6 Jurus Tokcer Mengoptimalkan Gambar Agar Mudah Ditemukan di Google

Sebetulnya bukan hanya supaya gambarnya mudah ditemukan di Google, tapi juga biar mudah ditemukan di mesin pencari lainnya deng. Seperti halnya Yahoo, Bing, Ask, dan lain-lain. Sudah hampir tidak ada, postingan blog yang di dalamnya tidak termuat gambar. Karena gambar itu penting, khususnya untuk ngelayout sebuah halaman. Ntah gambar itu adalah foto, screenshot, infografis, ilustrasi, dan lain-lain. 

Tidak jarang pula, orang-orang membuka Google, dan melakukan pencarian, bukan dari menu Telusuri. Melainkan dari menu Gambar. Mereka mencari-cari gambar yang bagus. Lalu, kalau mereka menemukan gambar yang bagus, mereka juga bakal membuka asal situs darimana gambar tersebut dimuat. Tentunya ini termasuk penambahan traffic pada blog tersebut. 

Menu Google

Nah, coba seandainya, Anda punya sebuah artikel di blog Anda yang berjudul Cara Membuat Nasi Goreng. Di artikel tersebut, ada gambar Nasi Goreng. Kira-kira, kalau ada orang lain yang menulis kata kunci Nasi Goreng di Google, akankah gambar yang ada di blog Anda muncul di paling atas? Atau malah munculnya di paling bawah? Atau jangan-jangan tidak muncul lagi! Waduh! Padahal, normalnya orang itu hanya ingin melihat-lihat beberapa gambar yang paling atas saja. Yang di bagian bawah, males. 

Pertanyaannya, gimana caranya supaya gambar-gambar yang sudah kita taruh di blog tersebut bisa lebih disukai Google, sehingga gambar kita bisa muncul di hasil pencarian yang paling atas, dan halaman pertama? Untuk menjawabnya, kita harus ketahui dulu apa isi kepala si Google. Tipe-tipe gambar yang bagaimana yang ia sukai. 

Jadi, ketika Anda mengupload sebuah gambar dan menaruhnya pada sebuah postingan, Google akan segera datang kepada blog Anda, untuk melihat-lihat gambar tersebut yang baru masuk ke dunia internet, agar didaftarkan di dunia perinternetan. Tapi, sayangnya, Google tak bisa melihat-lihat gambar tersebut. Google hanya “membaca” gambar tersebut. Loh? Kok gambar dibaca? Iya! Google membaca penggunaan atribut alt yang ada pada tag gambar. Misalnya, seperti ini:

<img src=”http://contohsuatublog.com/IMG407.jpg” alt=nasi goreng“/>

Google tidak peduli apapun gambar yang Anda upload, ntah itu gambar pohon, gambar kucing, gambar kue, tapi kalau Anda menulis di alt tersebut adalah nasi goreng, maka ketika ada orang yang mengetik kata kunci “nasi goreng” di Google, maka yang akan keluar adalah gambar-gambar yang pada altnya tertuliskan “nasi goreng”. Termasuk kalau ada orang yang mengupload gambar kucing, tapi diberi alt “nasi goreng”, gambar kucing tersebut akan keluar ketika orang mengetikkan kata kunci “nasi goreng”. 

Buktinya, coba, sekiranya koneksi internet Anda sedang lamban, kemudian Anda membuka-buka suatu blog, namun gambar yang ada di blog tersebut tidak termuat, pasti pada kotak tempat gambar tersebut akan muncul sebuah tulisan. Tulisan itu adalah apa yang tertulis pada tag alt pada gambar tersebut. 

Artikel Lainnya:  Begini Pola Teruji Bagaimana Orang-Orang Bisa Mendapatkan Uang

Itu hanya salah satunya caranya. Berikut ini akan kita ulas lebih detail lagi, sekalian cara lainnya juga. Here we go! 

1. Sesuaikan Nama File dengan Keyword

Sebelum Anda mengupload sebuah gambar, Anda ubah dulu nama gambar tersebut, menjadi kata kunci yang ingin Anda bidik. Misal, kalau Anda punya foto nasi goreng yang nama filenya adalah IMG_5520.JPG, jangan diupload dulu. Ganti dulu namanya menjadi keyword yang Anda bidik. Misal, menjadi Nasi Goreng.JPG. Supaya Google bisa memahami gambar tersebut. 

2. Format Filenya Lumrah

Format file gambar yang lumrah itu JPG, PNG, GIF, BMP, dan lain-lain. Usahakan jangan mengupload format yang asing, apalagi kalau gambar tersebut cuman mau dipakai sebagai layout doang. Kalau mau yang tak begitu lumrah, misalnya seperti file PSD Mockup yang disediakan untuk didownload oleh pengunjung, upload ke situs file hosting aja. 

3. Kecilkan Ukuran Gambar

Kalau foto yang Anda jepret barusan ukurannya 10 MB, usahakan diubah dulu menjadi lebih kecil. Ntah jadi 10 KB aja gitu. Atau, kalau tadinya ukuran dimensinya 3000 x 3000 pixels, ubahlah dulu biar menjadi 300 x 300 pixels aja. Anda bisa mengecilkan dimensi pixel gambarnya dengan PIXresizer, atau alat lainnya. Lebih baik Anda mengecilkan gambarnya sebelum diupload, daripada kalau sudah diupload dengan dipakaikan tag widht dan height. Kalau mau ngupload gambar yang besar-besar, itu sebagai untuk bahan downloadan orang aja. Jangan dijadiin sebagai layout. Untuk layout, yang kecil-kecil aja. 

Meski nggak sering begitu. Karena yang dkhawatirkan itu, kalau nanti loading gambarnya lama, jadinya pengunjung bakal menutup halaman blog Anda. Jadinya bounce rate halaman Anda membengkak. Kan Google juga menilai user experience. Kalau si pengunjung cepat menutup blog Anda, maka Google akan membuat kesimpulan bahwa blog Anda itu bikin orang jadi nggak betah, loadingnya lamban dan bikin browser orang berat. Akhirnya pun blog Anda bakal ditaruh di belakang-belakang. 

4. Penggunaan Alt pada Image Tag

Nah, ini yang kita bahas di awal tadi. Pasti Anda sudah mengertilah. Sekadar tambahan, jangan memasukkan tulisan di tag alt dengan tulisan yang panjang-pajang. Biasa aja. Kalau terlalu lebay, Google akan menyangka bahwa itu adalah spam. Udah terbukti, semenjak Algoritma Penguin muncul, mereka yang hobi bikin spam keyword kayak gitu, ditendang habis oleh Google. Makanya, naruh keyword di altnya biasa aja, alami gitu. 

Artikel Lainnya:  Kekuatan Merek Akan Timbul dari Kesan yang Berulang-Ulang

Yang penting-penting aja. Keyword gitu. Jangan Anda menaruh isi penjelasan keyword tersebut. Misalnya, jangan Anda tulis di alt situ “Nasi goreng adalah, pembagian nasi goreng itu berikut ini, sejarah nasi goreng, blablabla”. Jangan! Keywordnya aja yang ditaruh.

Lagi, misalnya di postingan Anda itu ada lebih dari 2 gambar, usahakan semua gambar yang ada di postingan tersebut memiliki tag alt yang berbeda-beda. Biar nggak dianggap spam juga oleh Google. Misal, kalau yang pertama tadi “nasi goreng”, selanjutnya bisa Anda bikin “nasi goreng enak”, “nasi goreng2”, dan lain-lain. 

5. Penggunaan Title pada Image Tag

Kalau Anda perhatiin, ketika Anda menyorot suatu gambar dengan kursor, maka akan muncul sebuah kotak yang menerangkan gambar tersebut. Tulisan seperti itu bisa dibuat melalui tag title. Misalnya seperti ini, <img src=”nasi-goreng.jpg” title=”Nasi Goreng Buatan Saya” />. Untungnya, bagi Anda yang blognya berplatform Blogger, bisa secara praktis menaruh tag title dan alt dengan cara mengklik gambar, dan klik properties

6. Tanam Link pada Gambar

Ini biasa dipakai oleh beberapa situs yang menyediakan sesuatu untuk didownload. Untuk mendownload sesuatu, kan kadang kita harus menekan gambar tombol bertuliskan DOWNLOAD NOW, BUY NOW, dan lain-lain. Ketika kita klik, kita jadi teralihkan sebuah halaman, karena di gambar tersebut ada linknya. 

Saatnya Anda Praktekkin

Baiklah, 6 itu saja. Jadi, percuma kalau Anda jalan-jalan ke Aceh, pergi ke Pantai Lhoknga, terus Anda foto-foto lautan indah yang ada disana dengan kamera yang mantap, 20 MP. Terus, Anda upload ke blog Anda. Lalu Anda berharap ketika ada orang lain yang membuka Google dan menuliskan kata kunci “pantai lhoknga” akan datang ke blog Anda? Tidak! Tidak akan! Kecuali kalau Anda mengubah namanya dulu, yang tadinya IMG_5520.JPG, menjadi Pantai Lhoknga.JPG. Kemudian, taruh pula kata kuncinya pada tag alt gambar yang Anda upload. Dan gunakan jurus optimalisasi gambar lainnya. Semakin relevan kata kunci yang Anda pakai, maka insya Allah gambar yang Anda taruh di internet tersebut akan jadi lebih sering ditaruh di bagian terdepan dan teratas hasil pencarian. 

Begitulah. Semoga tutorial sederhana ini bisa membawa manfaat bagi ummat seluruh alam. Dan semoga gambar yang Anda upload bisa terus nongol di halaman paling depan dan paling atas hasil pencarian yaa. Aamiin. 

BAGIKAN
Dani Siregar
Al-Faqir ilAllah. Menekuni dunia blogging dan Search Engine Optimization Marketing sejak tahun 2011. Suka martabak dan es krim. Hidup untuk mabda' Islam.

Bagaimana menurut Anda?

Komentar