4 Penyebab Power Steering Berat, dan 3 Cara Mengatasinya

penyebab power steering berat

Ada saat-saat tertentu dimana kadang-kadang setir mobil terasa begitu kaku dan sulit untuk digerakkan. Penyebabnya tentu saja bermacam-macam, mulai dari servis yang tidak teratur, kurangnya pelumas, tekanan ban yang rendah, dan roda yang memiliki alignment tidak seimbang alias buruk.

Berbagai penyebab power steering berat tersebut sebenarnya bisa dicegah dan diatasi dengan cukup mudah.

Dalam keadaan normal ketika mobil masih dalam kondisi baik, roda kemudi seharusnya fleksibel ketika berputar. Namun ada kalanya kita juga menemukan saat-saat dimana hal tersebut tidak bekerja sebagaimana mestinya. Sehingga kamu membutuhkan sedikit energi untuk melakukan putaran. Kondisi tersebut menciptakan perasaan tidak nyaman saat mengemudi. Dalam beberapa situasi mungkin bisa berakibat fatal dan membahayakan dirimu serta penumpang yang kamu bawa.

Jadi, power steering yang berat tidak boleh dianggap remeh karena ini memegang peranan penting dalam keselamatanmu ketika berada di jalan raya.

Cara power steering bekerja

Sebelum kita membahas beberapa masalah dan solusi, kita terlebih dahulu harus mengetahui bagaimana cara sistem ini bekerja.

Ketika roda kemudi sulit untuk berubah haluan, sudah pasti power steering adalah masalahnya. Karena power steering akan membantumu memutar roda depan. Tanpa power steering, hal tersebut sangat sulit untuk dilakukan. Karena untuk menggerakkan roda depan, terutama pada saat mobil dalam keadaan berhenti membutuhkan tenaga yang sangat besar tanpa power steering.

Power steering menggunakan cairan untuk menciptakan tekanan pada roda untuk berubah arah. Dengan cara ini akan jauh lebih mudah dilakukan walaupun hanya dengan satu tangan.

Penyebab power steering berat

Berikut adalah malfungsi yang paling sering kita temukan pada power steering yang sulit untuk diajak kerja sama memutar roda mobil.

1. Cairan power steering rendah

Telah disebutkan sebelumnya bahwa ini merupakan salah satu biang masalah. Kekuatan yang memungkinkan power steering untuk berfungsi dengan baik adalah hasil dari cairan yang dapat memberikan tekanan terhadap piston di dalam rack dan pinion.

Kadangkala jumlah cairan tersebut bisa berkurang sehingga jumlah gaya yang dihasilkan untuk piston akan turun. Pada saat itu terjadi, kemudi akan terasa berat dan power steering tidak banyak membantumu memutar roda depan. Kondisi tersebut akan memaksamu mengeluarkan tenaga lebih besar untuk memutar toda.

Artikel Lainnya:  7 Video Ini Memberi Kesimpulan Final Bahwa Bumi itu Bulat! Nggak Datar!

2. Apabila power steering belt rusak

Sistem power steering juga bisa bekerja karena didukung oleh sabuk power steering (power steering belt). Seperti belt lainnya yang ada pada kendaraan, fungsinya juga sama, yaitu untuk memulai dan untuk berhenti melakukan putaran.

Setiap sabuk yang ada pada kendaraan merupakan komponen paling rentan dan paling mudah rusak. Sabuk tersebut bisa putus, rusak, longgar, dan lain-lain. Jadi jika power steering belt rusak, maka power steering tidak akan dapat dioperasikan sehingga kamu akan kesulitan memutar roda kemudi.

3. Rack (rak) kemudi rusak

Rak kemudi merupakan bagian dari rack dan pinion. Ini merupakan bagian utama dari kemudi mobil yang biasanya bekerja sama dengan sistem power steering.

Setelah penggunaan dalam waktu yang lama, rak kemudi bisa rusak dan aus. Pada saat itu sudah terjadi, kemudian akan lebih sulit diarahkan. Jika kendaraan terasa sulit untuk diarahkan pada saat pertama kali dinyalakan, maka ada kemungkinan rak kemudi rusak.

Sering kali, masalah ini akan hilang dengan sendirinya apabila mobil dihidupkan. Karena mobil yang semakin hangat akan membuat rak menjadi lebih panas, begitu juga dengan pelumas yang semakin merata akan menyebabkan power steering bekerja dengan lebih mudah.

4. Tekanan ban yang rendah

Kemudi yang terasa berat tidak selalu disebabkan karena power steering yang bermasalah atau rusak atau komponen-komponennya yang sudah mulai aus, melainkan bisa juga disebabkan karena tekanan udara pada ban yang terlalu rendah.

Apa yang harus dilakukan?

Jika kamu tidak tahu apa yang harus dilakukan, alias kamu bukanlah seorang montir, maka membawa mobil ke ahlinya, ini adalah cara tepat untuk mengatasi agar power steering agar bisa bekerja kembali sebagaimana mestinya. Sebisa mungkin ceritakan secara rinci apa saja yang kamu rasakan agar mekanik bisa melakukan tes dan memberikan solusi terbaik

Artikel Lainnya:  Socmed, Gadget, Dsb; Itu Kan Buatan Non-Muslim, Emang Boleh Muslim Pakai? Simaklah Penjelasan Ini

Namun sebelum kamu membawanya ke mekanik, kamu bisa melakukan beberapa hal terlebih dahulu.

Pertama, periksakan tekanan udara dalam ban

Semua ban harus memiliki tekanan udara yang sama dan diisi sesuai dengan psi yang direkomendasikan oleh produsen. Tekanan ban yang tidak tepat terutama jika terlalu rendah dapat menyebabkan kemudi menjadi kaku.

Periksa tingkat cairan power steering dan cek kondisinya

Cairan power steering dapat ditemukan di sekitar silinde reservoir dekat salah satu ujung power steering belt. Biasanya disana ada label yang jelas dan bisa dibaca. Biasanya terbuat dari plastik, atau ada juga yang berbahan dasar logam.

Kekurangan cairan akan menyebabkan kemudi menjadi kaku dan keras. Jadi mempertahankan cairan pada tingkat atau level yang tepat. Warnanya biasanya merah tua. Namun jika kamu menemukan cairan tersebut berwarna terlalu gelap, kamu bisa menggantinya.

Periksa katrol (belt) pada unit power steering dengan mematikan mesin mobil

Katrol power steering atau power steering belt harus memiliki kekakuan atau ketegangan yang tepat dan pada saat dimainkan tidak melenceng lebih dari 1 inchi atau tiga perempat.

Kamu bisa menekan sabuk tersebut menggunakan ibu jari untuk memeriksa ketegangannya. Pastikan kondisi sabuk tersebut baik, tidak memiliki rumbai-rumbai di bagian tepinya, dan tidak rusak atau retak.

Selain itu kamu juga harus melakukan infeksi visual sambil menghidupkan mesin untuk memastikan bahwa sabuk tersebut bekerja dengan baik.

Jika kamu menemukan bahwa sabuk tersebut tampak longgar atau kendor dan sering tergelincir, maka sudah ini adalah salah satu penyebab masalah power steering mobil berat. Jangan lupa untuk mengecek apakah ada kebocoran cairan pada selang tekanan.

Tes lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan meminta bantuan orang lain untuk memutar roda bolak-balik dan mendengarkan suaranya sambil memperhatikan setiap unit yang ada untuk mengidentifikasi kerusakan atau sesuatu yang tidak bekerja sebagaimana seharusnya.

BAGIKAN
Ibu muda sekaligus nyambi jadi blogger yang menyukai banyak hal menyenangkan. Pecinta bakso tapi gak pernah sukses bikin bakso sendiri. Hobi nulis dan duit, kadang-kadang nulis dapet duit. :D Dan sedang belajar banyak hal di dunia IM. ;)

Bagaimana menurut Anda?

Komentar