan aplikasi socmed. Kalau seperti itu, mungkin bisa mencoba tips berikutnya.

2. Tinggalkan grup-grup messenger yang tidak aktif, yang tidak bermanfaat, dan yang mirip-mirip

Satu lagi yang mungkin tanpa sadar membuat kita jadi menunda-nunda pekerjaan, yaitu saat muncul notifikasi messenger seperti whatsapp; line; atau yang lainnya, kita buru-buru mengkepoinnya. Bahkan, kadang malah jadi mengkepoin chat-chat lainnya.

Nah, bisa jadi untuk mencegahnya adalah dengan cara meng-uninstall aplikasi-aplikasi tersebut. Namun, seringnya aplikasi messenger lebih jelas bermanfaat daripada social media. Maka, tidak apa-apa tidak usah di-uninstall, mungkin bisa Anda cegah dengan cara keluar dari grup-grup chat yang sudah tidak aktif lagi, yang jarang aktif, yang tidak bermanfaat, atau mungkin yang isinya mirip-mirip dengan yang lain.

3. Kurangi atau bahkan pensiun dari aktivitas rutin nonton film

Sumber ilustrasi: Pixabay.com

Nah, bisa jadi ini merupakan hal yang berat bagi sebagian orang, hehehe…

Tapi coba kita bayangkan dampaknya yang luar biasa… Dalam sehari itu ada berapa menit yang kita pakai untuk menonton film? Atau dalam seminggu? Jangan spelekan misalnya walau dalam seminggu hanya 3 jam saja. Karena tak jarang kan kadang kita berandai-andai “Seandainya dalam 1 hari itu ada 25 jam.. atau 30 jam..”, nah sebenarnya hal tersebut agak bisa ‘diwujudkan’ bila kita coba mengurangi nonton film.

Artikel Lainnya:  13 Cara Menjadi Pemimpin yang Baik, yang Biasa Dilakukan Para Legend

Bahkan, efek sampingnya, bukan hanya lebih hemat waktu, tapi bisa juga hemat kuota internet dan uang, hehehe…

Tidak masalah juga seandainya Anda bertahap membentuk kebiasaan stop nonton film. Mungkin biasanya Anda habiskan 1 hari untuk nonton film selama 90 menit. Mungkin, bisa Anda mulai dari hanya nonton film 6 kali dalam seminggu. Dan begitu seterusnya, hingga hanya menonton film sekali dalam seminggu, bahkan jadi hanya sekali dalam sebulan misalnya.

4. Uninstall game-game di smartphone dan PC, sekalian jual console game

Tips yang ini agak mirip dengan tips sebelumnya terkait pensiun nonton film. Bisa jadi lebih sulit atau lebih mudah..

Lebih sulit, karena justru biasanya pemain game itu lebih candu dan banyak maniaknya daripada penonton film. 😛

Tapi juga bisa jadi lebih mudah, karena faktanya pada akhirnya tidak ada seorang pun yang langgeng main suatu game selama bertahun-tahun. Palingan suatu game itu hanya populer dimainkan selama setahun, atau 2 tahun, atau mungkin 3-4 tahun. Setelah itu, pada akhirnya orang-orang jadi bosan. Kalau pada game online, pada akhirnya server-nya ditutup.

Saya kira kalau game ini ditinggalkan, lumayan bisa menghemat waktu juga, bahkan mungkin hemat uang juga.

5. Pensiun dari kebiasaan rajin ngemil setiap hari

Sumber ilustrasi: Pixabay.com

Nah, kalau ngemil ini jelas lebih banyak lagi yang melakukannya. Namun, ada sebagian orang yang ngemilnya itu bisa dibilang setiap hari. Tiada hari tanpa jajan. Ntah itu jajan makanan berat seperti bakso dan mie ayam, atau jajan makanan ringan seperti keripik, coklat, wafer, biskuit, dan snack lainnya.

Sekiranya kita mulai coba mengurangi sedikit demi sedikit, bahkan hingga banyak berkurang; maka insya Allah kita akan lebih hemat uang dan waktu. Bahkan, bisa ‘hemat tenaga’ juga, bila cemilan-cemilan tersebut ada yang mengandung gula dan lemak yang notabene sedikit/banyak mempengaruhi kesehatan kita.

6. Hentikan kebiasaan tidur kemalaman dan bangun kesiangan

Kalau tips yang nomor 6 ini mungkin lebih relatif. Setiap orang bisa berbeda-beda. Namun, sehemat yang saya tahu, kebanyakan mereka yang produktif dan sehat itu suka tidur lebih awal. Kemudian, bisa cepat bangun lebih awal.

Artikel Lainnya:  Yang Sering Ngaret Janjian, Baca 8 Tips Ini! Besok Bakal Tepat Waktu Deh

Normalnya sih begitu, meski bisa jadi pada hari-hari tertentu mereka terpaksa begadang.

Beberapa keunggulannya, nanti bisa sholat tahajjud, lebih konsentrasi kerja karena sepi, dan lain-lain.

7. Mulai kurangi bergaul dengan orang-orang yang bejat

Nah, terkait teman bergaul ini yang amat sangat besar dampaknya pada kehidupan kita. Dan bisa jadi yang agak berat yah ini.

Tapi, kalau hal ini bisa diubah, insyaAllah sangat bisa pula hidup Anda berubah drastis.

Saya pribadi sudah melakukan hal ini, dan alhamdulillah memang dampaknya berbalik 180° derajat.

  • Betapa dulu teman-teman pergaulan saya itu hanya sibuk main-main melulu.
  • Kemudian, ada juga teman-teman pergaulan saya yang lumayan produktif membahas bisnis, tapi, sayangnya mereka agak kurang membahas Islam.
  • Sekarang, alhamdulillah saya punya teman-teman pergaulan tidak hanya membahas hal bermanfaat seperti bsnis, namun juga intens membahas Islam.
Sumber ilustrasi: istimewa

Dan alhamdulillah hidup saya sekarang jadi jauh lebih baik daripada beberapa tahun yang lalu, meski tentu belum sempurna.

Oh iya, tentunya “kurangi bergaul” di situ maksudnya bukan berarti putus silaturahmi yaa. Hanya saja mengurangi intensitas perjumpaannya, agar kita tidak terpengaruh, seandainya kita masih lemah belum mampu mempengaruhi.

Nah, setidaknya begitulah 7 hal yang bisa Anda pertimbangkan untuk ditinggalkan, agar lebih produktif dan hidup lebih baik.

Tentu konteksnya di sini saya tidak membahas halal-haram. Hanya persoalan tips produktivitas saja. Meski, khusus yang nomor 7 soal pergaulan yang jelek, itu harus.  Maka dari itu, selain itu, memang terserah Anda saja mau mengadopsi tips-tips ini atau tidak. Tidak ada paksaan. Hanya rekomendasi saja. Kalau mau berproses meninggalkan sedikit dan sebagian dulu saja pun nggak apa-apa. Yang penting Anda paham dampak dari pilihan-pilihan Anda tersebut.

Meski memang yah itu tadi, barangkali sulit bagi sebagian dari kita untuk melakukannya. Namun, insya Allah bisa. Dan seandainya 7 hal tersebut sudah kita tinggalkan, besar kemungkinannya maka kita akan lebih memiliki banyak waktu, tenaga, bahkan uang untuk lebih disalurkan pada hal-hal yang lebih bermanfaat.

Sehingga, hidup kita bisa berubah menjadi lebih baik, lebih produktif, dan lebih sukses… insyaAllah…

Suka konten-konten TeknikHidup ini?


BAGIKAN
Mufakir adalah seorang otaku tobat yang merasa dirinya masih belum banyak bermanfaat bagi orang lain, dan berusaha selalu ingin bermanfaat bagi orang lain. Baginya sukses itu sederhana, yaitu hari ini lebih baik dari hari kemarin. Passion menulis artikel seputar motivasi dan produktivitas.

Bagaimana menurut Anda?

Komentar